Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image M Topan Ketaren

Bunga yang Bisa Dimakan? Daftar Bunga Edible yang Aman untuk Dicoba

Edukasi | 2026-09-02 19:06:37

Kalau ada yang bertanya, “Bunga yang bisa dimakan itu bunga apa saja?” ternyata jawabannya cukup banyak. Selama ini kita mungkin menganggap bunga hanya berfungsi sebagai penghias taman atau pemanis ruangan. Padahal, beberapa jenis bunga memang bisa dikonsumsi dan bahkan sudah digunakan dalam berbagai masakan sejak lama.

Bunga yang dapat dikonsumsi biasanya disebut edible flower atau bunga edible. Bunga jenis ini bisa digunakan sebagai campuran salad, teh, minuman, kue, dessert, sampai pelengkap makanan.

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan: jangan menganggap semua bunga aman dimakan hanya karena terlihat cantik atau tumbuh di kebun. Banyak bunga yang justru beracun jika dikonsumsi.

Jadi, kalau ingin mencoba bunga yang bisa dimakan, jenisnya harus benar-benar diketahui terlebih dahulu.

bunga yang bisa di makan (Sumber: Freepik)

1. Bunga Telang

Bunga telang mungkin menjadi salah satu bunga edible yang paling populer di Indonesia.

Warnanya biru keunguan sangat khas dan sering digunakan sebagai pewarna alami makanan dan minuman.

Bunga telang dapat digunakan dalam teh, minuman dingin, nasi, kue, dan berbagai olahan lainnya.

Yang menarik adalah warna birunya bisa berubah ketika bertemu bahan yang memiliki tingkat keasaman berbeda. Karena itu, bunga telang sering dimanfaatkan untuk membuat minuman yang tampilannya menarik.

Selain bunga segar, telang juga bisa dikeringkan untuk disimpan lebih lama.

2. Bunga Rosella

Rosella juga termasuk tanaman yang sering dimanfaatkan untuk minuman.

Bagian yang digunakan biasanya adalah kelopak bunga yang sudah berkembang, bukan sekadar mengambil sembarang bagian bunga.

Rosella memiliki rasa asam yang cukup khas.

Karena itu, rosella sering dibuat menjadi teh, minuman herbal, selai, atau olahan lainnya.

Kalau baru pertama mencoba, rasanya mungkin cukup berbeda dibandingkan teh biasa karena ada sensasi asam yang kuat.

3. Bunga Mawar

Ternyata bunga mawar juga bisa dimakan.

Tetapi tentu bukan semua mawar yang kita lihat di toko bunga bisa langsung dimasukkan ke makanan.

Mawar yang digunakan untuk konsumsi harus dipastikan memang ditanam untuk tujuan tersebut dan tidak terkena pestisida atau bahan kimia yang tidak diperuntukkan bagi pangan.

Kelopak mawar dapat digunakan sebagai campuran minuman, teh, selai, manisan, dessert, atau dekorasi makanan.

Aromanya juga bisa memberikan karakter tersendiri pada makanan.

4. Bunga Melati

Melati juga dikenal sebagai bunga yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi dalam bentuk tertentu.

Penggunaan melati lebih sering dikaitkan dengan minuman dan pemberi aroma.

Bunga melati dapat digunakan untuk memberikan aroma pada teh atau olahan tertentu.

Namun, sama seperti mawar, sumber bunganya harus diperhatikan.

Jangan mengambil melati dari tanaman hias yang tidak diketahui riwayat penggunaan pestisidanya kemudian langsung mencampurkannya ke makanan.

5. Bunga Lavender

Lavender tidak hanya digunakan sebagai tanaman aromatik.

Beberapa jenis lavender juga digunakan dalam kuliner.

Bunganya dapat dimanfaatkan dalam teh, kue, biskuit, dessert, atau campuran makanan tertentu.

Tetapi penggunaannya perlu sedikit hati-hati karena aroma lavender cukup kuat.

Kalau terlalu banyak, makanan justru bisa terasa seperti parfum.

Jadi, lavender biasanya digunakan dalam jumlah kecil untuk memberikan aroma.

6. Bunga Nasturtium

Kalau berbicara mengenai edible flower, nasturtium juga cukup menarik.

Bunga ini memiliki warna yang mencolok, mulai dari kuning, oranye, hingga merah.

Selain bunganya, beberapa bagian tanaman juga dikenal digunakan dalam makanan.

Rasanya cenderung memiliki sensasi pedas atau sedikit seperti lada.

Karena tampilannya menarik, nasturtium sering digunakan sebagai hiasan salad dan berbagai hidangan.

Jadi, selain mempercantik makanan, bunga ini juga memberikan rasa.

7. Bunga Pansy

Bunga pansy sering digunakan dalam dekorasi makanan, terutama pada dessert.

Warnanya sangat beragam sehingga bisa membuat kue atau makanan penutup terlihat lebih menarik.

Kelopak pansy dapat digunakan sebagai hiasan pada salad, kue, minuman, maupun dessert.

Tetapi sekali lagi, bunga yang digunakan harus berasal dari tanaman yang memang aman untuk konsumsi dan tidak terpapar bahan kimia berbahaya.

8. Bunga Calendula

Calendula atau marigold tertentu juga dikenal sebagai bunga yang dapat digunakan dalam makanan.

Kelopaknya dapat dimanfaatkan sebagai campuran salad atau dekorasi makanan.

Warnanya yang kuning dan oranye membuat hidangan terlihat lebih cerah.

Beberapa orang juga memanfaatkannya sebagai pemberi warna alami pada makanan.

Namun jangan sampai tertukar dengan semua jenis bunga yang disebut “marigold”, karena nama umum tanaman bisa berbeda-beda.

Identifikasi tanaman tetap penting.

9. Bunga Borage

Bunga borage mungkin belum terlalu populer di Indonesia, tetapi termasuk salah satu bunga edible yang dikenal dalam dunia kuliner.

Bunganya biasanya berwarna biru dan dapat digunakan sebagai hiasan salad, minuman, atau makanan penutup.

Bentuknya cukup menarik sehingga sering digunakan untuk mempercantik hidangan.

Namun tanaman ini tidak terlalu umum ditemukan di Indonesia dibandingkan bunga telang atau rosella.

10. Bunga Kembang Kol?

Nah, kalau yang ini sedikit berbeda.

Kembang kol sebenarnya bukan bunga yang kita makan dalam bentuk bunga mekar.

Bagian yang dikonsumsi merupakan kumpulan struktur bunga yang belum berkembang sepenuhnya.

Karena itu, kalau pertanyaannya adalah “apakah bunga bisa dimakan?”, jawabannya tidak selalu harus berupa bunga yang sedang mekar.

Beberapa sayuran yang kita makan sehari-hari sebenarnya berkaitan erat dengan bagian bunga tanaman.

Contohnya brokoli dan kembang kol.

Jangan Asal Memakan Bunga di Taman

Ini bagian yang menurut saya paling penting.

Kalau melihat bunga cantik di halaman, jangan langsung berpikir, “Wah, ini bisa dimakan.”

Tidak semua bunga aman dikonsumsi.

Ada bunga yang mengandung senyawa beracun dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Selain itu, bunga tanaman hias mungkin telah diberi pestisida, fungisida, atau bahan lain yang memang tidak ditujukan untuk tanaman pangan.

Jadi, keamanan tidak hanya ditentukan oleh jenis bunganya.

Cara budidaya dan sumber bunga juga sangat penting.

Bunga Edible Harus Bersih dari Pestisida yang Tidak Sesuai

Misalnya kita memiliki tanaman mawar di halaman.

Bunganya mungkin secara jenis dapat dikonsumsi.

Tetapi kalau selama pemeliharaan tanaman tersebut disemprot pestisida yang tidak diperuntukkan bagi tanaman pangan, jangan langsung menganggap bunganya aman dimakan.

Untuk konsumsi, sebaiknya gunakan bunga yang memang dibudidayakan dengan metode yang sesuai untuk pangan.

Kalau membeli edible flower, pilih produk yang memang dijual untuk konsumsi, bukan bunga dekorasi dari toko florist.

Bagaimana Cara Mengolah Bunga yang Bisa Dimakan?

Pengolahannya tergantung jenis bunga.

Ada yang cukup dicuci dengan benar dan digunakan sebagai dekorasi.

Ada yang dikeringkan terlebih dahulu.

Ada pula yang lebih cocok diseduh menjadi teh atau dimasak.

Untuk bunga yang digunakan sebagai hiasan makanan, biasanya bagian yang keras atau tidak diperlukan dapat dibuang.

Pastikan bunga dalam kondisi segar, bersih, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan.

Jangan pula menggunakan bunga yang sudah layu atau berjamur.

Apakah Bunga Bisa Dimakan Mentah?

Beberapa bunga edible memang dapat digunakan dalam kondisi segar, misalnya sebagai campuran salad atau dekorasi makanan.

Tetapi keamanan tetap kembali pada identifikasi jenis dan sumber tanaman.

Kalau tidak yakin dengan jenis bunganya, jangan dicicipi untuk mencari tahu.

Ini prinsip sederhana tetapi penting.

Mencicipi sedikit bunga yang ternyata beracun tetap bukan cara yang aman untuk mengidentifikasi tanaman.

Jadi, Bunga Apa Saja yang Bisa Dimakan?

Kalau dibuat sederhana, beberapa contoh bunga atau bagian bunga yang dikenal dapat digunakan dalam makanan antara lain bunga telang, rosella, mawar tertentu, melati dalam penggunaan kuliner tertentu, lavender tertentu, nasturtium, pansy, calendula, dan borage.

Selain itu, kita juga sehari-hari mengonsumsi tanaman yang bagian pangannya berkaitan dengan bunga, seperti brokoli dan kembang kol.

Tetapi saya lebih menyarankan jangan menghafalkan daftar bunga saja.

Yang paling penting adalah memahami bahwa bunga edible harus berasal dari jenis yang tepat dan ditanam untuk konsumsi.

Jangan menggunakan bunga hias yang tidak diketahui riwayat perawatannya.

Pada akhirnya, bunga ternyata tidak hanya memiliki nilai estetika. Beberapa jenis dapat menjadi bagian dari makanan dan minuman, bahkan memberikan warna, aroma, serta rasa yang menarik.

Kalau ingin mulai mencoba, bunga telang dan rosella bisa menjadi pilihan yang relatif mudah dikenali dan banyak dimanfaatkan di Indonesia.

Tetapi tetap ingat satu prinsip: cantik belum tentu bisa dimakan. Sebelum memasukkan bunga ke piring, pastikan identitas tanamannya jelas dan memang aman untuk konsumsi.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image