Bullying Bukan Sekadar Candaan: Saatnya Membangun Karakter Saling Menghargai
Eduaksi | 2026-07-24 14:03:28
Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan kenakalan remaja yang kian marak terjadi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Santan Tengah mengadakan sosialisasi mengenai pencegahan bullying di MAS As'adiyah Marangkayu. Kegiatan ini diselenggarakan pada (Rabu, 22 Juli 2026) yang diikuti oleh siswa siswi kelas 12 sebagai upaya untuk mengajak para siswa memahami pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman mengusung tema “Bersama Ciptakan Sekolah Aman: Stop Bullying, Bangun Karakter Saling Menghargai”.
Rangkaian acara dibuka secara semi formal yang dipandu oleh Siti Ayu Aulia selaku mahasiswa KKN Desa Santan Tengah, kemudian dilanjutkan dengan Upacara dari Bapak Johansyah, ME selaku Kepala MAS As'adiyah Marangkayu. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai bullying diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa kenakalan remaja dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal.
Memasuki sesi inti, mahasiswa KKN UINSI menyampaikan materi seputar bullying, mulai dari pengertian, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahannya. Upaya pencegahan tersebut tentu memerlukan dukungan dari berbagai pihak, seperti orang tua, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga para siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak untuk merefleksikan pengalaman dan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekedar sosialisasi, kegiatan ini menghadirkan sesi refleksi yang memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Di penghujung acara, para siswa diberikan kesempatan untuk menuangkan pikiran, perasaan, serta pesan-pesan yang selama ini tersimpan ke dalam selembar kertas putih. Goresan tinta yang tertua di atasnya menjadi wadah bagi mereka untuk menyampaikan keresahan sekaligus harapan akan lingkungan pertemanan yang lebih baik.Momen sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki cerita yang layak didengar demi terciptanya lingkungan yang lebih suportif dan bebas dari tindakan perundungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UINSI Desa Santan Tengah berharap bahwa upaya pencegahan bullying tidak berhenti pada ruang sosialisasi semata, melainkan dapat tumbuh menjadi kesadaran bersama. Dengan saling menghargai dan membangun empati, sekolah dapat menjadi tempat yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi seluruh peserta didik.Sebagai penutup kegiatan, salah satu mahasiswa KKN UINSI Desa Santan Tengah menyampaikan sebuah pesan sederhana yang sarat akan makna kepada para peserta.
"Bertemanlah dengan siapa pun tanpa memandang sifat dan latar belakangnya. Setiap orang memiliki sisi baik dan buruk, tetapi tugas kita adalah memilah hal-hal yang patut diteladani dan meninggalkan hal-hal yang tidak baik. sama dengan kapal yang tenggelam bukan karena udara di sekitarnya, melainkan karena udara yang masuk ke dalamnya, demikian pula baik dan buruknya perilaku seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri. Pada akhirnya, diri kitalah yang bertanggung jawab untuk memilih, mengendalikan, dan batasan dalam setiap tindakan".
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
