Industri Konstruksi Masuki Era Digital
Teknologi | 2026-07-24 17:20:10
Digitalisasi perlahan mengubah cara industri konstruksi merancang dan mengelola proyek. Di tengah tuntutan efisiensi, ketepatan waktu, serta meningkatnya kompleksitas pembangunan, pelaku industri mulai beralih ke teknologi Building Information Modeling (BIM) sebagai solusi untuk memperkuat kolaborasi, meminimalkan revisi desain, dan meningkatkan produktivitas proyek.
Sistem ini dinilai mampu membantu perusahaan mengurangi revisi desain, mempercepat penyelesaian proyek, hingga meningkatkan profitabilitas melalui alur kerja yang lebih terintegrasi.
Topik tersebut menjadi pembahasan utama dalam seminar "BIM for Business: Mengurangi Revisi, Mempercepat Proyek, dan Meningkatkan Profit melalui Workflow BIM Terintegrasi" yang diselenggarakan oleh AppliCAD Indonesia di Surabaya pada Rabu (15/7/2026).
Seminar ini diikuti oleh para profesional dari industri Architecture, Engineering, and Construction (AEC) yang ingin memperdalam pemahaman mengenai implementasi BIM.
Kolaborasi Jadi Fondasi Transformasi Digital
Seminar dibuka oleh Ketua Umum Perkumpulan Inovasi dan Informasi Model Indonesia (I2MI), Errika Ferdinata, yang menjelaskan pentingnya membangun ekosistem BIM di Indonesia.
Menurutnya, percepatan adopsi BIM tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan kolaborasi yang kuat antarpelaku industri agar transformasi digital di sektor konstruksi dapat berjalan lebih optimal.
BIM Bukan Sekadar Membuat Desain
Materi berikutnya disampaikan oleh praktisi BIM dari Attaya Architect, Ahmad Shiddiq Wangsaputra. Ia membagikan pengalamannya menerapkan BIM dalam berbagai proyek konstruksi.
Ia menjelaskan bahwa BIM tidak hanya digunakan untuk membuat model bangunan secara digital, tetapi juga membantu meningkatkan koordinasi antartim, mempermudah proses pengambilan keputusan, serta meminimalkan kesalahan yang berpotensi memicu revisi di lapangan.
Dengan sistem kerja yang terintegrasi, setiap pihak yang terlibat dalam proyek dapat mengakses informasi yang sama sehingga proses kolaborasi menjadi lebih efektif.
Workflow Terintegrasi Tingkatkan Produktivitas
Wakil Ketua Umum I2MI, Ary Dwi Jatmiko, turut memaparkan manfaat BIM dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
Menurutnya, penerapan BIM memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak karena menghadirkan proses kerja yang lebih terstruktur, transparan, dan kolaboratif. Ia juga menjelaskan berbagai aspek yang perlu diperhatikan agar implementasi BIM dapat berjalan sesuai standar.
Sementara itu, sesi penutup diisi oleh Januar Arief yang memperkenalkan penerapan workflow BIM terintegrasi menggunakan Graphisoft Archicad.
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, perusahaan konstruksi dinilai mampu mengurangi potensi revisi, mempercepat penyelesaian proyek, sekaligus meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis.
Antusiasme Peserta Tunjukkan BIM Semakin Diminati
Diskusi berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta kepada para narasumber. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pelaku industri konstruksi mulai menyadari pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari peningkatan daya saing perusahaan.
Seminar ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai penerapan BIM di berbagai proyek serta tantangan yang masih dihadapi dalam proses implementasinya.
Langkah Menuju Industri Konstruksi yang Lebih Modern
Melalui penyelenggaraan seminar ini, AppliCAD Indonesia berharap implementasi Building Information Modeling di Indonesia terus berkembang dan semakin banyak dimanfaatkan oleh pelaku industri.
Dengan dukungan teknologi yang tepat serta kolaborasi yang kuat, BIM diharapkan mampu menciptakan proyek konstruksi yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, AppliCAD Indonesia merupakan perusahaan penyedia solusi teknologi desain dan rekayasa yang mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri, termasuk Architecture, Engineering & Construction (AEC), manufaktur, serta teknologi pemodelan tiga dimensi melalui berbagai solusi perangkat lunak dan layanan profesional.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
