Solo Literacy Festival Hadirkan Beragam Wajah Literasi
Info Terkini | 2026-09-23 19:24:08
SURAKARTA — Solo Literacy Festival (SLF) 2026 menunjukkan bahwa literasi tidak hanya hadir melalui aktivitas membaca. Selama tiga hari, 17–19 September 2026, festival yang digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman, Gajahan, Pasar Kliwon, Surakarta, menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan literasi, budaya, seni, dan aktivitas kreatif. Festival yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Surakarta ini dapat diikuti masyarakat secara gratis.
Memasuki area festival, pengunjung dapat memilih berbagai ruang dan kegiatan yang tersedia. Salah satunya adalah area lapak buku. Di Zona Simpul Literasi, komunitas literasi warga Joli Jolan menghadirkan ratusan buku dengan beragam genre yang dapat diambil secara gratis. Pengunjung juga dapat membaca di tempat sambil berbincang dengan pengunjung lain maupun pengelola.
Literasi di SLF tidak berhenti pada buku. Pengunjung juga dapat menemukan ruang yang memperkenalkan berbagai benda dari masa lalu, salah satunya koleksi uang lama dari berbagai negara yang dikumpulkan dalam kurun waktu cukup panjang. Di area yang sama, terdapat pula surat-surat lama dan sejumlah benda koleksi lainnya.
Beranjak ke area Balik Dolanan Solo, pengunjung tidak hanya menjadi penonton. Mereka diajak bermain bersama melalui berbagai permainan tradisional, seperti lompat tali, bola bekel, bentengan, gasing, gobak sodor, egrang batok, engklek, dan dakon. Permainan yang dilakukan secara bersama-sama ini menjadi salah satu cara pengunjung berinteraksi dan berkenalan satu sama lain.
Selain buku dan permainan tradisional, SLF juga menghadirkan seni dan musik melalui Panggung Ekspresi Aksara. Sejumlah penampil turut meramaikan panggung, di antaranya Sunyiruri x Figura Renata, Antara, The Pist, 1978 Kos, dan Sekar Jagad. Rangkaian acara juga mencakup Ruang Cerita, pemutaran film, serta berbagai aktivitas literasi dan kreatif.
Pada hari ketiga, Sabtu (19/9), festival menghadirkan sejumlah kegiatan lain, seperti heritage walking tour, sesi membaca interaktif, lokakarya menulis fiksi, dan talkshow. Sejumlah spot foto dan photo booth juga tersedia bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen selama berada di lokasi.
Salah satu pengunjung, Nezha, mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2024, mengaku telah mengetahui SLF sejak sekitar semester tiga melalui Instagram dan TikTok. Ia datang atas inisiatif sendiri setelah tertarik dengan festival tersebut.
Menurut Nezha, kegiatan seperti SLF penting karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi secara langsung. Ia melihat aktivitas sehari-hari saat ini banyak dilakukan melalui ponsel sehingga kesempatan untuk bersosialisasi secara langsung tetap dibutuhkan.
Kunjungannya ke SLF juga memberinya pengalaman baru. Nezha mengenal beberapa permainan tradisional yang sebelumnya belum ia ketahui, termasuk dakon dan engklek, beserta cara memainkannya. Pengalaman tersebut membuatnya tertarik untuk kembali apabila Solo Literacy Festival kembali diselenggarakan.
Meski mendapatkan kesan positif, Nezha juga memberikan masukan untuk penyelenggaraan acara. Ia menilai musik yang diputar selama kegiatan terdengar cukup keras.
Bagi Nezha, pengalaman di SLF tidak terbatas pada aktivitas membaca. Ia menemukan hal baru melalui buku, koleksi benda lama, permainan tradisional, serta interaksi dengan pengunjung lain. Pengalaman tersebut membuatnya melihat bahwa literasi dapat hadir dalam berbagai bentuk dan pengalaman di kehidupan sehari-hari.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
