Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Reisha Ananta

Menahan Buang Air Kecil

Gaya Hidup | 2026-08-10 23:45:21

Coba jujur, seberapa sering Anda menahan kencing? Mungkin karena sedang rapat penting, macet di jalan tol, atau sekadar malas beranjak dari kasur di pagi hari yang dingin. Kebiasaan ini terlihat sepele, bahkan hampir semua orang pernah melakukannya. Namun, dibalik itu, tubuh sebenarnya sedang menanggung risiko yang tidak main-main.

Salah satu penyebab utama munculnya infeksi saluran kemih (ISK) justru berasal dari hal sesepele ini, yaitu kebiasaan menunda buang air kecil. Ketika urine ditahan terlalu lama, bakteri yang seharusnya ikut terbuang malah punya waktu lebih untuk berkembang biak di kandung kemih. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, gejala ISK bisa berupa rasa sakit saat buang air kecil, urin yang keluar sedikit-sedikit, warnanya keruh atau bahkan kemerahan karena ada darah, disertai demam dan badan terasa lemas.

Jika dibiarkan, infeksi ini bisa menyebar sampai ke ginjal dan menyebabkan kerusakan yang bersifat permanen.Bukan cuma soal infeksi. Otot kandung kemih yang terus-menerus “dipaksa” menahan kencing, lama-kelamaan juga bisa melemah. Akibatnya, muncul keluhan seperti nyeri saat berkemih atau urin yang rasanya tidak pernah tuntas keluar. Kalau sudah begini, urusan yang tadinya sepele bisa berubah jadi gangguan yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.Masalahnya, kebiasaan ini sering baru disadari setelah gejalanya muncul. Padahal, semakin sering ditahan, semakin besar pula risiko yang menumpuk untuk kesehatan ginjal di depannya. Untungnya, ini bukan kebiasaan yang tidak mungkin diperbaiki.

Kementerian Kesehatan memperingatkan untuk segera berkemih begitu tubuh memberi sinyal, apalagi setelah beraktivitas berat atau banyak minum. Perbanyak juga konsumsi air putih agar bakteri lebih cepat terbilas keluar, dan jangan lupa jaga kebersihan area kemaluan. Sekilas kelihatannya sepele, tapi kalau dijadikan kebiasaan, dampaknya cukup besar untuk kesehatan jangka panjang. Kalau keluhan seperti nyeri saat buang air kecil terus berulang, jangan ditunda-tunda lagi untuk periksa ke dokter. Toh, menjaga kebiasaan kecil seperti ini sebenarnya sama saja dengan menjaga salah satu organ paling vital dalam tubuh kita, yaitu ginjal.

Daftar PustakaKementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Perawatan penyakit infeksi saluran kemih. Yankes Kemkes RI. Diakses dari https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1338/perawatan-penyakit-infeksi-saluran-kemihKementerian Kesehatan Republik Indonesia. (tt). Kenali apa itu infeksi saluran kemih. Keslan Kemkes RI. Diakses dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4177/kenali-apa-itu-infeksi-saluran-kemih

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image