Ketidakpastian Global Dinilai Bukan Ancaman bagi Pelaku Usaha Online
UMKM | 2026-05-15 18:05:35
BANDUNG, RETIZEN.REPUBLIKA.CO.ID - Jumat, 15 Mei 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik Rusia-Ukraina hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur perdagangan internasional seperti Selat Hormuz, pelaku usaha online di Indonesia dinilai tetap memiliki peluang untuk bertahan dan berkembang.
Situasi global tersebut secara tidak langsung memengaruhi berbagai sektor, termasuk kenaikan biaya bahan baku dan peningkatan biaya administrasi di sejumlah platform e-commerce. Namun demikian, kondisi tersebut dianggap bukan menjadi hambatan utama bagi pelaku usaha digital.
CEO TBD Agency, Raynaldy, menilai tantangan tersebut justru dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kreativitas dalam strategi pemasaran digital. Menurutnya, pemanfaatan konten kreatif dan fitur live commerce masih menjadi salah satu pendekatan efektif dalam menjaga penjualan.
“Pelaku usaha sebenarnya masih memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama jika mampu memaksimalkan kreativitas konten dan strategi pemasaran digital,” ujar Raynaldy saat ditemui di Bandung.
Ia menjelaskan, sebagian pelaku usaha pemula masih terlalu fokus pada aspek produksi dan belum memberikan perhatian yang seimbang terhadap strategi pemasaran. Padahal, kualitas produk perlu didukung oleh promosi yang tepat agar dapat dikenal lebih luas oleh konsumen.
“Produk yang baik memang penting, tetapi tanpa strategi publikasi dan pemasaran yang tepat, potensi produk tersebut tidak akan maksimal,” tambahnya.
Menurut Raynaldy, kegiatan marketing dan sales memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan konversi penjualan, khususnya di era digital yang kompetitif saat ini.
Melihat tantangan yang dihadapi pelaku usaha, TBD Agency hadir menawarkan layanan pendampingan digital marketing bagi UMKM dan bisnis online. Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha yang belum memiliki tim pemasaran internal.
Raynaldy mengatakan, kerja sama dengan agensi memungkinkan perusahaan menyesuaikan kebutuhan pemasaran secara lebih fleksibel tanpa harus menanggung biaya operasional besar seperti perekrutan tim in-house secara penuh.
“Melalui kerja sama dengan agensi, pelaku usaha dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis inti, sementara strategi pemasaran ditangani oleh tim yang sudah berpengalaman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa efisiensi biaya menjadi salah satu pertimbangan utama pelaku usaha dalam memilih model kerja sama berbasis agensi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
TBD Agency disebut telah menangani lebih dari 100 klien dari berbagai sektor usaha. Perusahaan tersebut mengklaim sebagian besar kliennya kembali menggunakan layanan yang ditawarkan untuk kebutuhan pemasaran digital lanjutan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
