Semangat Kemerdekaan, Rumah Zakat Ajak Lansia Merdeka Hati dan Pikiran
Info Terkini | 2026-08-28 20:25:11
Oleh: Suyatno
Tumpatan, 23 Agustus 2026, Semangat kemerdekaan tidak hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana setiap orang mampu merasakan kemerdekaan dalam hati dan pikirannya. Semangat inilah yang dihadirkan Rumah Zakat melalui Program Ramah Lansia dalam kegiatan pembinaan bulanan di Dusun Lestari 1, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (23/08/2026) pukul 09.00 WIB.
Masih dalam suasana memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, kegiatan pembinaan diawali dengan membaca Surah Al-Fatihah. Suasana kemudian semakin khidmat dan penuh semangat ketika para peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa semangat cinta tanah air dapat tumbuh dan dirawat oleh semua generasi, termasuk para lanjut usia.
Dalam sambutannya, Relawan Inspirasi Rumah Zakat menyampaikan bahwa kehadiran Rumah Zakat di tengah masyarakat merupakan bentuk ikhtiar untuk memberikan kontribusi kebaikan sekaligus membangun masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
“Rumah Zakat hadir di tengah masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam kebaikan dan dakwah, khususnya melalui Desa Berdaya Tumpatan. Melalui Program Ramah Lansia, kami ingin para lansia tetap mendapatkan perhatian, baik dalam aspek kesehatan fisik maupun mental, sehingga dapat menjalani masa lanjut usia dengan penuh semangat dan keceriaan,” demikian pesan yang disampaikan Relawan Inspirasi.
Merdeka Hati, Merdeka Pikiran
Memasuki sesi pembinaan, materi disampaikan oleh Ibu Hj. Rubyanti, M.Sos. dengan topik “Merdeka Hati dan Pikiran.”
Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya diukur dari kebebasan secara fisik, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk membebaskan hati dan pikirannya dari berbagai hal yang dapat mengganggu ketenangan hidup.
Merdeka hati dan pikiran berarti mampu membebaskan diri dari rasa takut yang berlebihan, prasangka buruk, serta ketergantungan terhadap penilaian orang lain. Kemerdekaan batin tersebut dapat membantu seseorang menjadi lebih tenang, bijaksana dalam bersikap, dan tidak mudah terbawa emosi negatif maupun pengaruh buruk dari lingkungan.
Merdeka hati juga berarti berusaha membebaskan diri dari iri, dengki, dan dendam kepada sesama. Sebaliknya, seseorang diajak untuk belajar menerima kehidupan dengan tulus dan ikhlas, serta menjalani setiap kebaikan dengan lapang dada.
Sementara itu, merdeka pikiran berarti mampu melihat dan menghadapi persoalan secara lebih objektif, tidak mudah panik, serta berusaha mengambil keputusan dengan tenang dan bijaksana.
Pesan tersebut menjadi semakin bermakna bagi para lansia. Memasuki usia senja bukan berarti berhenti untuk bertumbuh dan melakukan kebaikan. Justru masa lanjut usia dapat menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak syukur, menjaga hubungan dengan sesama, serta menjalani kehidupan dengan hati yang lebih tenang.
Kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya bebas dari sesuatu, tetapi juga mampu membebaskan hati dari kebencian dan pikiran dari kegelisahan.
Ditutup dengan Pemeriksaan Kesehatan
Setelah sesi pembinaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi peserta Program Ramah Lansia. Para peserta mendapatkan layanan penimbangan berat badan dan pemeriksaan tekanan darah (tensi).
Pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan bersama tim medis, di antaranya Ibu Hena dan Ibu Nilwanti. Sambil menunggu giliran pemeriksaan, para peserta juga menikmati snack ringan dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian Rumah Zakat terhadap kesehatan para lansia. Selain mendapatkan pembinaan spiritual dan edukasi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk memantau kondisi kesehatan secara sederhana.
Melalui Program Ramah Lansia, Rumah Zakat bersama Relawan Inspirasi terus berikhtiar menghadirkan kegiatan yang menyentuh berbagai sisi kehidupan lansia, mulai dari kesehatan, mental, spiritual, hingga kebersamaan sosial.
Semoga kegiatan pembinaan ini memberikan manfaat bagi para lansia, menumbuhkan semangat untuk menjalani masa tua dengan bahagia, serta menjadi sarana untuk terus menjaga kesehatan, memperkuat keimanan, dan membangun hubungan yang harmonis dengan sesama.
Semoga seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini mendapatkan keberkahan dan menjadi bagian dari amal kebaikan yang terus mengalir.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
