Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image

Pakar Ekonomi Nilai Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Info Terkini | 2026-05-20 16:00:37
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Yuni Siswanti

YOGYAKARTA - Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendekatan gotong royong dan kemandirian ekonomi desa.

Program ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, memperkuat distribusi di tingkat desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Yuni Siswanti, menilai bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui penguatan ekonomi kerakyatan, gotong royong, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurut pandangannya, pemerintah telah menunjukkan komitmen dalam mendukung keberlangsungan program tersebut, salah satunya melalui dukungan pembiayaan modal hingga Rp3 miliar untuk mendukung operasional koperasi di tingkat desa. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas koperasi dalam menjalankan fungsi distribusi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program ini pada dasarnya memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui penguatan koperasi dan distribusi yang lebih baik. Namun tentu implementasinya membutuhkan proses, kesiapan, dan sinergi dari berbagai pihak,” ujar Yuni Siswanti.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam perspektif ekonomi, keberadaan koperasi desa tidak dapat dilihat hanya dari sisi persaingan semata. Program ini juga perlu dipahami sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, selama ini persoalan distribusi masih menjadi tantangan di berbagai daerah, terutama terkait akses kebutuhan pokok dan stabilitas harga. Melalui sistem distribusi yang lebih terintegrasi, koperasi desa dinilai memiliki peluang untuk membantu memperlancar rantai pasok sehingga masyarakat dapat memperoleh barang kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau dan stabil.

Di sisi lain, keberadaan KDMP tetap perlu memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa, khususnya keberlangsungan pelaku usaha kecil dan UMKM lokal. Karena itu, kolaborasi antara koperasi dan pelaku usaha desa dinilai menjadi faktor penting agar implementasi program dapat berjalan secara inklusif dan tidak menimbulkan resistensi di masyarakat.

“Ketika program dijalankan secara tepat dan berkelanjutan, maka tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa memiliki peluang untuk tercapai. Peningkatan ekonomi masyarakat desa nantinya juga akan berdampak terhadap penguatan ekonomi nasional,” tambahnya.

Selain faktor kebijakan dan pendanaan, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan program. Pengelolaan koperasi yang profesional dan transparan dinilai menjadi kunci agar koperasi mampu menjalankan fungsi ekonomi secara optimal sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurut pengamatannya, keberhasilan program koperasi desa tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Diperlukan proses yang bertahap, konsistensi kebijakan, serta penguatan kapasitas masyarakat agar koperasi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Pemerintah sendiri terus melakukan konsolidasi dan penguatan komunikasi publik guna memastikan masyarakat memahami tujuan utama program tersebut. Penguatan narasi positif dinilai penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman di ruang publik terkait implementasi KDMP.

Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, keberadaan koperasi desa dinilai dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan memperkuat distribusi dan aktivitas ekonomi lokal, desa diharapkan memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.***

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image