Dampak Kesehatan Akibat Paparan Air Conditioner (AC) Jangka Panjang
Gaya Hidup | 2026-08-12 23:07:59Dampak Kesehatan Paparan Air Conditioner (AC) Jangka Panjang
Penggunaan Air Conditioner (AC) telah menjadi kebutuhan untuk kenyamanan di daerah tropis seperti Indonesia, namun paparan dalam jangka waktu yang lama tanpa perawatan yang baik dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Timbulnya permasalahan yang mengganggu kualitas udara dalam suatu ruangan umumnya disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya adalah suhu, udara, kelembapan udara sistem ventilasi ruangan, dan kontaminan sisa hasil pernafasan. Suatu ruangan yang ditempati oleh banyak orang dengan berbagai kondisi kesehatan maka kemungkinan besar untuk dapat terpapar oleh resiko infeksi melalui kontak dengan orang lain. Ruangan yang di tempati oleh banyak orang dapat meningkatkan risiko timbulnya gangguan kesehatan.
Salah satu jenis gangguan kesehatan yang timbul akibat pemakaian AC adalah Sick Building Syndrom (SBS) yang di antaranya adalah flu, batuk dan iritasi kulit maupun mata.
Cara MencegahAtur suhu ideal:
-Jaga suhu tidak terlalu dingin (sekitar 24–26 derajat Celsius).
-Rutin servis AC: Bersihkan filter AC secara berkala.
-Gunakan pelembap: Pakai losion atau humidifier.
-Perbanyak minum air: Cegah dehidrasi akibat udara kering.
mungkin sulit bagi kamu untuk menghindari diri dari paparan AC bila sedang berada di kantor atau tempat umum lainnya, namun bila sedang berada di rumah, cobalah untuk tidak menggunakan AC. Nyalakan AC hanya kalau suhu udara sedang benar-benar panas.
Sumber Jurnal :
glints taploker :Sering Kerja dalam Ruang Ber-AC? Ketahui 7 Bahayanya
Halodoc: Sering Berada di Ruang Ber-AC? Ini Dampaknya
31 Jul 2026
Kemenkes : Pengaruh Udara Air Conditioner (AC) pada Kebugaran Tubuh
10 Oktober 2023 11:38 WIB
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
