Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image M Topan Ketaren

Ternyata Sayatan pada Batang Mangga Bukan Sekadar Luka, Ini Fungsi Sebenarnya

Eduaksi | 2026-09-21 11:42:24

Apa fungsi dari sayatan-sayatan pada batang pohon mangga?

Kalau Anda pernah melihat pohon mangga yang batang atau cabangnya memiliki beberapa sayatan melingkar, goresan, atau bagian kulit yang sengaja dilukai, mungkin muncul pertanyaan: mengapa pohon justru sengaja dilukai?

Bukankah luka pada batang biasanya dianggap sesuatu yang harus dihindari?

Jawabannya: tergantung jenis sayatannya dan tujuan pembuatannya.

Dalam budidaya mangga, sayatan atau pelukaan pada bagian tertentu dari batang maupun cabang dapat dilakukan sebagai salah satu bentuk manipulasi pertumbuhan tanaman. Teknik yang dikenal antara lain girdling atau ringing, yaitu membuat sayatan melingkar pada jaringan kulit untuk memengaruhi distribusi hasil fotosintesis.

Tetapi ada hal yang sangat penting:

Sayatan bukan berarti semakin banyak semakin baik.

Kalau dilakukan sembarangan, sayatan justru dapat menjadi pintu masuk patogen, mengganggu jaringan pengangkut dan melemahkan tanaman.

Jadi, apa sebenarnya yang terjadi pada pohon mangga ketika batangnya disayat?

Sebelum membahas sayatan, kita perlu memahami “jalan makanan” pada tanaman

Sayatan pada pohon mangga (Sumber: Google Photos)

Pohon mangga seperti tanaman lainnya mempunyai sistem transportasi internal.

Secara sederhana, ada dua jaringan penting:

Xilem dan floem.

Xilem terutama berfungsi mengangkut air dan unsur mineral dari akar menuju bagian atas tanaman.

Sementara floem berperan dalam distribusi hasil fotosintesis, terutama gula dan senyawa organik lainnya, dari daun menuju bagian tanaman yang membutuhkan atau menyimpannya.

Daun menghasilkan gula melalui fotosintesis.

Kemudian hasil tersebut didistribusikan ke berbagai bagian tanaman melalui jaringan floem.

Jadi kalau kita membuat sayatan pada batang, sebenarnya kita sedang berinteraksi dengan sistem transportasi internal tanaman.

Dan di sinilah alasan teknik sayatan menjadi menarik.

Apa yang dimaksud dengan sayatan pada batang mangga?

Dalam praktik budidaya, bentuknya bisa berbeda-beda.

Ada yang hanya berupa goresan pada kulit.

Ada yang berupa sayatan sebagian.

Ada juga teknik girdling, yaitu penghilangan atau pemutusan jaringan kulit secara melingkar pada cabang atau batang dengan ukuran tertentu.

Tujuannya bukan sekadar membuat luka.

Tujuannya adalah memengaruhi aliran hasil fotosintesis melalui floem.

Namun, teknik tersebut harus dilakukan secara hati-hati.

Karena kalau jaringan yang terkena terlalu dalam atau terlalu lebar, dampaknya bisa jauh lebih serius.

Mengapa aliran fotosintat perlu dimanipulasi?

Ini bagian paling menarik.

Bayangkan daun sebagai pabrik gula.

Daun menggunakan energi matahari untuk menghasilkan fotosintat.

Hasil tersebut kemudian dikirim ke berbagai bagian tanaman.

Pada kondisi normal, sebagian hasil fotosintesis dapat bergerak dari daun menuju akar melalui floem.

Ketika jaringan floem pada bagian tertentu terganggu oleh sayatan melingkar, distribusi fotosintat ke bagian bawah sayatan dapat terhambat untuk sementara.

Akibatnya, sebagian hasil fotosintesis dapat lebih banyak tertahan atau dialokasikan ke bagian tanaman di atas lokasi perlakuan.

Pada tanaman buah, perubahan distribusi asimilat seperti ini dapat memengaruhi hubungan antara pertumbuhan vegetatif dan perkembangan reproduktif.

Inilah salah satu dasar fisiologis mengapa teknik girdling pernah digunakan pada berbagai tanaman buah.

Lalu apa hubungannya dengan pembungaan mangga?

Nah, di sinilah banyak orang mulai tertarik.

Mangga merupakan tanaman tahunan yang pembungaannya dipengaruhi oleh banyak faktor.

Bukan hanya pupuk.

Ada pengaruh:

 

  • umur tanaman,
  • varietas,
  • kondisi tajuk,
  • keseimbangan pertumbuhan vegetatif,
  • cadangan karbohidrat,
  • suhu,
  • kondisi air,
  • dan lingkungan.

Pada kondisi tertentu, manipulasi pertumbuhan vegetatif dapat memengaruhi kecenderungan tanaman untuk memasuki fase reproduktif.

Karena itu, teknik seperti girdling pernah digunakan sebagai bagian dari strategi pengelolaan pembungaan pada beberapa tanaman buah, termasuk mangga.

Tetapi jangan sampai disimpulkan:

“Kalau pohon mangga tidak berbunga, tinggal disayat.”

Tidak sesederhana itu.

Pembungaan mangga merupakan hasil interaksi banyak faktor.

Sayatan bukan “suntikan hormon”

Ada anggapan bahwa batang yang disayat akan membuat hormon tanaman langsung terkumpul dan kemudian pohon berbunga.

Penjelasannya tidak sesederhana itu.

Perubahan akibat girdling lebih tepat dipahami sebagai perubahan hubungan source–sink dan distribusi asimilat, disertai perubahan fisiologis lain pada bagian tanaman.

Source adalah organ yang menghasilkan atau memasok asimilat, terutama daun.

Sink adalah organ yang menggunakan atau menyimpan asimilat, seperti akar, tunas muda, bunga dan buah.

Ketika aliran floem dimanipulasi, hubungan source–sink dapat berubah.

Tetapi respons tanaman sangat tergantung pada:

 

  • jenis tanaman,
  • varietas,
  • umur tanaman,
  • waktu perlakuan,
  • posisi sayatan,
  • lebar sayatan,
  • kondisi tanaman,
  • dan lingkungan.

Jadi tanaman tidak bisa diperlakukan seperti mesin sederhana.

Mengapa sayatan biasanya dibuat melingkar?

Karena tujuan teknik girdling adalah memengaruhi jaringan floem yang berada di bagian luar sistem jaringan pengangkut batang.

Sayatan yang mengelilingi cabang atau batang dapat memutus kontinuitas floem pada bagian tersebut.

Sementara itu, xilem berada lebih dalam dan memiliki fungsi utama dalam transportasi air.

Tetapi ini bukan berarti xilem selalu aman.

Kalau sayatan terlalu dalam, jaringan di bawah kulit dapat ikut rusak.

Akibatnya bukan lagi manipulasi ringan.

Tanaman bisa mengalami gangguan transportasi air, luka berat dan bahkan kematian cabang.

Kenapa sayatan tidak boleh terlalu lebar?

Karena tanaman membutuhkan kemampuan untuk memperbaiki luka.

Setelah jaringan terluka, tanaman akan merespons dengan berbagai mekanisme pertahanan dan pembentukan jaringan baru.

Kalau luka terlalu besar atau dibuat berulang kali tanpa memperhatikan kemampuan tanaman untuk pulih, risiko kerusakan meningkat.

Selain itu, luka terbuka dapat menjadi lokasi yang lebih mudah dimanfaatkan oleh organisme penyebab penyakit.

Karena itu:

sayatan harus dipandang sebagai perlakuan fisiologis yang memiliki risiko, bukan sebagai cara memotong kulit pohon sembarangan.

Ada perbedaan antara sayatan dangkal dan mengupas kulit melingkar

Ini juga penting.

Sayatan ringan pada kulit tidak selalu mempunyai efek fisiologis yang sama dengan girdling yang benar-benar menghilangkan atau memutus jaringan floem.

Jangan menyamakan:

goresan kulit

dengan

ring girdling.

Efeknya bisa sangat berbeda.

Semakin dalam jaringan yang dipotong, semakin besar pula potensi pengaruhnya terhadap sistem transportasi tanaman.

Karena itu teknik budidaya harus mempertimbangkan anatomi batang.

Apakah teknik ini bisa membuat mangga cepat berbuah?

Jawabannya:

tidak bisa dijamin.

Sayatan bukan tombol “ON” untuk pembungaan.

Kalau masalah utama tanaman adalah terlalu banyak nitrogen, pertumbuhan vegetatif berlebihan, kondisi air tidak tepat, kurangnya cahaya atau tanaman memang belum mencapai kematangan fisiologis, sayatan saja tidak otomatis menyelesaikan persoalan.

Bahkan pada kondisi tertentu, perlakuan yang salah dapat membuat tanaman stres.

Jadi kalau tujuan kita ingin meningkatkan pembungaan mangga, pendekatannya harus melihat tanaman secara keseluruhan.

Faktor air juga sangat penting

Ini sering dilupakan.

Mangga adalah tanaman tahunan yang respons pertumbuhan dan pembungaannya sangat dipengaruhi kondisi lingkungan.

Ketersediaan air dapat memengaruhi pertumbuhan vegetatif dan status fisiologis tanaman.

Pada beberapa sistem budidaya mangga, periode relatif kering dapat berperan dalam proses induksi pembungaan, tetapi responsnya bergantung pada varietas dan kondisi lingkungan.

Artinya, kita tidak bisa memisahkan:

sayatan + air + nutrisi + kondisi tajuk + iklim.

Semuanya berinteraksi.

Nutrisi juga tidak boleh diabaikan

Misalnya pohon mangga terlalu banyak mendapatkan nitrogen.

Apa yang terjadi?

Tanaman dapat terdorong menghasilkan pertumbuhan vegetatif yang kuat.

Daun dan tunas berkembang.

Tetapi pembungaan belum tentu menjadi prioritas fisiologis tanaman.

Karena itu, pengelolaan nutrisi harus mempertimbangkan fase pertumbuhan tanaman.

Bukan sekadar:

“Semakin banyak pupuk, semakin banyak buah.”

Tidak selalu demikian.

Pertanian modern justru berbicara tentang keseimbangan nutrisi dan efisiensi penggunaan input.

Bagaimana dengan kondisi tanah?

Sebagai orang yang belajar ilmu tanah, saya melihat persoalan tanaman buah tidak bisa dilepaskan dari tanah.

Pohon mangga yang berada di tanah dengan:

 

  • drainase buruk,
  • akar terganggu,
  • aerasi rendah,
  • pH tidak sesuai,
  • salinitas tinggi,
  • atau ketersediaan unsur hara tidak seimbang,

tentu mempunyai respons berbeda dibandingkan tanaman yang sistem perakarannya sehat.

Akar adalah bagian penting dari hubungan source–sink.

Daun menghasilkan asimilat.

Akar membutuhkan asimilat.

Akar menyerap air dan mineral.

Kemudian air dan mineral tersebut mendukung aktivitas daun.

Jadi pohon mangga sebenarnya bekerja sebagai satu sistem yang saling terhubung.

Sayatan yang salah justru bisa merugikan

Ini bagian yang perlu ditekankan.

Kalau seseorang melihat pohon mangga miliknya tidak berbunga kemudian langsung membuat banyak sayatan pada batang, itu bukan pendekatan yang saya sarankan.

Risikonya antara lain:

 

  • luka terlalu dalam,
  • kerusakan jaringan pengangkut,
  • pertumbuhan cabang terganggu,
  • infeksi patogen,
  • cabang melemah,
  • stres tanaman,
  • dan dalam kondisi parah dapat menyebabkan kematian bagian tanaman.

Karena itu, teknik seperti girdling lebih tepat dipahami sebagai teknik budidaya spesifik yang harus memiliki tujuan, waktu dan metode yang jelas.

Jadi sebenarnya apa fungsi sayatan pada batang mangga?

Kalau diringkas, sayatan tertentu yang dibuat dengan tujuan budidaya dapat digunakan untuk memanipulasi distribusi fotosintat dan hubungan source–sink, terutama melalui pengaruhnya terhadap jaringan floem.

Dalam kondisi tertentu, manipulasi tersebut dapat digunakan untuk membantu mengatur pertumbuhan dan pembungaan tanaman buah.

Tetapi efeknya tidak berdiri sendiri.

Respons tanaman dipengaruhi oleh:

genetik + umur tanaman + kondisi tajuk + nutrisi + air + suhu + kesehatan akar + lingkungan.

Jadi, jangan melihat sayatan sebagai “obat” untuk pohon mangga.

Menurut saya, yang lebih penting bukan “berapa banyak sayatan”, tetapi “mengapa pohon perlu disayat?”

Ini prinsip yang sangat penting dalam budidaya.

Sebelum melakukan perlakuan apa pun, kita harus bertanya:

Apa masalah tanamannya?

Kalau mangga tidak berbunga, kita perlu mencari penyebabnya.

Apakah karena:

  • varietas?
  • tanaman masih terlalu muda?
  • pertumbuhan vegetatif terlalu kuat?
  • kondisi air?
  • nutrisi?
  • kurang cahaya?
  • kesehatan akar?
  • kondisi lingkungan?
  • atau memang karakter tanaman?

Setelah penyebab diketahui, barulah kita memilih tindakan.

Bukan sebaliknya.

Jangan sampai kita melakukan sayatan terlebih dahulu, kemudian baru mencari tahu mengapa pohonnya tidak berbunga.

Kesimpulan

Jadi, fungsi sayatan pada batang pohon mangga sangat tergantung pada jenis dan tujuan sayatan tersebut.

Jika yang dimaksud adalah teknik girdling atau pelukaan terkontrol pada batang/cabang, salah satu prinsip utamanya adalah memengaruhi aliran hasil fotosintesis melalui floem dan mengubah hubungan source–sink.

Dalam kondisi tertentu, manipulasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatur pertumbuhan dan pembungaan tanaman buah.

Tetapi teknik ini bukan sekadar membuat luka pada batang.

Sayatan yang terlalu dalam, terlalu lebar atau dilakukan pada waktu yang tidak tepat justru dapat merusak tanaman.

Karena itu, menurut saya, memahami fisiologi tanaman jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti teknik yang kita lihat dilakukan orang lain.

Pohon mangga bukan mesin.

Ia mempunyai sistem yang sangat kompleks: akar menyerap air dan mineral, daun melakukan fotosintesis, floem mendistribusikan asimilat, xilem mengangkut air, sementara tunas, bunga dan buah menjadi sink yang menggunakan hasil tersebut.

Ketika kita membuat satu sayatan pada batang, sebenarnya kita sedang mencoba mengubah salah satu bagian dari sistem tersebut.

Dan karena itu, semakin kita memahami cara kerja tanaman, semakin bijak pula kita memperlakukan tanaman.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image