Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nayla syafika a

QRIS Kini Go International! Dari Lapak UMKM hingga Mancanegara

Bisnis | 2026-07-30 19:15:27

Siapa yang menyangka, satu stiker kode persegi bercorak hitam-putih yang biasanya kita temui di lapak warung makan sederhana, kini sudah melintasi batas-batas negara?

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), inovasi pembayaran digital yang diusung Bank Indonesia, telah melakukan lompatan besar. QRIS tidak lagi sekadar menjadi pahlawan inklusi keuangan di negeri sendiri, tetapi telah resmi "Go International" sebagai alat transaksi antarnegara (Cross-Border).

sumber: stok foto gratis dari magnific dengan nama Qr code scan on mobile design

Scan QRIS Kini Bisa Lintas di 6 Negara

Hingga pertengahan tahun 2026, kemudahan transaksi non-tunai berbasis QRIS sudah bisa dinikmati di 6 negara tujuan:

  1. Thailand (menggunakan jaringan QR PromptPay)
  2. Malaysia (menggunakan jaringan DuitNow QR)
  3. Singapura (menggunakan jaringan NETS QR)
  4. Jepang (menggunakan jaringan JPQR Global)
  5. Korea Selatan (menggunakan jaringan Seoul Pay atau Jeju Pay)
  6. Tiongkok / China (menggunakan jaringan Alipay atau UnionPay)

Bagaimana car kerja penggunaan qrProsesnya sangat praktis. Saat berlibur atau berbisnis di negara-negara tersebut, kamu tak perlu lagi repot-repot mencari tempat penukaran uang (money changer) atau membawa sekantong uang tunai.

Cukup buka aplikasi mobile banking atau dompet digital langgananmu dari Indonesia (seperti BCA, Mandiri, BNI, GoPay, DANA, dan lainnya), lalu scan kode QR merchant setempat. Secara otomatis, saldo Rupiah di akunmu akan terpotong sesuai dengan nilai kurs yang berlaku real-time saat itu.

Langkah nyata perluasan ini terlihat saat Bank Indonesia bersama jajaran perbankan resmi meluncurkan integrasi pembayaran di Tiongkok pada 30 April 2026. Melalui aplikasi seperti wondr by BNI, nasabah Indonesia kini dapat bertransaksi langsung di jaringan merchant Alipay dan UnionPay.

Menariknya, konektivitas ini berlaku dua arah. Wisatawan asal Tiongkok pun kini bisa berbelanja di merchant-merchant Indonesia hanya dengan memindai kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran lokal mereka. Sinergi ini diprediksi kuat akan mendongkrak sektor pariwisata nasional dan memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital dunia.

Sebelum melangkah ke panggung dunia, kekuatan utama QRIS justru berakar dari efektivitasnya di level akar rumput. Berbagai studi ilmiah dan kegiatan pengabdian masyarakat membuktikan bahwa adopsi QRIS membawa dampak transformatif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

  • Efisiensi & Transparansi: Pelaku usaha mikro tidak perlu lagi pusing memikirkan uang kembalian. Seluruh pencatatan transaksi masuk secara otomatis dan akurat.
  • Literasi Keuangan Meningkat: Penggunaan QRIS yang didampingi dengan pelatihan pencatatan keuangan sederhana mendorong para pemilik UMKM—seperti pedagang warung makan—untuk mengelola laporan laba rugi usaha secara mandiri, akuntabel, dan berkelanjutan.
  • Inklusi Keuangan: QRIS membuka akses bagi pedagang kecil untuk masuk ke dalam ekosistem perbankan dan ekonomi digital secara luas.

Tantangan Keamanan Siber & Kendala Teknis

Di balik kenyamanan dan kecepatan transaksi digital, ada harga yang harus dibayar berupa kewaspadaan. Berdasarkan kajian Systematic Literature Review (SLR) terhadap berbagai literatur ilmiah, implementasi QRIS masih dihadapkan pada dua tantangan utama:

1. Kejahatan Siber (Cyber Crime)

  • Modus Stiker Palsu: Oknum jahat menimpa stiker QRIS resmi milik merchant dengan stiker kode QR milik mereka.
  • Quishing (QR Code Phishing): Pengguna diarahkan ke tautan web tiruan yang berbahaya untuk mencuri saldo atau informasi sensitif.
  • Malware: Kode QR yang telah dimodifikasi dapat menyisipkan virus peretas ke dalam ponsel pintar pengguna.

2. Kendala Operasional & Teknis

  • Human Error pada QRIS Statis: Pada jenis QRIS statis, pembeli harus memasukkan nominal pembayaran secara manual. Kecerobohan input angka sering kali berujung pada proses pengembalian dana (refund) yang rumit.
  • Ketergantungan Internet dan Server: Transaksi digital membutuhkan kestabilan jaringan internet dan server bank. Gangguan sistem dapat memicu kegagalan transaksi, seperti saldo konsumen yang sudah terpotong namun belum terdata di pihak penjual.
  • Batasan Limit Transaksi: Regulasi pembatasan nominal transaksi terkadang membuat QRIS kurang fleksibel untuk transaksi bisnis berskala besar.

Transformasi QRIS dari lapak UMKM hingga ke mancanegara merupakan bukti nyata kemajuan teknologi finansial Indonesia. Keberhasilan sistem ini di masa depan sangat bergantung pada sinergi tiga pihak: pemerintah/regulator dalam penguatan aturan, penyedia layanan dalam meningkatkan keandalan infrastruktur teknis, serta masyarakat yang makin bijak.

Sebagai pengguna, kunci utamanya adalah tetap hati-hati dan teliti. Selalu periksa kembali nama merchant dan nominal yang tertera di layar ponsel sebelum mengonfirmasi pembayaran. Dan tentu saja, menyiapkan sedikit uang tunai darurat saat bepergian tetaplah langkah bijak untuk mengantisipasi potensi kendala sinyal di lapangan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image