Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dzakhilal Hidmi Dzakwan

Komunikasi Nonverbal Berperan Penting dalam Menyampaikan Pesan

Eduaksi | 2026-06-08 06:57:39
Sumber. (Jobstreet tim konten – diperbarui pada 23 October, 2025)

Jakarta – Komunikasi tidak hanya dilakukan melalui kata-kata. Ekspresi wajah, gerakan tubuh, kontak mata, hingga intonasi suara menjadi bagian penting dari komunikasi nonverbal yang membantu seseorang menyampaikan dan memahami pesan secara lebih efektif.

Menurut materi Teori Komunikasi Nonverbal Universitas Pamulang, komunikasi nonverbal merupakan proses penyampaian pesan tanpa menggunakan kata-kata. Bentuk komunikasi ini dapat terlihat melalui ekspresi wajah, gestur, sentuhan, penampilan, serta cara seseorang menggunakan ruang dan waktu dalam berinteraksi.

Sejalan dengan itu, laporan CNN Indonesia menyebutkan bahwa bahasa tubuh dan ekspresi wajah sering kali menjadi petunjuk penting untuk memahami perasaan serta maksud seseorang dalam komunikasi. Pesan nonverbal bahkan dapat memperkuat atau memperjelas pesan verbal yang disampaikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi nonverbal dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti anggukan kepala sebagai tanda persetujuan, senyuman untuk menunjukkan kebahagiaan, serta kontak mata yang menandakan perhatian kepada lawan bicara. Selain itu, cara berpakaian dan penampilan juga dapat mencerminkan identitas maupun kesan yang ingin ditampilkan seseorang.

Para ahli komunikasi menilai bahwa masyarakat cenderung lebih mempercayai sinyal nonverbal ketika terdapat ketidaksesuaian antara ucapan dan perilaku seseorang. Oleh karena itu, kemampuan memahami komunikasi nonverbal menjadi keterampilan penting dalam membangun hubungan sosial, meningkatkan efektivitas komunikasi, serta mengurangi kesalahpahaman.

Komunikasi verbal dan nonverbal pada akhirnya saling melengkapi. Keduanya dibutuhkan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh penerima pesan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image