Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Fall Season07

Merdeka yang Hakiki

Agama | 2026-08-15 22:01:24

 

Dipertemukan lagi dengan bulan Agustus tentu akan terbesit dengan hari kemerdekaan yang tidak lama lagi akan segera tiba. Perayaan yang memang sangat membekas dan krusial bagi bangsa Indonesia ketika pada akhirnya kita bisa memperoleh kemerdekaan dari para penjajah. Namun, tak ayal makna kemerdekaan saat ini seringkali masih menjadi pertanyaan dalam benak kita. Apakah benar kita sudah benar-benar merdeka?

Makna kata merdeka dalam KBBI berarti adalah bebas, tidak terikat, dan tidak bergantung kepada orang atau pihak teetentu. Tapi nyatanya saat ini kondisi Indonesia justru jauh dari kata merdeka yang sesungguhnya. BPS mencatat persentase penduduk miskin pada September 2025 masih sebesar 8,25% Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 tercatat 4,68%. Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia masih jauh dari kata sejahtera.

Selain itu, sudah bukan sebuah rahasia lagi jika sumber daya alam di negeri ini telah dikuasai oleh asing. Mulai dari batubara, emas, minyak, sampai jutaan hektar area hutan. Padahal apa yang menjadi milik negara sudah seharusnya dikelola untuk kesejahteraan rakyat bukan hanya untuk segelintir orang saja.

Sudah sangat jelas, bahwasanya negeri kita telah dijajah sudah sejak lama oleh Kapitalisme yang berasaskan Sekulerisme yang dimana memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga persoalan ini bukan hanya sebatas persoalan individu semata melainkan persoalan sistemik yang berpusat kepada sistem apa yang sedang diterapkan saat ini. Terbukti tidak peduli siapapun pemimpinnya, persoalan tidak akan pernah benar-benar selesai ketika tidak diselesaikan dari akarnya.

Oleh karena itu, perubahan dan kemerdekaan yang hakiki tidak cukup hanya dengan memperbaiki moral individu semata melainkan juga perlu adanya perubahan secara pemikiran dan sistem. Dari sistem kapitalis sekuler yang dzalim menjadi ideologi Islam yang menjadikan aturan Allah sebagai landasan utamanya.

Islam mengajarkan bahwasanya manusia yang merdeka adalah manusia yang senantiasa menghambakan dirinya kepada Allah bukan kepada manusia. Hal ini karena sudah jelas bahwa Allah adalah Al-Khaliq atau Pencipta seluruh semesta alam, maka hanya Allah yang paling mengetahui apa yang paling dibutuhkan oleh hamba-Nya. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, mulai dari hubungan dengan Allah, diri sendiri ataupun bermasyarakat. Maka aturan bermasyarakat seperti halnya ekonomi, pendidikan, politik, hukum, dan sanksi hanya bisa diterapkan dalam sistem Islam yang hakiki dalam Khilafah Islamiyah sebagaimana apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image