Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image humas ump

Dosen UMP Raih Juara Pertama Lomba Profil Perempuan Aisyiyah Berkemajuan

Info Terkini | 2026-08-04 20:20:51

Banyumas – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Titik Wahyuningsih, S.S., M.Hum., yang berhasil menjadi pemenang pertama Lomba Profil Perempuan Aisyiyah Berkemajuan. Kompetisi ini menjadi ajang untuk menampilkan sosok perempuan Aisyiyah yang inspiratif, inovatif, serta memiliki kontribusi nyata bagi keluarga, persyarikatan, dan masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan 18 Juli 2026 lalu di Aula Syamsuhadi Irsyad UMP ini diawali babak penilaian dengan pengiriman video profil yang kemudian diseleksi oleh dewan juri. Dari 14 video terpilih, dilaksanakan wawancara oleh 4 orang dewan juri meliputi pemahaman agama, wawasan kemuhammadiyahan/keasiyiyahan, kehidupan keluarga sakinah, dan peran dalam masyarakat.

Selanjutnya adalah babak final penilaian. Enam peserta yang masuk babak final diberikan satu pertanyaan yang harus dijawab dalam waktu maksimal dua menit di hadapan seluruh hadirin yang terdiri dari Dewan juri, tamu undangan, dan supporter dari tiap cabang. Titik Wahyuningsih memperoleh pertanyaan mengenai ketahanan pangan dan Qaryah Thayyibah, khususnya bagaimana merancang program yang berdampak meski dengan kondisi lahan terbatas serta tetap berorientasi pada pelestarian lingkungan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Titik membagikan pengalaman keluarganya dalam mengelola limbah organik rumah tangga melalui budidaya maggot. Menurutnya, maggot awalnya dimanfaatkan untuk menguraikan sampah dapur sehingga mampu mengurangi volume sampah organik secara signifikan. Selanjutnya, maggot dikembangbiakkan sebagai pakan ayam yang dipelihara di rumah.

"Di rumah kami yang hanya tipe 36, keluarga memelihara 10 ekor ayam. Salah satu pakannya berasal dari maggot. Ayam tersebut menghasilkan telur yang menjadi sumber pangan keluarga. Selain itu, residu maggot atau kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk untuk berbagai tanaman buah dalam pot (tabulampot) yang kami miliki. Dengan cara sederhana ini, ketahanan pangan keluarga tetap terjaga sekaligus mendukung kelestarian lingkungan," jelasnya.

Atas keberhasilannya meraih juara, Titik mengaku bersyukur dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah saling menginspirasi di kalangan warga Aisyiyah.

"Alhamdulillah, saya bersyukur atas amanah ini. Agenda seperti ini menjadi ruang bagi warga Aisyiyah untuk saling memotivasi. Kemenangan ini semakin melecut semangat saya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan persyarikatan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat agar terwujud rahmatan lil 'alamin. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan membantu perjalanan ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Titik menilai bahwa perempuan Aisyiyah di Banyumas memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi.

"Saya melihat ibu-ibu Aisyiyah di Banyumas memiliki potensi yang luar biasa. Dengan saling mengenal potensi yang dimiliki, peluang kerja sama akan semakin luas. Semoga sinergi ini mampu menggerakkan kemajuan bagi umat, baik saat ini maupun di masa mendatang, serta menjadi amal yang mendapatkan ridha Allah SWT," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyumas, Dr. Zakiyah, M.S.I menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Titik Wahyuningsih. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa kader Aisyiyah Banyumas memiliki kualitas, inovasi, dan semangat yang mampu menginspirasi banyak pihak.

"Kami mengucapkan selamat kepada Ibu Titik Wahyuningsih atas prestasi yang membanggakan ini. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh kader Aisyiyah untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga, masyarakat, serta persyarikatan. Kami berharap akan semakin banyak perempuan Aisyiyah yang berani menunjukkan potensi terbaiknya demi mewujudkan Aisyiyah yang berkemajuan," ujar dr. Zakiyah.

Prestasi ini semakin menegaskan peran dosen UMP tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga sebagai teladan dalam pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan keluarga, dan pengembangan nilai-nilai Aisyiyah Berkemajuan yang berdampak bagi lingkungan dan umat. (*/Chy)

Artikel lengkap dapat diakses DISINI

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image