Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad fahman Zakyin

Merawat Toleransi Demi Keutuhan Bangsa di Era Digital

Agama | 2026-06-02 15:57:35

Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat dan cepat, tetapi itu juga menghasilkan dampak yang tidak selalu positif. Sebagai bangsa yang lahir dari keberagaman agama, Indonesia telah lama berdiri kokoh di atas fondasi toleransi antarumat beragama, namun di era digital kekuatan fondasi tersebut sedang diuji di layar kaca gadget kita masing-masing. Media sosial yang seharusnya menjadi jembatan silaturahmi, tidak jarang berubah menjadi medan perang narasi yang dipenuhi polarisasi [pemecahan dua kubu], gesekan sentimen agama, hingga ujaran kebencian akibat pusaran algoritma. Jika netizen tidak dibekali oleh kesadaran berbangsa, maka ruang digital yang bising ini perlahan mengikis persatuan dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI].

Tantangan ini tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja, realita digital yang penuh gesekan ini memanggil peran aktif kita khususnya generasi muda, untuk melakukan perubahan melalui lensa Wawasan Nusantara, kita di ajak untuk sadar bahwa keutuhan bangsa berada di tangan penggunanya. Oleh karena itu, artikel ini akan mengulas bagaimana menghidupkan kembali nilai-nilai Wawasan Nusantara sebagai fondasi bagi netizen atau pun generasi muda dalam merawat toleransi dan menjaga keutuhan NKRI di ruang digital.

Ruang digital Indonesia saat ini sering kali terasa bising oleh perang narasi dan ujaran kebencian. Banyak netizen yang begitu mudah terprovokasi oleh konten-konten bermuatan SARA tanpa menayaring kebenaran terlebih dahulu. Fenomena ini menunjukkan bahwa kita sedang mengalami krisi literasi kebangsaan di dunia maya. Oleh karena itu, generasi muda tidak boleh tinggal diam dan perlu membawa kembali konsep Wawasan Nusantara ke dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui lensa Wawasan Nusantara, generasi muda diajak untuk menyadari bahwa keutuhan NKRI di masa depan bergantung pada jejak digital yang mereka tinggalkan hari ini. Menjaga toleransi beragama bukan lagi sekadar teori di buku kewarganegaraan, melainkan aksi nyata di media sosial. Generasi muda harus mulai aktif membanjiri ruang digital dengan konten-konten kreatif yang mengampanyekan moderasi beragama, toleransi lintas iman, serta semangat kebangsaan demi menjaga keutuhan NKRI di era digital. Secara konkret, berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan generasi muda untuk menjaga toleransi berbasis Wawasan Nusantara di ruang digital:

 

  1. SARING SEBELUM SHARNG

Selalu memverifikasi kebenaran sebuah informasi atau berita sebelum menyebarkanya, guna memutus berita palsu atau hoaks bermuatan SARA yang dapat memecah belah masyarakat.

2. ETIKA BERKOMUNIKASI [ETIKET]

Menjaga ketikan di kolom komentar agar tetap santun dan menghindari kebencian, meskipun berbeda pandangan dan argumen dengan orang lain.

3. DIGITAL AKTIVISME POSITIVE

Aktif membanjiri ruang digital dengan konten-konten kreatif yang menyuarakan indahnya kedamaian, toleransi lintas iman, dan persatuan bangsa.

Menjaga toleransi tanpa membedakan agama di era digital bukanlah sebuah pilihan, melainkan kewajiban mutlak demi mempertahankan keutuhan NKRI. Wawasan Nusantara tidak boleh diam hanya sebagai materi di dalam kelas, konsep ini harus membumi dan hidup di hati setiap generasi muda Indonesia saat berinteraksi di ruang digital. Mari kita jadikan ruang digital sebagai wadah yang menyatukan, bukan memisahkan, demi terwujudnya Indonesia emas.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image