Kurikulum Berbasis Cinta dan Perilaku Nyata Guru Jadi Fokus Uji Publik MAN 3 Bantul
Guru Menulis | 2026-07-02 09:22:34Bantul (MAN 3 Bantul) -- MAN 3 Bantul menyelenggarakan kegiatan Uji Publik Kurikulum MAN 3 Bantul Tahun Ajaran 2026/2027 pada Rabu (1/7/2026) di Aula MAN 3 Bantul. Acara strategis ini dihadiri oleh jajaran fungsionaris Kemenag, pakar pendidikan, komite madrasah, perwakilan orang tua murid, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta perwakilan murid MAN 3 Bantul. Pertemuan tersebut menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan, khususnya terkait penanaman nilai kasih sayang serta penguatan aspek keteladanan guru dalam proses pendidikan di madrasah.
Sebelum sesi pembahasan, Kepala Satuan Pendidikan MAN 3 Bantul, Dr. Suyanto, S.Ag., M.S.I., M.Pd., menyampaikan bahwa dokumen kurikulum ini berfungsi sebagai pemandu pendidikan setahun ke depan sekaligus ruang inovasi untuk capaian prestasi murid. Setelah itu, Wakil Kepala MAN 3 Bantul Bidang Kurikulum, Wahyudi, S.Si., M.Sc., memaparkan isi dokumen secara komprehensif. Pemaparan tersebut meliputi analisis karakteristik madrasah, pencapaian murid, analisis SWOT, program intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga kriteria kenaikan dan kelulusan murid.
Ketua Tim 1 Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Hj. Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum., memberikan tanggapan bahwa kurikulum yang disusun madrasah haruslah menampakkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Ia menyampaikan apresiasinya atas capaian prestasi yang telah diraih oleh MAN 3 Bantul selama ini. Lebih lanjut, ia menginstruksikan agar ke depannya para guru dapat menjabarkan prinsip KBC tersebut menjadi program kegiatan pembelajaran yang konkret saat berinteraksi langsung dengan murid di kelas.
Senada dengan pandangan tersebut, Ketua Komite MAN 3 Bantul sekaligus Tokoh Masyarakat, Drs. Imam Suja'i Fadly, M.Pd.I., menekankan pentingnya aspek implementasi moral dari dokumen kurikulum yang dirancang. Ia menyatakan bahwa dokumen kurikulum tertulis memang merupakan sesuatu yang penting, tetapi kurikulum yang nyata adalah perilaku keseharian dari bapak dan ibu guru sebagai teladan bagi murid. Dirinya menggarisbawahi bahwa tindakan nyata dan budi pekerti para guru merupakan bentuk dari hidden curriculum atau kurikulum tersembunyi.
Uji publik ini juga diperkaya oleh beragam tanggapan dari Dr. Lukman A. Irfan mengenai karakteristik guru efektif, apresiasi puisi dari Heni Prilantari, penguatan landasan dari Drs. Syarif Hidayatullah, usulan target tahfidz dari Ridwan, serta dukungan dari perwakilan murid bernama Assabila. Seluruh masukan konstruktif yang disampaikan ditampung sebagai bahan penyempurnaan dokumen final kurikulum madrasah. Agenda ini diakhiri secara resmi dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Drs. Imam Suja'i Fadly, M.Pd.I., dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (Rez)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
