Mesir Tersingkir dengan Hati yang Hancur
Olahraga | 2026-07-08 11:41:39
Perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan cara paling menyakitkan. The Pharaohs tersingkir di babak 16 besar setelah unggul 2-0 dengan 11 menit tersisa, namun takluk 3-2 dari juara bertahan Argentina di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa 7 Juli 2026.
Laga yang seharusnya jadi sejarah itu berbalik dramatis di menit-menit akhir. Gol Mesir lewat Mostafa Zico menit ke-62 sempat membuat mereka unggul, tetapi dianulir VAR karena dinilai ada pelanggaran dalam prosesnya. Mesir juga menuntut penalti atas tarikan terhadap Hamdy Fathy, namun wasit bergeming.
Argentina justru mencetak tiga gol di sisa waktu lewat Cristian Romero, Lionel Messi, dan gol penentu Enzo Fernandez di masa injury time 92’.
Pelatih Mesir Hossam Hassan tak bisa menyembunyikan kekecewaan. “Saya pulang dan tidak akan menonton laga turnamen lagi. Yang terjadi pada kami tidak adil. Kami seharusnya dapat penalti, gol dianulir, dan saya tidak tahu kenapa,” ujarnya dalam konferensi pers. Ia menegaskan kekalahan itu terasa tidak pantas setelah para pemainnya menjalankan rencana dengan baik.
Padahal sebelumnya Mesir baru saja mengukir sejarah. Mereka lolos ke fase gugur untuk pertama kali setelah menundukkan Australia 4-2 lewat adu penalti di babak 32 besar. Mohamed Salah bahkan mengaku menangis usai laga itu karena akhirnya membawa Mesir ke knockout.
Kini mimpi itu pupus. Mesir harus menerima kenyataan tersingkir dengan “hati yang hancur”, setelah sudah sedekat itu dengan salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026.
Argentina melaju ke perempat final untuk menghadapi pemenang laga lain.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
