Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ahmad Afwan Yazid

Ahmad Afwan Yazid Kawal Malam Tirakatan, Tekankan Pentingnya Merawat Persatuan

Agama | 2026-08-18 14:52:17
Ahmad Afwan Yazid saat mengawal jalannya malam tirakatan di Perumahan Tirtasani Estate

Suasana khidmat bercampur kehangatan menyelimuti kawasan Perumahan Tirtasani Estate, Kabupaten Malang, pada Ahad malam (16/8/2026). Puluhan warga dari berbagai elemen berkumpul menggelar Malam Tirakatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara yang mengusung tema "Mengenang Jasa, Menguatkan Persaudaraan, Melanjutkan Perjuangan" tersebut berjalan sukses di bawah panduan Ahmad Afwan Yazid, M.Pd selaku pembawa acara (MC). Dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi dan mobilitas tinggi, sebelum memandu jalannya Malam Tirakatan tersebut, beliau bahkan masih menyempatkan hadir untuk memberikan tausiyah ba'da Maghrib pada kegiatan Family Gathering SD Mupat yang berlangsung di Coban Putri. Figur pendidik yang akrab dipanggil Pak Yazid ini merupakan kader Muhammadiyah yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 (SD Mupat) Kota Malang sekaligus anggota Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PCM Lowokwaru Kota Malang serta Ketua KKG ISMUBA SD Aisyiyah-Muhammadiyah Kota Malang.

Ajakan Refleksi dan Makna Kemerdekaan

Sejak pembukaan acara pada pukul 19.30 WIB, Pak Yazid membuka kegiatan dengan membakar semangat kebangsaan warga. Dalam narasi pembukaannya, ia menegaskan bahwa Malam Tirakatan bukan sekadar rutinitas tahunan atau ajang kumpul-kumpul semata, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi diri.

"Malam ini adalah malam untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala, mengingat perjuangan para pendahulu, mensyukuri kemerdekaan, sekaligus bertanya kepada diri kita: apa yang sudah kita lakukan untuk menjaga kemerdekaan ini?" tutur Pak Yazid di hadapan jajaran tokoh masyarakat, ketua RT, RW, dan warga yang hadir.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Suasana haru dan khidmat begitu terasa ketika seluruh warga menundukkan kepala dalam iringan instrumen doa.

Penguatan Kerukunan Warga dan Generasi Muda

Acara juga diisi dengan Sambutan dari Ketua RW Perumahan Tirtasani Estate, Bapak Rumar, yang mengapresiasi tingginya partisipasi dan gotong royong warga. Selain itu, sesi Refleksi dan Renungan Kemerdekaan bertajuk "Malam Ini, Kami Mengenang" yang dibawakan oleh tiga remaja yang masih duduk dibangku sekolah dasar dan sekolah menengah yaitu ananda Ayla, Alya, dan Nesha menjadi salah satu sorotan utama.

Dalam pengantar refleksi tersebut, Pak Yazid mengingatkan bahwa bentuk perjuangan masa kini telah bergeser. Perjuangan generasi hari ini bukan lagi melawan penjajah dengan senjata, melainkan menjaga keharmonisan lingkungan, mendidik anak-anak, berbuat jujur, serta membendung perpecahan di masyarakat.

Setelah pemaparan update progress kegiatan perayaan 17 Agustus oleh ketua panitia Bapak Suyono dan doa bersama yang dipimpin oleh Prof Dr Sunardji Dahri Tiam atau yang akrab dipanggil Abah Narji, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam bersama warga pada pukul 20.30 WIB. Pak Yazid menyertakan pantun-pantun segar yang menambah kehangatan suasana persaudaraan antarwarga.

Inspirasi Pendidik di Tengah Masyarakat

Kepiawaian Ahmad Afwan Yazid dalam mengawal jalannya acara hingga penutupan pada pukul 21.00 WIB mendapat apresiasi dari warga Tirtasani Estate. Keterlibatannya menunjukkan peran aktif insan pendidikan dan kader ormas keagamaan dalam membangun simpul kerukunan serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme di tingkat tapak.

Melalui pesan penutupnya, Pak Yazid mengajak seluruh warga untuk membawa pulang semangat persatuan ke rumah masing-masing. Menurutnya, kemerdekaan adalah warisan para pahlawan yang keberlanjutannya ditentukan oleh sejauh mana masyarakat mampu menjaga persaudaraan dan mendidik generasi penerus bangsa.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image