Budaya Literasi dan Sastra
Info Terkini | 2026-05-22 13:27:16
Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama HISKI Komisariat Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar program siniar kolaboratif pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut membahas buku terbaru karya akademisi UAD, Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D., berjudul Karya Sastra dan Pendidikan Moral: Fondasi Literasi dan Pembentukan Karakter Siswa Indonesia.
Siniar dipandu oleh Ratun Untoro, M.Hum., selaku Widyabasa Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra di Balai Bahasa Provinsi DIY. Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat pentingnya karya sastra dalam membangun moral dan karakter siswa Indonesia.
Dalam pemaparannya, Prof. Wajiran menyoroti rendahnya budaya membaca di Indonesia. Menurutnya, karya sastra memiliki banyak nilai penting seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, dan norma sosial yang dapat membentuk karakter peserta didik. Ia juga membagikan pengalamannya selama berada di Australia yang menunjukkan bahwa budaya membaca telah ditanamkan sejak usia dini melalui dongeng, buku bergambar, ruang baca yang nyaman, hingga kewajiban membaca novel di sekolah.
“Di Australia, siswa belajar bahasa melalui sastra. Bahkan novel Indonesia seperti Laskar Pelangi karya Andrea Hirata juga digunakan sebagai bahan bacaan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah Australia turut mendukung budaya literasi melalui penyediaan perpustakaan anak serta pembatasan penggunaan smartphone di sekolah.
Selain itu, Prof. Wajiran menjelaskan perbedaan pembelajaran bahasa di Indonesia dan Australia. Menurutnya, pembelajaran di Indonesia masih berfokus pada struktur bahasa, sedangkan di Australia lebih menitikberatkan pada kesusastraan. Ia menilai sastra seharusnya menjadi media utama pembelajaran bahasa karena mampu meningkatkan kosakata, pemahaman bacaan, sekaligus menanamkan nilai moral secara alami.
Kolaborasi antara HISKI UAD dan HISKI Balai Bahasa DIY menjadi bentuk sinergi antar lembaga dalam menghidupkan ekosistem literasi di Yogyakarta. Melalui program siniar tersebut, kedua pihak berharap dapat mendorong lahirnya diskusi-diskusi serupa demi memperkuat pendidikan karakter bangsa melalui sastra.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
