Sulitnya Bekerja Sambil Kuliah
Pendidikan dan Literasi | 2026-07-06 02:33:13Fenomena mahasiswa yang bekerja sambil kuliah di Indonesia kini dihadapkan pada realita time poverty (kemiskinan waktu) dan tekanan psikologis yang nyata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 6,98% pelajar usia muda di Indonesia terpaksa menempuh pendidikan sambil bekerja demi kemandirian ekonomi. Riset empiris mengenai dinamika mahasiswa pekerja di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 44% dari mereka secara blak-blakan mengaku bahwa aktivitas belajar, kerja kelompok, dan waktu istirahat mereka sering kali terganggu akibat beban kerja paruh waktu. Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa prevalensi stres akademik mahasiswa di Indonesia bisa mencapai 71,6%, di mana kelompok mahasiswa pekerja menjadi salah satu yang paling rentan mengalami burnout akibat kaku-nya jadwal praktikum serta minimnya toleransi dari pihak pengajar terhadap situasi ganda yang mereka hadapi.
Pada tanggal 12 maret 2026, Pamulang, Tangerang Selatan, seorang mahasiswa yang bekerja sambil kuliah, ada banyak hal yang membuat mahasiswa tersebut kesulitan untuk mengikuti perkuliahan dengan baik. Seperti tugas yang deadline-nya sangat cepat, dan juga praktek yang sangat amat membutuhkan waktu. Mahasiswa tersebut mendapatkan tugas praktek dari mata kuliah drama performence. Mahasiswa tersebut bersama dengan teman-temannya banyak yang kesulitan dalam mengatur waktu untuk latihan drama dikarenakan ada kesibukan yaitu bekerja, yang dimana mahasiswa tersebut bersama teman-temannya hanya mendapatkan waktu latihan drama disaat mereka selesai berkuliah.
Mereka mengeluh akan hal ini, dikarenakan masih ada tugas yang terus berdatangan, dan waktu deadline yang sangat singkat, sedangkan dosennya meminta agar hasil tugasnya maksimal. Hal ini membuat mereka merasa dosen sangat tidak memaklumi mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, yang dimana mahasiswa harus membagikan waktu dan fokus mereka dalam hal tanggung jawab pekerjaan dan nilai akademik. Ditambah dengan adanya tugas individu maupun kelompok, dan tugas kelompok inilah yang sangat menuntut kekompakan agar tugas tetap terselesaikan dengan maksimal, akan tetapi mahasiswa susah mendapatkan waktu untuk bertemu secara lengkap akibat jadwal shift kerja yang bentrok.
"Mungkin solusi dari saya adalah mengurangi tugas perkuliahan tanpa menghilangkan inti dari tugas tersebut. Dan juga melebihkan waktu pengumpulan tugas kuliah tersebut yang mana akan sangat membantu para mahasiswa untuk mengumpulkannya. Juga memfasilitasi sarana pembelajaran bagi mahasiswa yang bekerja." Ujar seorang mahasiswa.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
