Pegadaian Mengajar di MAN 2 Bantul, Bekali Siswa Literasi Keuangan dan Waspada Pinjol-Judol
Eduaksi | 2026-08-24 09:28:52Bantul (MAN 2 Bantul) – Membekali generasi muda agar semakin cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan, MAN 2 Bantul menggelar kegiatan Pegadaian Mengajar dengan tema “Bahaya Pinjaman Online (Pinjol) dan Judi Online (Judol)”, Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid At Taawun MAN 2 Bantul tersebut diikuti seluruh siswa kelas XII sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan dan pendidikan karakter di era digital.
Hadir sebagai narasumber, Eko Wahyu Subowo memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai berbagai risiko yang muncul di balik kemudahan akses layanan digital, khususnya pinjaman online ilegal dan judi online yang kini semakin mudah ditemukan melalui media sosial maupun perangkat telepon pintar.
Dalam pemaparannya, Eko menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan yang perlu diwaspadai. Pinjaman online ilegal, misalnya, sering menawarkan pencairan dana secara cepat dan mudah, tetapi dapat disertai bunga tinggi, mencakup data pribadi, hingga praktik peminjaman yang merugikan.
“Jangan mudah tergiur dengan kemudahan mendapatkan uang. Kenali terlebih dahulu legalitas dan risikonya agar tidak terjebak dalam masalah keuangan di kemudian hari,” pesannya kepada para siswa.
Ia juga mengingatkan bahwa judi online bukanlah sarana untuk mendapatkan keuntungan, melainkan aktivitas berisiko yang dapat menimbulkan Kecanduan dan berbagai masalah sosial maupun ekonomi. Oleh karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan mengendalikan diri serta memilih aktivitas digital yang sehat dan produktif.
Belajar Menabung Sejak Muda
Selain membahas bahaya pinjol dan judol, kegiatan Pegadaian Mengajar juga mengajak siswa mengenal pentingnya membangun kebiasaan menabung dan merencanakan keuangan sejak dini. Salah satu alternatif yang diperkenalkan adalah menabung emas melalui aplikasi TRING oleh Pegadaian.
Para siswa dikenalkan pada konsep menabung secara bertahap dengan nominal yang terjangkau. Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menyisihkan uang, mengelola kebutuhan secara bijak, serta mulai mengenal investasi sejak usia sekolah.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menyimak materi dan mengajukan pertanyaan, mulai dari cara membedakan pinjaman online legal dan ilegal, risiko Kecanduan judi online, hingga mekanisme penghematan emas.
Kegiatan Pegadaian Mengajar menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam memperkuat literasi finansial generasi muda. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi kehidupan setelah lulus dari madrasah.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul berharap para peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang cerdas finansial, bijak memanfaatkan teknologi, berkarakter, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab. Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan mampu menjaga diri dari jebakan pinjol ilegal dan judol sekaligus mulai membangun masa depan finansial yang lebih sehat sejak dini./rys
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
