Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Alya Naililmuna

Menjembatani Inovasi dan Pemanfaatan Limbah untuk Pertanian Berkelanjutan

Info Terkini | 2026-08-23 17:39:05
Dokumentasi sosialisasi benih padi 9G dan pupuk organik cair

Selain lahan dan tenaga, upaya mewujudkan pertanian yang optimal juga membutuhkan pengetahuan, inovasi, dan sumber daya yang mampu mendukung keberlanjutan produksi. Sebagai salah satu sumber daya pertanian, pupuk memegang peranan penting dalam menunjang aspek pertumbuhan dan kesuburan tanah, terutama jika dikombinasikan dengan bahan-bahan organik. Penerapannya pun perlu diiringi dengan teknik pengaplikasian yang tepat guna. Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri sejatinya menyimpan potensi besar serta kebutuhan akan inovasi benih dan teknik budidaya yang mutakhir. Tidak hanya senyawa kimia, ada begitu banyak bahan organik yang tersedia secara cuma-cuma di lingkungan sekitar dan dapat dimanfaatkan sebagai asupan tambahan bagi tanaman. Kesadaran ini mendorong Tim KKNT Inovasi IPB University yang beranggotakan Joshtito Pardede, Alya Naililmuna, Leonora Christabel, Arisca Putri Dharma Santi, Amir Rosyid, Mohammad Abiyudaffa, dan Inayah Zahra Nafisa di bawah bimbingan Sriwulan Ferindian Falatehan, S.Psi., M.Si. untuk menghadirkan program BAPAK PANEN (Berdayakan Limbah Peternakan untuk Pertanian Berkelanjutan) dan SABA TANI (Sosialisasi Bijak untuk Pertanian Optimal).

Program BAPAK PANEN berfokus pada pemanfaatan limbah peternakan dan bahan organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC), sementara SABA TANI berfokus pada sosialisasi inovasi pertanian (benih, teknik budidaya, dan POC) kepada masyarakat Desa Kebonagung. Kedua program ini dirancang sebagai program yang terintegrasi agar proses yang dilakukan tidak hanya berhenti pada pengolahan bahan organik, melainkan juga pengaplikasiannya secara langsung di bidang pertanian.

Dari Limbah ke Pupuk

Produk Pupuk Organik Cair dan Benih Padi 9G

Program BAPAK PANEN berfokus pada produksi Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh, yaitu kotoran kambing, sari tebu (molase), EM4, dedak padi, dan air. Proses produksi dilaksanakan di Posko Tim KKNT sejak 20 Juli hingga 10 Agustus 2026. Awalnya, kotoran kambing didiamkan dulu hingga kelembabannya berkurang sekitar 50%. Selanjutnya, kotoran kambing dimasukkan ke dalam larutan yang terdiri dari air bersih, molase, EM4, dan dedak padi. Selama tiga minggu, campuran tersebut didiamkan di dalam drum kedap udara. Dari 4 kilogram kotoran kambing, Tim KKNT berhasil memproduksi sebanyak 15 liter POC. Hasil ini kemudian dikemas ke dalam botol ukuran 250 ml, sehingga pada akhirnya dihasilkan sebanyak 60 kemasan POC.

Dari Pupuk ke Inovasi Pertanian

Setelah menjalankan program BAPAK PANEN, muncul pertanyaan sederhana: bagaimana cara memperkenalkan dan menghubungkan inovasi tersebut dengan kebutuhan petani? Pertanyaan inilah yang membuat POC hasil program BAPAK PANEN menjadi komponen penting dalam pelaksanaan program SABA TANI.

Diskusi bersama Gapoktan Desa Kebonagung

SABA TANI berhasil dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 di Posko Tim KKNT. Program ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan wawasan para petani tentang berbagai varietas benih padi dan teknik budidaya padi yang dikembangkan dan merupakan hasil inovasi riset IPB University. Selain itu, SABA TANI juga menargetkan agar para petani lebih paham terkait pembuatan dan pengaplikasian POC, sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil tani. Dalam pelaksanaannya, SABA TANI mampu menjadi ruang diskusi yang interaktif. Inovasi pertanian pun tidak hanya didiskusikan secara teoritis, melainkan juga dilihat dalam bentuk produk nyata.

Saat Inovasi Bertemu Pengalaman Petani

Salah satu kekuatan SABA TANI terletak pada proses pertukaran pengetahuan yang terjadi. Inovasi benih dan teknik budidaya yang diperkenalkan oleh Tim KKNT berpadu dengan pengalaman para petani dalam mengolah lahan garapannya. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi petani untuk mengenal dan bertukar pikiran mengenai alternatif baru serta kondisi aktual yang mereka rasakan selama menggeluti bidang pertanian.

Kehadiran POC juga memperkuat hubungan kedua program. Masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang pupuk, tetapi juga melihat langsung manfaat dari bahan organik yang tersedia di sekitar mereka. Pendekatan ini tentunya dipilih dengan mempertimbangkan penerimaan masyarakat yang lebih baik. Selain mencermati bentuk penerapan, masyarakat juga didorong untuk memahami manfaat dan menyesuaikannya dengan kondisi mereka. Melalui BAPAK PANEN dan SABA TANI, warga Desa Kebonagung menjadi lebih tahu dan lebih bisa.

Belajar dari Pelaksanaan

Penyerahan Sertifikat Mitra

Kedua program tidak seharusnya berhenti setelah kegiatan KKNT Inovasi selesai. Pembuatan POC perlu terus dikembangkan, sementara pengetahuan mengenai benih dan teknik budidaya perlu terus diperbaharui agar dapat diterapkan dan dievaluasi oleh masyarakat. Oleh karena itu, sebagai langkah awal untuk mewujudkan keberlanjutan, Tim KKNT berkomitmen untuk bekerja sama dengan kelompok tani dan karang taruna setempat sebagai aktor utama yang akan mengembangkan kegiatan pertanian berbasis inovasi di Desa Kebonagung. Hal ini berangkat dari kesadaran akan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memastikan bahwa bekal keterampilan yang ditinmggalkan dapat terus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menanam Pengetahuan, Memanfaatkan Potensi, Memanen Keberlanjutan

Kegiatan Saba Tani dan Demonstrasi Hasil Pupuk Organik Cair

Integrasi program BAPAK PANEN dan SABA TANI pada akhirnya menunjukkan bahwa pertanian yang optimal dan berkelanjutan dapat diupayakan melalui langkah-langkah sederhana. BAPAK PANEN mengajarkan bahwa limbah peternakan dan bahan organik di sekitar dapat diolah menjadi POC dengan nilai guna yang tinggi. Hal ini kemudian didukung oleh SABA TANI yang mempertemukannya dengan inovasi benih, teknik budidaya, dan kebutuhan nyata para petani. Kedua program ini berhasil menjembatani potensi lokal, pengetahuan, inovasi, dan praktik nyata. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai aktor yang mengarahkan, mengaplikasikan, dan mengembangkan inovasi.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image