JANGAN SAMPAI GAZA TERLUPAKAN
Agama | 2026-08-17 09:59:08Oleh: Rini Wiriadinata (Guru)
Sudah begitu lama kita mendengar kabar tentang Gaza. Namun ternyata penderitaan saudara-saudara kita di sana belum berakhir. Serangan masih terjadi, korban terus berjatuhan, sementara rumah, sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah banyak yang hancur.
Yang membuat saya prihatin, perhatian kita sering kali ikut berubah ketika berita baru bermunculan. Gaza yang dahulu ramai dibicarakan perlahan kembali tenggelam. Padahal, bagi masyarakat Gaza, penderitaan itu bukan sekadar berita. Mereka mengalaminya setiap hari.
Sebagai seorang Muslim, saya merasa tidak seharusnya kita diam dan melupakan mereka. Islam mengajarkan bahwa sesama Muslim adalah saudara. Ketika ada saudara yang sedang mengalami kesulitan, sudah seharusnya kita memiliki kepedulian.
Mungkin kita tidak mempunyai kekuatan untuk menghentikan peperangan. Tetapi kita masih bisa berdoa, membantu sesuai kemampuan, menyampaikan informasi yang benar, dan mengajarkan kepada anak-anak kita untuk peduli terhadap penderitaan sesama.
Saya juga semakin memahami bahwa persoalan Palestina bukan hanya persoalan sebuah bangsa, tetapi menyentuh tanggung jawab umat Islam. Karena itu, para pemimpin negeri-negeri Muslim pun semestinya mengambil peran yang lebih nyata dalam menghentikan penderitaan rakyat Palestina.
Jangan sampai karena terlalu sering mendengar berita tentang Gaza, hati kita menjadi terbiasa dan akhirnya tidak lagi peduli. Gaza masih menderita. Semoga kita tidak pernah berhenti mendoakan, peduli, dan berusaha melakukan apa yang kita mampu.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
