Bintang Nararya, Siswa SMKN 6 Pontianak yang Mengejar Masa Depan
Eduaksi | 2026-09-20 17:49:09Pontianak - Bagi sebagian siswa, kehidupan sekolah mungkin hanya berkutat pada ruang kelas, tugas, ujian, dan kegiatan bersama teman. Namun bagi Bintang Nararya, masa sekolah menjadi ruang untuk mencoba banyak hal.
Siswa kelas 12 jurusan Desain Komunikasi Visual ( DKV ) di SMKN 6 Pontianak ini menjalani berbagai aktivitas di luar kegiatan belajar. Ia aktif dalam organisasi dan ekstrakurikuler, mengembangkan kemampuan di bidang kreatif, mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan, menjalani praktik kerja lapangan di sebuah creative agency, sekaligus bekerja sebagai pengantar makanan dan barang di sela-sela kesibukannya.
Semua itu ia lakukan dengan satu tujuan sederhana: mempersiapkan masa depan.
15 Kilometer Perjalanan Menuju Sekolah
Setiap hari sekolah, Bintang harus menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer dari rumah menuju SMKN 6 Pontianak.
Perjalanannya bukan sekadar keluar rumah lalu tiba di sekolah. Ia harus melewati beberapa jembatan dan sekitar sembilan lampu merah dalam perjalanan.
Biasanya, Bintang berangkat sekitar pukul 06.00. Waktu tempuhnya kurang lebih 30 menit.
Namun ada satu hal yang menurutnya cukup membanggakan: selama bersekolah di SMKN 6 Pontianak, ia mengaku hampir selalu berhasil datang tepat waktu.
Baginya, jarak bukan alasan untuk mengurangi keseriusan dalam menjalani sekolah.
Pilihan masuk SMKN 6 Pontianak sendiri bukan tanpa pertimbangan. Sebelum masuk SMK, Bintang pernah menjalani pendidikan melalui sistem paket secara daring di Jawa meskipun tinggal di Pontianak.
Ketika ingin melanjutkan ke jenjang SMK, ia sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia desain, film, poster, dan berbagai bidang kreatif lainnya.
DKV akhirnya menjadi pilihan.
Ia sempat mempertimbangkan beberapa sekolah lain, tetapi akhirnya memilih SMKN 6 Pontianak karena salah satunya mempertimbangkan akreditasi sekolah.
Kini, pilihan tersebut membawanya sampai kelas 12.
Dari DKV hingga Berbagai Organisasi
Di sekolah, Bintang tidak hanya menghabiskan waktu di kelas.
Ia aktif dalam berbagai organisasi dan ekstrakurikuler, di antaranya OSIS, Palang Merah Remaja (PMR), English Study Club, dan Content Creative.
Di PMR, ia dipercaya menjadi ketua ekstrakurikuler.
Sementara di OSIS, ia terlibat dalam berbagai kegiatan dan pernah menjadi bagian dari bidang publikasi, dekorasi, dan dokumentasi. Ia juga mengelola akun Instagram OSIS serta pernah membantu mengurus akun resmi sekolah ketika akun tersebut sedang tidak aktif.
Pengalamannya di dunia dokumentasi juga membuatnya sering terlibat dalam berbagai acara sekolah.
Bagi Bintang, kegiatan organisasi bukan hanya tentang mendapatkan jabatan. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengelola kegiatan, sekaligus mengembangkan kemampuan yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas.
Ia juga beberapa kali terlibat dalam Festival Film Pelajar Khatulistiwa sejak 2024 hingga 2026.
Selain itu, melalui PMR ia pernah mengikuti latihan gabungan PMR se-Kota Pontianak.
Ketika Kegiatan Kreatif Berubah Menjadi Prestasi
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Bintang adalah ketika mengikuti Creative Creator Competition se-Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh KAMMA dari Satu University.
Ia mengikuti kompetisi tersebut bersama pasangannya, Saptiana Dira.
Awalnya, Bintang tidak terlalu berekspektasi untuk mendapatkan hasil besar.
Namun hasilnya justru di luar dugaan.
Ia dan Dira berhasil meraih Juara 3.
Penghargaan tersebut dilengkapi dengan piala, piagam, uang tunai, serta beasiswa senilai Rp6 juta di Universitas Satu.
Bagi Bintang, kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang paling ia banggakan.
Bukan semata-mata karena hadiah yang didapatkan, tetapi karena kompetisi tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan kreatif yang selama ini ia kembangkan ternyata bisa menghasilkan sesuatu.
Selain aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, Bintang juga beberapa kali mengikuti Gathering OSIS yang diselenggarakan oleh by.U Pontianak. Kegiatan tersebut diikutinya sebanyak dua kali dan menjadi salah satu pengalaman yang mempertemukannya dengan lingkungan serta pengalaman baru di luar rutinitas sekolah.
Bagi Bintang, mengikuti sebuah kegiatan tidak selalu harus berakhir dengan kemenangan. Ada pengalaman, relasi, keberanian untuk mencoba kembali, serta kemampuan yang berkembang dari setiap proses yang dijalani.
Belajar dari Banyak Proyek
Selama bersekolah di jurusan DKV, Bintang juga sudah mengerjakan berbagai macam karya.
Mulai dari desain poster, video promosi, konten media sosial, desain untuk kegiatan sekolah, film pendek, fotografi, poster penerimaan peserta didik baru, branding PMR dan OSIS, hingga berbagai kebutuhan visual lainnya.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik untuk mendalami dunia desain dan industri kreatif.
Saat ini, Bintang bahkan sedang menjalani magang di Kreassi Team, sebuah creative agency di Pontianak.
Masa magangnya berlangsung selama tiga bulan dan saat ini masih menyisakan sekitar satu bulan.
Di sana, ia mulai terlibat dalam berbagai pekerjaan seperti mengurus branding, membuat poster, ikut memproduksi konten, hingga mulai membantu mengerjakan desain untuk klien.
Bintang menjalani magang bersama Dira. Namun keduanya memiliki fokus yang berbeda.
Bintang lebih banyak berkonsentrasi pada bidang desain, sementara Dira lebih berfokus pada fotografi.
Bagi Bintang, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk merasakan bagaimana kemampuan yang selama ini dipelajari di sekolah digunakan dalam lingkungan kerja nyata.
Ketika Seragam Sekolah Berganti Jaket Ojol
Di balik aktivitas sekolah dan dunia kreatifnya, ada sisi lain dari kehidupan Bintang yang mungkin tidak banyak diketahui orang.
Ia juga bekerja sebagai pengantar makanan dan barang.
Pengalamannya dengan dunia ojek bahkan sudah dimulai sejak masih SMP. Saat itu, ia menggunakan akun milik kakaknya untuk mengantar pesanan pada malam hari.
Biasanya ia mulai sekitar pukul 18.00 hingga tengah malam.
Ketika memasuki masa SMK, aktivitas tersebut sempat berhenti karena kesibukan sekolah.
Setelah memiliki KTP, Bintang kemudian mulai mendaftarkan dirinya ke beberapa platform layanan pengantaran. Mulai dari Grab, Maxim, ShopeeFood, hingga KiteAntar.
Saat ini, ia lebih sering menggunakan ShopeeFood dan bahkan sudah memiliki jaket ShopeeFood sendiri.
Menjalani pekerjaan tersebut membuatnya mengenal sisi kehidupan yang berbeda.
Ada hari ketika orderan ramai, tetapi ada juga saat-saat ketika ia harus menunggu cukup lama.
Ada pelanggan yang memberikan tip, ada pula pengalaman unik seperti pelanggan yang meminta bantuan untuk menghubungi pasangannya.
Cuaca juga menjadi bagian dari pekerjaan.
Panas, hujan, perjalanan jauh, hingga kondisi jalan yang tidak selalu bersahabat sudah menjadi hal yang harus dihadapi.
Namun Bintang tidak menganggap pekerjaan tersebut sebagai sesuatu yang memalukan.
Baginya, sederhana saja.
Kalau ingin mendapatkan uang, ia harus bekerja.
“Ga Kerja, Ga Ada Duit”
Bintang memiliki cara berpikir yang cukup sederhana mengenai pekerjaan sampingannya.
“Ga kerja = Ga ada duit. Kalau mau duit, harus Berusaha.”
Kalimat tersebut menggambarkan bagaimana ia melihat pekerjaannya.
Penghasilan dari mengantar makanan biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari bensin, keperluan sekolah, jajan, hingga menikmati waktu bersama orang-orang terdekat.
Ia juga tidak selalu bekerja setiap hari.
Ketika tubuh terasa lelah, ia memilih beristirahat. Namun ketika sedang bersemangat, ia bisa bekerja dari pagi hingga sore bahkan sampai malam.
Menurutnya, menjaga kondisi tubuh juga penting karena ia masih harus menjalani sekolah dan berbagai aktivitas lainnya.
Ada Seseorang yang Menemani dari Nol
Dalam perjalanan Bintang, ada satu sosok yang sering berada di sampingnya: Saptiana Dira.
Dira bukan hanya partner Bintang dalam beberapa kegiatan dan perlombaan. Ia juga menjadi orang yang sering menemani Bintang ketika bekerja.
Bahkan ketika Bintang sedang mengojek, Dira beberapa kali ikut menemaninya.
Kehadiran Dira menjadi salah satu bentuk dukungan bagi Bintang.
Bagi Bintang, perjalanan mengejar masa depan tidak harus selalu dilakukan sendirian.
Ia menyadari bahwa terkadang seseorang membutuhkan support system agar tetap bertahan ketika sedang mengalami masa sulit.
Hubungan mereka juga membuat Bintang belajar mengenai tanggung jawab, pengelolaan uang, dan berbagai konsekuensi dari pilihan hidup yang dijalani.
Meski begitu, Bintang mengakui bahwa ketika bekerja bersama Dira, pengeluarannya tentu menjadi lebih banyak dibandingkan ketika bekerja sendirian.
Namun ia tetap menikmati kebersamaan tersebut.
Baginya, perjalanan menuju masa depan tidak hanya tentang berapa banyak uang yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga tentang siapa yang hadir selama perjalanan itu berlangsung.
Mimpi yang Lebih Besar Setelah Lulus
Setelah lulus SMK, Bintang memiliki beberapa rencana.
Ia ingin melanjutkan kuliah di bidang DKV dan tetap mengembangkan kemampuan kreatif yang sudah dimulainya sejak sekolah.
Selain kuliah, ia juga ingin memiliki bisnis sendiri.
Keinginan tersebut sebenarnya sudah lama muncul.
Ia pernah mempertimbangkan untuk mengambil alih sebuah usaha kafe, tetapi setelah mempertimbangkan modal dan biaya sewa tempat, rencana tersebut akhirnya belum dilanjutkan.
Ia juga pernah memikirkan bisnis pemasangan stiker pada kendaraan dan berbagai peluang usaha lainnya.
Namun Bintang sadar bahwa membangun bisnis membutuhkan persiapan yang tidak sedikit.
Mulai dari legalitas, produksi, pemasaran, hingga operasional.
Karena itu, beberapa rencana tersebut masih ia simpan sambil mencari waktu, modal, dan sistem yang tepat.
Ingin Kuliah Bersama Orang yang Dicintainya
Ada satu bagian lain dari masa depan yang juga ingin Bintang perjuangkan.
Ia ingin kuliah.
Namun ia juga berharap Dira bisa melanjutkan pendidikan.
Bintang mengatakan bahwa kondisi ekonomi Dira tidak sama dengannya. Karena itu, jika suatu saat ia memiliki rezeki yang cukup, ia ingin membantu membiayai pendidikan Dira.
Bintang sendiri memiliki rencana untuk mengambil jurusan DKV, sementara Dira memiliki rencana untuk mendalami bahasa Inggris.
Bagi Bintang, keberhasilan bukan hanya ketika dirinya berhasil mencapai sesuatu.
Ia juga ingin orang yang berjalan bersamanya mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
Dari Anak yang Pemalu Menjadi Seseorang yang Berani Tampil
Jika melihat Bintang sekarang, mungkin sulit membayangkan bahwa dirinya dulu pernah merasa jauh lebih pemalu.
Namun berbagai pengalaman di sekolah perlahan mengubahnya.
Organisasi, perlombaan, dokumentasi, bekerja bersama banyak orang, membuat konten, hingga bekerja di jalanan membuatnya semakin terbiasa bertemu dan berkomunikasi dengan berbagai macam orang.
Kini ia merasa jauh lebih terbuka dan berani.
Bukan karena semua rasa takut tiba-tiba menghilang, tetapi karena ia semakin sering memaksa dirinya untuk mencoba.
Tidak Semua Perjalanan Harus Langsung Berhasil
Perjalanan Bintang sampai saat ini juga tidak selalu berjalan mulus.
Ia masih harus belajar mengatur waktu, uang, tenaga, pendidikan, hubungan, dan rencana masa depan secara bersamaan.
Beberapa rencana bisnis belum terealisasi.
Tabungan juga belum selalu berjalan sesuai keinginan.
Tetapi ia memilih untuk terus mencoba.
Baginya, menjadi siswa bukan berarti harus menunggu sampai lulus untuk mulai memikirkan masa depan.
Sekolah bisa menjadi tempat belajar.
Organisasi menjadi tempat mengembangkan diri.
Magang menjadi tempat mengenal dunia kerja.
Sementara pekerjaan sampingan menjadi cara untuk belajar mandiri dan menghargai proses mendapatkan penghasilan.
Kejar Apa yang Bisa Dikejar
Bintang masih memiliki perjalanan panjang setelah lulus SMK.
Ia ingin kuliah, membangun bisnis, mengembangkan kemampuan desain, dan suatu hari bisa merantau keluar Pulau Kalimantan bersama orang yang ia sayangi.
Ia belum mengetahui secara pasti bagaimana semua rencana tersebut akan berjalan.
Namun satu hal yang ia pegang adalah keinginan untuk terus bergerak.
Dari ruang kelas SMKN 6 Pontianak, berbagai kegiatan organisasi, layar komputer yang digunakan untuk mendesain, ruang kerja creative agency, hingga jalanan Pontianak yang dilewati ketika mengantar pesanan, semuanya menjadi bagian dari prosesnya.
Mungkin saat ini ia belum memiliki bisnis besar.
Mungkin ia belum memiliki tabungan sebanyak yang diinginkan.
Mungkin banyak rencana yang masih sebatas rancangan.
Tetapi setiap perjalanan, pekerjaan, kegagalan, kemenangan, dan pengalaman yang dijalani hari ini perlahan membentuk dirinya untuk menghadapi hari esok.
Karena pada akhirnya, Bintang percaya bahwa masa depan bukan sesuatu yang hanya ditunggu.
Masa depan harus dijemput.
Dan bagi dirinya, ada satu pesan sederhana yang ingin terus ia pegang:
“Kejar apa yang kau bisa, sebelum terlambat.”
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
