Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Theresia Dame Turnip

Antara Feed dan Fakta: Pencarian Kos Mahasiswa di Era Media Sosial

Edukasi | 2026-05-19 21:47:22
Sumber foto: Pinterest

Kini media sosial dapat diakses dengan mudah oleh hampir semua orang dan sering digunakan sebagai sarana hiburan, melepas penat, hingga mencari berbagai informasi. Salah satu informasi yang banyak dicari mahasiswa rantau melalui media sosial adalah kos. Berbagai video maupun foto room tour kos dengan fasilitas lengkap dan harga terjangkau mudah ditemukan di TikTok maupun Instagram. Hanya dengan scrolling, mahasiswa dapat langsung menghubungi pemilik kos melalui nomor yang tertera pada unggahan tersebut.

Pencarian kos di berbagai platform digital dianggap lebih praktis dan efisien oleh mahasiswa. Dengan tersedianya video room tour ataupun slide foto, calon penghuni kos dapat melihat gambaran kos secara mendetail tanpa perlu langsung datang ke tempat tersebut. Selain itu, informasi mengenai kos juga mudah ditemukan, terutama di kota-kota besar yang dipenuhi mahasiswa rantau seperti Surabaya. Ditambah dengan ulasan penghuni kos di kolom komentar, calon penghuni semakin mudah percaya. Karena kemudahan ini, tidak sedikit mahasiswa yang menjadikannya sumber utama dalam pencarian tempat tinggal.

Namun, kemudahan ini dapat memunculkan berbagai risiko, salah satunya ialah penipuan. Sang penipu tersebut tidak memberikan informasi sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Beberapa video juga hanya menampilkan bagian terbaik dari kamar kos tersebut. Selain itu, untuk menarik perhatian calon penghuni, terkadang harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan rata-rata harga pasaran di daerah tersebut. Ada kalanya, akun media sosial tersebut memiliki jumlah pengikut dan jumlah suka yang banyak, serta tidak jarang ditemukan juga ulasan palsu di kolom komentar. Beberapa aspek inilah yang sering kali membuat calon penghuni semakin yakin dengan unggahan tersebut.

Mahasiswa rantau menjadi salah satu pihak yang cukup rentan terhadap penipuan kos di media sosial. Kebutuhan untuk segera mendapatkan tempat tinggal membuat sebagian mahasiswa mencari kos dengan cepat tanpa verifikasi lebih lanjut. Selain itu, harga murah, lokasi yang dekat dengan kampus, serta fasilitas dalam video yang terlihat lengkap membuat calon penghuni bertindak impulsif dan langsung menghubungi nomor yang tertera pada unggahan tersebut.

Penipuan kos di media sosial tentu memberikan dampak yang cukup besar bagi mahasiswa rantau. Selain mengalami kerugian finansial, calon penghuni juga dapat merasa kecewa, panik, hingga trauma akibat kehilangan tempat tinggal yang sebelumnya diharapkan. Bagi mahasiswa yang baru pertama kali merantau, kejadian seperti ini dapat menimbulkan rasa takut dan kurang percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Dalam kondisi psikologis tersebut, mereka bahkan harus kembali mencari tempat tinggal dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, mahasiswa perlu lebih berhati-hati dalam mencari kos melalui media sosial. Pertama, calon penghuni perlu memverifikasi informasi mengenai kos tersebut melalui platform lain agar dapat memastikan kebenaran informasi yang beredar. Kedua, mahasiswa juga perlu mengecek harga rata-rata kos di daerah tersebut agar tidak mudah tergiur dengan penawaran yang terlalu murah. Ketiga, lokasi kos perlu dipastikan dengan meminta alamat lengkap atau tautan Google Maps kepada pemilik kos. Selain itu, calon penghuni juga harus menghindari transfer uang secara terburu-buru sebelum memastikan kondisi kos yang sebenarnya. Dengan memiliki sikap yang lebih kritis dan tidak mudah percaya terhadap unggahan di media sosial, risiko penipuan kos dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, media sosial memang mempermudah mahasiswa dalam mencari tempat tinggal. Tetapi, kemudahan tersebut juga harus diimbangi dengan sikap kritis dan kemampuan dalam memverifikasi informasi yang beredar. Di era digital, mahasiswa dituntut untuk memiliki literasi digital agar tidak mudah percaya terhadap unggahan video, foto, maupun penawaran yang terlihat terlalu sempurna di media sosial.

Penulis: Theresia Dame Turnip (Mahasiswi Universitas Airlangga)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image