Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ummu Aisyah

Duka Muslim Palestina, Siapa yang akan Menghapuskan?

Agama | 2026-05-14 16:17:40

Meski terjadi kesepakatan gencatan senjata, Zion*s tidak mempedulikan dan terus menyerang Gaza untuk memperluas pendudukannya dan melakukan genosida hingga jumlah korban makin banyak, termasuk anak-anak. Mereka menimpakan kepedihan kepada muslim Palestina, tidak hanya orang yang hidup, tetapi juga yang sudah mati. Orang yang hidup dibunuh, termasuk anak-anak. Yang sudah mati, jenazahnya tidak boleh dikuburkan di tanahnya sendiri, bahkan harus dibongkar lagi dan dipindahkan. Jumlah masyarakat yang menjadi korban di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 72.736 orang meninggal dan 172.535 orang luka-luka, lebih dari 300 jurnalis meninggal, banyak anak Palestina yang tubuhnya diamputasi akibat perang.

Semua terjadi disaksikan oleh dunia dan kaum muslim di negeri-negeri lain, namun belum ada langkah efektif dengan pengiriman militer yang mampu melindungi tanah Palestina dan penduduknya dari kekejaman dan pendudukan Zion*s. Penguasa di lebih dari 50 negeri muslim hari ini tidak tergerak untuk melakukan jihad membebaskan Palestina karena mereka terbelenggu oleh nasionalisme yang telah mengikis ukhuwah Islamiyah. Perumpamaan bahwa kaum muslim ibarat satu tubuh telah dilemahkan, sehingga tidak merasakan kepedihan yang dialami di wilayah yang bukan satu negara.

Akar masalah Gaza adalah keberadaan entitas Zion*s di tanah milik muslim Palestina, sehingga selama entitas tersebut masih bercokol di sana, duka dan derita akan menyelimuti kaum muslim. Maka, harus ada jihad untuk membebaskan Palestina sebagai pelaksanaan kewajiban dari Allah ketika sebuah negeri dikuasai oleh musuh. Jika kaum muslim Palestina belum mampu membebaskan diri, maka kewajiban jihad meluas ke negeri-negeri terdekat. Jika masih belum mampu mengusir musuh, maka kewajiban jihad meluas ke negeri Islam lainnya sampai tanah Palestina kembali kepada kaum muslim.

Ironi yang terjadi, Palestina masih dalam pendudukan bukan karena militer kaum muslim di seluruh dunia tidak mampu mengalahkan Zion*s. Namun, belum ada komando yang menggerakkan mereka untuk berjihad, sebagaimana yang dilakukan oleh Sultan Shalahuddin al Ayubi tatkala membebaskan Palestina dari tentara Salib. Ketika sekat kebangsaan menghalangi terlaksananya kewajiban jihad membebaskan Palestina, maka butuh ukhuwah Islamiah hakiki berupa persatuan muslim sedunia untuk berjihad. Ukhuwah ini hanya terwujud dengan dengan adanya institusi pemersatu umat, yakni Khilafah. Khilafah akan menghentikan pendudukan dan genosida Zion*s terhadap Palestina dan mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya, sekaligus memelihara urusan warga Palestina agar bisa hidup mulia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image