Bahaya Sering Menggunakan Earphone dengan Volume Tinggi
Gaya Hidup | 2026-08-12 20:45:30Mendengarkan suara yang terlalu keras dalam waktu yang lama dapat merusak bagian telinga yang berperan dalam proses mendengar. Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, seseorang dapat mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara keras. Telinga berdenging atau berdengung setelah menggunakan earphone juga bisa menjadi tanda bahwa telinga telah menerima paparan suara yang terlalu keras.
World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa lebih dari 1 miliar orang berusia 12–35 tahun berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara keras dari kegiatan rekreasi, termasuk penggunaan perangkat audio pribadi.
Sebenarnya, menggunakan earphone bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Yang penting adalah memperhatikan cara penggunaannya. WHO menyarankan agar volume perangkat dijaga di bawah 60% dari volume maksimal dan durasi mendengarkan suara keras dikurangi. Memberikan waktu istirahat untuk telinga juga dapat menjadi kebiasaan sederhana yang mudah dilakukan.
Mulai sekarang, tidak ada salahnya mengecilkan volume sedikit. Musik tetap bisa dinikmati tanpa harus membuat telinga bekerja terlalu keras. Karena menjaga pendengaran hari ini berarti menjaga kemampuan kita untuk menikmati berbagai suara di masa depan.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. (2024, April 12). Preventing noise-induced hearing loss. https://www.cdc.gov/hearing-loss/prevention/
World Health Organization. (2022, March 2). WHO releases new standard to tackle rising threat of hearing loss. https://www.who.int/news/item/02-03-2022-who-releases-new-standard-to-tackle-rising-threat-of-hearing-loss
World Health Organization. (2026, March 6). Deafness and hearing loss: Safe listening. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/deafness-and-hearing-loss-safe-listening
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
