JEC 2026 Dorong Pengusaha Indonesia Memperluas Jejaring hingga Korea Selatan
Bisnis | 2026-08-04 16:06:32
Pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk yang baik. Untuk bertumbuh, mereka juga membutuhkan pengetahuan, jaringan, calon mitra, dan akses terhadap pasar yang lebih luas.
Kebutuhan tersebut menjadi latar belakang penyelenggaraan Jakarta Entrepreneur Conference 2026 atau JEC 2026. Acara yang digelar TDA DKI Jakarta ini akan berlangsung pada 3–6 September 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center, Senayan, Jakarta.
Mengusung tema “Beyond Border, Let’s Go Together”, JEC 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan bagi pengusaha, investor, pemimpin bisnis, praktisi, dan komunitas usaha dari berbagai sektor.
Penyelenggara menargetkan 1.000 peserta konferensi dan 15.000 pengunjung expo selama empat hari pelaksanaan. Berbagai kegiatan disiapkan, mulai dari seminar, workshop, sesi pembahasan mendalam, business clinic, konsultasi bisnis individual, business matching, pameran produk, hingga networking gala dinner.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memperoleh wawasan yang aplikatif sekaligus memperluas hubungan dengan calon mitra, investor, dan pelaku usaha dari berbagai industri.
Membuka Jejaring Bisnis Indonesia–Korea Selatan
Salah satu agenda utama JEC 2026 adalah penguatan hubungan bisnis antara Indonesia dan Korea Selatan.
Korea International Trade Association atau KITA menjadi mitra resmi dari Korea Selatan dalam agenda kolaborasi internasional tersebut. KITA merupakan organisasi perdagangan yang mewadahi dan mendukung kepentingan pelaku usaha Korea Selatan.
Melalui business matching dan pertemuan bisnis, pelaku usaha Indonesia akan memperoleh kesempatan untuk mengenal jaringan bisnis Korea Selatan serta menjajaki potensi kemitraan dan pengembangan pasar.
Namun, pertemuan dalam konferensi tentu bukan jaminan bahwa peserta akan langsung memperoleh investasi, kontrak, atau pasar baru. Nilai utamanya terletak pada kesempatan membangun hubungan awal, bertukar informasi, serta memahami kebutuhan dan peluang dari masing-masing pihak.
Bagi pelaku UMKM dan pengusaha yang ingin memperluas pasar, akses terhadap jaringan seperti ini dapat menjadi langkah awal yang penting.
Tidak Hanya Mendengarkan Seminar
JEC 2026 tidak hanya menawarkan sesi berbagi pengetahuan dari panggung utama. Peserta juga dapat mengikuti business clinic dan konsultasi individual untuk membahas tantangan bisnis secara lebih spesifik.
Persoalan yang dibahas dapat meliputi strategi pemasaran, pengembangan produk, pengelolaan usaha, pembangunan merek, peningkatan kapasitas organisasi, hingga persiapan memasuki pasar baru.
Founder Komunitas Tangan Di Atas, Badroni Yuzirman, mengatakan JEC 2026 diharapkan menjadi tempat bertemunya pengetahuan, peluang, dan jaringan bisnis.
“JEC 2026 bukan sekadar konferensi bisnis, tetapi ruang bertemunya ilmu, peluang, dan jejaring. Inilah momentum bagi para pengusaha untuk bertumbuh bersama, memperluas kolaborasi, dan membawa bisnisnya naik kelas,” kata Badroni.
Presiden TDA, Ferdian Brilian, menyampaikan bahwa penyelenggaraan JEC 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pengusaha Indonesia.
“JEC 2026 adalah wujud komitmen TDA dalam membangun ekosistem pengusaha Indonesia yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing. Mari hadir, terhubung, dan membuka peluang pertumbuhan baru bersama ribuan entrepreneur dari berbagai industri,” ujar Ferdian.
Tokoh TDA dan Presiden TDA 2.0, Rosihan Anwar, juga menilai bahwa pertumbuhan usaha membutuhkan pengetahuan dan keberanian untuk menjalin kolaborasi.
“Bisnis tidak tumbuh sendirian. Ia membutuhkan pengetahuan, jejaring, dan keberanian untuk berkolaborasi. JEC 2026 menghadirkan ketiganya dalam satu momentum yang tidak boleh dilewatkan oleh para pengusaha,” kata Rosihan.
Menjadikan Pertemuan Lebih Bermakna
Salah satu tantangan dalam kegiatan bisnis adalah memastikan hubungan yang terbentuk tidak berhenti setelah acara selesai.
Pertukaran kartu nama dan percakapan singkat baru memiliki nilai ketika dilanjutkan menjadi komunikasi, proses belajar, penjajakan kerja sama, atau kegiatan bisnis yang nyata.
Karena itu, TDA berencana menindaklanjuti peluang business matching, kolaborasi, dan hubungan bisnis yang terbentuk selama JEC 2026. Konsep kegiatan ini juga direncanakan untuk dikembangkan di sejumlah wilayah lainnya.
JEC 2026 terbuka bagi pengusaha, pelaku UMKM, profesional, pemilik merek, investor, anggota komunitas bisnis, dan calon mitra usaha.
Sejumlah pembicara dari kalangan entrepreneur, pakar pemasaran, akademisi, praktisi, dan pemimpin bisnis dijadwalkan mengisi rangkaian konferensi. Daftar final pembicara, pengisi acara, dan jadwal setiap sesi akan diumumkan secara bertahap melalui kanal resmi JEC 2026.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
