Aku Bukan Sempurna
Curhat | 2026-07-23 22:30:33
Waktu SMA tahun 2001, setiap hari Jumat kami punya kegiatan khusus. Kami siswi ikut kajian keputrian, sementara teman cowok ke masjid. Seneng banget, karena disana aku belajar tentang fakta yang terjadi saat itu dan bagaimana solusinya dalam pandangan Islam.
Lama-kelamaan, begitu jadi pengurus OSIS, aku jarang ikut lagi. Pernah pas kursus di kota sebelah, ketemu instruktur yang bahas hal serupa, tapi sayang saat itu aku masih sibuk dan belum bisa lanjut.
Setelah berumah tangga, hati kok makin gamang. Rasa ingin belajar Islam lebih dalam makin kuat, bahkan sempat berharap bisa ketemu lagi kakak-kakak pengajar masa itu. Dan alhamdulillah, qadarullah—tahun 2016 pas aku hamil anak ketiga, doa itu terjawab! Akhirnya aku kembali dipertemukan dan memutuskan untuk mengaji lagi dengan sungguh-sungguh sampai sekarang.
Pelan tapi pasti, sejak aku mengaji secara intensif semua pertanyaan tentang kehidupan mulai terurai. Tiga pertanyaan besar: darimana aku berasal, untuk apa aku hidup, dan kemana setelah mati, cukup menjadikan hidup ini terasa semakin bermakna dalam menjalani hari-hari dengan semangat yang menghujam untuk terus berupaya menggapai ridhoNya dalam setiap aktivitas.
Saat ini, tak terasa sudah 10 tahun aku dibersamai. Apakah kemudian aku berubah menjadi malaikat? Oh tentu tidak, marimar! Bagaimanapun aku tetaplah manusia yang tidak luput dari lalai dan dosa. Namun, seiring berjalannya waktu setidaknya aku mengerti bahwa Allah pasti punya maksud kenapa aku diciptakan. Dan hal itu cukup membuatku yakin bahwa setiap kita punya harapan, Allah pasti punya rencana serta hadiah terindah buat kita kelak di akhirat nanti.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
