Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nur Faika Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiah

Antara Izin yang Belum Datang dan Keinginan yang Terus Mengetuk

Eduaksi | 2026-01-15 22:01:12

Keinginan kuliah ke luar negeri tidak datang secara tiba-tiba, melainkan tumbuh secara perlahan dari proses belajar yang dijalani dan rasa ingin tahu yang semakin kuat. Awalnya hanya mimpi, hingga pada akhirnya berubah menjadi keinginan yang terus hadir dan semakin besar.Namun, keinginan itu datang bersamaan dengan rasa takut. Bukan karena takut gagal, melainkan takut melangkah tanpa restu yang benar-benar ada. Ada jarak, dan kekhawatiran keluarga yang membuat langkah terasa tertahan, meski tidak selalu terucap.

Bahkan seringkali kita berada di posisi serba salah. Di satu sisi, keinginan untuk belajar lebih jauh terus mengetuk. Kita bahkan pernah membayangkan berada di ruang belajar yang berbeda - beda dan sudut pandang yang baru. Di sisi lain, ada keraguan apakah keinginan ini terlalu jauh, atau belum waktunya dibicarakan.Kita tumbuh di keluarga yang mengajarkan kehati-hatian. Setiap keputusan besar perlu dipikirkan secara matang-matang. Maka wajar saja, jika rencana kuliah ke luar negeri belum sepenuhnya disambut dengan keyakinan.

Keinginan ini bukan soal gengsi, tapi kita ingin belajar agar tidak memandang persoalan agama dan masyarakat secara sempit, dan suatu hari bisa kembali dengan pemahaman yang lebih dewasa.Kadang ada waktunya ketika kita memilih diam, menyimpan keinginan ini sendiri, dari situ kita belajar bahwa tidak semua mimpi harus dipaksakan, tapi juga tidak harus ditinggalkan.

Hari ini, izinnya mungkin belum datang. Tapi keinginan itu masih ada, mengetuk dengan sabar. Mendorong untuk terus memantaskan diri dan menyiapkan niat. Karena pendidikan bukan hanya tentang sejauh apa kita pergi, tetapi seberapa siap kita melangkah.Bahakan sampai saat ini kita belum tahu kapan langkah itu bisa diambil. Namun percayalah, ketika niatnya baik dan usahanya sungguh-sungguh, suatu hari nanti kita tidak hanya pergi dengan izin, tapi bahkan pulang dengan makna. Sebab mimpi yang dijalani dengan sabar akan menemukan waktunya sendiri.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image