Dua Mahasiswa UMP Raih Prestasi di Festival Handai Indonesia 2026
Info Terkini | 2026-08-26 13:42:28
Jakarta - Dua mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil menorehkan prestasi dalam Festival Handai Indonesia (FHI) 2026. Gloire Nsengiyumva Shaka, mahasiswa asal Republik Demokratik Kongo dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMP, meraih juara pertama kategori bernyanyi. Sementara itu, Abdalrahim Siddig Idris Agadouf, mahasiswa asal Sudan dari Fakultas Teknik UMP, berhasil meraih juara kedua kategori berpantun.
Prestasi tersebut diraih dalam ajang internasional yang mempertemukan para penutur asing bahasa Indonesia dari berbagai negara. Festival Handai Indonesia merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bagi warga negara asing yang mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, FHI mempertandingkan lima kategori, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Kompetisi ini diikuti 542 pendaftar dari 79 negara. Dari jumlah tersebut, hanya 25 peserta dari 21 negara yang berhasil lolos sebagai finalis dan mengikuti babak final di Jakarta.
Puncak Apresiasi Handai Indonesia 2026 digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta. Kegiatan tersebut mempertemukan penutur asing bahasa Indonesia dari berbagai negara sekaligus menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia dalam beragam bentuk ekspresi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyebut Festival Handai Indonesia sebagai ajang tingkat internasional yang memberikan ruang kepada para penutur asing untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam menggunakan bahasa Indonesia.
"Festival Handai Indonesia ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi bahasa Indonesia di tingkat global serta menjadikannya sebagai sarana membangun persahabatan antarbangsa," ungkap Abdul Mu'ti.
FHI 2026 sendiri menjadi salah satu bagian dari program penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menyatakan tingginya jumlah negara asal peserta FHI menunjukkan bahwa minat terhadap bahasa Indonesia semakin besar dan tersebar di berbagai belahan dunia.
Kepala Program BIPA UMP, Titik Wahyuningsih, S.S., M.Hum. menjelaskan keberhasilan dua mahasiswa UMP tersebut tidak diperoleh secara instan. Sebelum mengikuti tahap seleksi FHI 2026, keduanya menjalani persiapan dan latihan selama sekitar satu bulan bersama para pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMP.
"Setelah dinyatakan lolos ke babak final, persiapan kembali dilakukan secara lebih intensif selama sekitar satu setengah bulan. Shaka dan Agadouf mendapatkan pendampingan dari para pengajar BIPA UMP," ungkap Titik.
Pendampingan tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga pada kesiapan peserta menampilkan bahasa melalui seni dan budaya. Shaka mempersiapkan penampilannya dalam kategori bernyanyi, sedangkan Agadouf berlatih untuk kategori berpantun yang menuntut penguasaan bahasa sekaligus pemahaman terhadap salah satu tradisi sastra lisan Indonesia.
"Keikutsertaan mahasiswa internasional UMP dalam FHI juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bahasa Indonesia di lingkungan kampus. Melalui program BIPA, mahasiswa asing tidak hanya belajar menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dalam kehidupan akademik dan sehari-hari, tetapi juga mengenal lebih dekat budaya Indonesia," tambahnya.
Keberhasilan Shaka dan Agadouf meraih juara pada kompetisi internasional tersebut sekaligus menunjukkan hasil pembinaan BIPA UMP. Capaian itu juga memperlihatkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa internasional dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman lintas budaya serta memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia dalam pergaulan global.
Gloire Nsengiyumva Shaka, mahasiswa asal Republik Demokratik Kongo dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMP mengungkapkan rasa bahagianya dapat mengikuti FHI dan dapat meraih prestasi.
“Mengikuti Festival Handai Indonesia 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan membanggakan bagi saya karena saya berkesempatan mewakili Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Republik Demokratik Kongo. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara, belajar hal-hal baru, dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Terima kasih kepada UMP dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada saya selama mengikuti kegiatan ini.” Ujar Shaka.
Selaras dengannya, Abdalrahim Siddig Idris Agadouf, mahasiswa asal Sudan dari Fakultas Teknik UMP
juga berkata, “Saya sangat bersyukur dan bahagia bisa menjadi bagian dari FHI 2026. Pengalaman ini memberi saya banyak pelajaran, teman, dan kenangan indah. Terima kasih kepada FHI dan ibu-ibu guru BIPA UMP yang selalu mendukung perjalanan saya.” pungkasnya. (Aml/Chy)
Artikel lengkap dapat diakses DISINI
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
