Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Zaskia Dilla

Potret Masyarakat Saat Ini: Maju Teknologinya, Mundur Kemanusiaannya

Gaya Hidup | 2025-11-24 22:21:13

Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, kita sering merasa bahwa kehidupan menjadi jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Hampir setiap aspek aktivitas manusia kini dapat dilakukan hanya melalui genggaman tangan. Mulai dari belajar, bekerja, berbelanja, hingga menjalin hubungan dengan orang dapat dilakukan melalui layar kecil yang tak pernah lepas dari genggaman kita. Namun, di balik segala kemudahan muncul pertanyaan besar yang perlu kita renungkan bersama yaitu apakah teknologi benar-benar membuat kita semakin maju sebagai manusia atau justru membawa kemunduran dalam hal kemanusiaan?

Sumber: Dokumen Pribadi

Kita hidup di zaman dimana perhatian masyarakat berubah dengan sangat cepat. Dalam satu hari, ratusan informasi baru muncul dan berlomba-lomba untuk mengambil alih fokus kita. Ada kabar bahagia, tragedi, keluhan, bahkan amarah. Namun, semua itu sering berlalu begitu saja tanpa ditelaah terlebih dahulu. Bahkan, ketika ada peristiwa menyedihkan atau tentang ketidakadilan, respons kita sering kali hanya sebatas memberikan tanda suka, emoji sedih, atau komentar singkat yang dalam hitungan menit dapat tenggelam oleh berita lainnya. Dunia digital membuat kita terlihat peduli, Sebaliknya kita semakin jauh dari tindakan yang nyata.

Perubahan cara bersosialisasi ini juga membawa dampak besar pada hubungan antarmanusia. Banyak orang yang kini lebih mudah untuk mengobrol panjang melalui pesan singkat daripada menghabiskan waktu untuk bertemu langsung. Ketika duduk bersama pun, banyak dari kita yang masih tetap sibuk dengan gawainya masing-masing. Tak jarang ditemui masyarakat yang berkumpul tetapi masih asik sendiri dengan gawai. Tanpa kita sadari, teknologi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Semua hal pasti ada kelebihan dan kekurangan tergantung pandai memilahnya.

Fenomena individualisme juga semakin kuat. Kita hidup dalam budaya yang mendorong untuk selalu tampil sempurna di media sosial. Akibatnya, banyak orang yang terjebak untuk membangun citra diri, sehingga lupa dengan membangun hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Semakin sering melihat, semakin jarang peduli. Semakin sering berkomentar, semakin jarang mendengarkan.

Seharusnya, kemajuan teknologi tidak membuat kita kehilangan sisi kemanusiaan. Empati, solidaritas, dan kepedulian sosial adalah nilai-nilai yang justru semakin penting untuk ditingkatkan. Di tengah kesibukan serta segala kemudahan yang ditawarkan teknologi, nilai-nilai itu bisa menjadi pengingat bahwa kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain. Tanpa kesadaran tersebut, teknologi justru dapat memperbesar sikap individualisme dan membuat hubungan antar manusia semakin asing.

Oleh karena itu, literasi digital menjadi bagian penting dalam kehidupan. Literasi bukan hanya tentang kemampun menggunakan teknologi, tetapi tentang bagaimana kita dapat memahami dampak penggunaannya terhadap diri sendiri maupun orang lain. Masyarakat perlu belajar menahan diri untuk tidak selalu terpaku pada layar dan belajar merespon dunia. Pendidikan karakter baik di lingkungan keluarga maupun sekolah perlu diperkuat kembali agar generasi muda tidak tumbuh sebagai individu yang hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas dalam memahami lingkungan sekitar.

Yang tidak kalah penting adalah upaya kita untuk lebih masuk ke dalam kehidupan nyata. Meluangkan waktu untuk sering berbicaara atau berdialog, saling membantu, membuka ruang untuk memahami perasaan dan kebutuhan orang lain serta mengurangi ketergantungan pada layar adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar. Sebab, manusia itu tumbuh bukan hanya dari apa yang dilihat di layar, melainkan dari pengalaman hidup yang didapat.

Pada akhirnya, kemajuan sejatinya bukan hanya tentang inovasi teknologi, tetapi tentang bagaimana manusia tetap mampu menjaga jati dirinya. Kita dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk mempermudah hidup, tetapi tidak boleh membiarkannya mengikis empati dan solidaritas. Di tengah kemajuan yang tidak dapat dihentikan, menjaga nilai kemanusiaan menjadi tanggung jawab kita bersama agar tidak hanya menjadi masyarakat yang modern, tetapi menjadi masyarakat yang peduli, peka, dan, simpati terhadap sesama.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image