Dampak Media Sosial yang Berpengaruh pada Perilaku Siswa
Pendidikan dan Literasi | 2026-05-13 20:10:25
Media sosial menjadi salah sumber informasi yang paling banyak digunakan oleh para pelajar. Media sosial dapat memberikan lebih banyak kemudahan dalam mengakses informasi, termasuk dalam proses pembelajaran . Tak jarang siswa lebih mengandalkan aplikasi pada smartphone mereka dibanding harus membuka buku pelajarannya. Selain menyediakan informasi yang lebih luas dan akurat, aplikasi-aplikasi ini dinilai siswa lebih mudah dibanding dengan buku pelajaran.Media sosial bagai nilai mata uang yang tidak dapat dipisahkan, satu sisi dapat bermanfaat apabila digunakan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat, seperti mencari bahan-bahan pelajaran sekolah, diskusi mata pelajaran, belajar jarak jauh, dan mencari metode-metode pengajaran berbasis multimedia.
Namun, di lain sisi penggunakan media sosial juga dapat mengarah pada hal-hal negatif yang kemudian mempengaruhi kehidupan perilaku sosial anak, semisal terlalu banyak waktu yang digunakan di media sosial, mengakses konten yang tidak baik, game online, dan sebagainya.
PENDAHULUAN
Di era globalisasi sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih, penyebaran informasi yang begitu cepat dan akses informasi yang semakin mudah dapat dijumpai di beberapa media social seperti instagram, youtube, whats app da mediasosial lainnya. Media sosial adalah istilah yang digunakan untuk menggabungkan, bertukar informasi, dan menggunakan pesan.
Karena internet selalu berkembang, berbagai teknologidan fitur yang tersedia bagi pengguna selalu berubah. Ini membuat media sosial lebih luas meteferensi khusus untuk berbagai penggunaan atau desain. Dengan begitu seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin meningkat juga menimbulkan kecemasan mengenai pengaruh media sosial terhadap para penggunanya. Kecemasan yang terjadi diantaranya apabila media sosial tersebut disalah gunakan oleh penggunanya.Didalam perkembangan media sosial , pendidikan di Indonesia pun juga ikut berkembang dan dampaknya sekarang banyak kegiatan aktivitas pendidikan melibatkan media sosial. Pendidikan memiliki peranan sangat penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.Dari pusat menuju ke setiap sekolah-sekolah banyak yang menggunakan sistem informasi online yang dapat diakses setiap penangung jawab yang menangani informasi lalu di sebar luaskan.
Untuk media sosial saat ini sangatlah mudah dan dapat dijangkau siapapun, di manapun,dan kapanpun. Apalagi sekarang ini peserta didik banyak juga yang menggunakan media sosial boleh diperkenankan untuk siswa apabila dapat digunakan untuk mencari informasi yang positif dan dapat bermanfaat dalam belajar, sekarang ini pun hampir seluruh siswa cendrerung menggunakan akses media sosial namun juga ada beberapa siswa yang menggunakan media sosial bukan untuk kebutuhan belajarnya tetapi malah mencari informasi yang lain.
ISI/PEMBAHASAN
Media sosial merupakan alat komunikasi dan informasi berbasis internet yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi, bertukar informasi, serta menuangkan idetanpa dibatasi ruang dan waktu. Penggunaan media sosial saat ini semakin meningkat,termasuk di kalangan pelajar. Kehadiran media sosial memberikan berbagai pengaruh terhadap kehidupan peserta didik, terutama dalam bidang pendidikan dan prestasi belajar.Dampak media sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif merupakan pengaruh yang memberikan manfaat danperubahan yang baik bagi pengguna. Dalam dunia pendidikan, media sosial dapat membantu peserta didik memperoleh informasi pembelajaran dengan mudah, memperluas wawasan, mempermudah komunikasi dengan guru maupun teman, serta mendukung proses belajar melalui berbagai platform seperti YouTube, WhatsApp, dan lainnya. Dengan adanya media sosial, peserta didik dapat mengakses materi tambahan dan sumber belajar yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar mereka.Sebaliknya, media sosial juga memiliki dampak negatif. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, menurunkan konsentrasi belajar, menimbulkan rasa malas, serta mempengaruhi perilaku peserta didik. Banyak peserta didik lebih fokus bermain media sosialdibandingkan mengerjakan tugas sekolah sehingga prestasi belajar menjadi menurun.Selain itu, adanya akses terhadap konten negatif seperti pornografi juga dapat memberikan pengaruh buruk terhadap sikap dan perkembangan peserta didik.Prestasi belajar sendiri merupakan hasil yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran.Prestasi belajar biasanya ditunjukkan melalui nilai, kemampuan, maupun perubahan perilaku yang lebih baik. Untuk memperoleh prestasi belajar yang maksimal diperlukan usaha belajar yang sungguh-sungguh, lingkungan belajar yang kondusif, serta dukungan dari berbagai pihak seperti guru dan orang tua.Hubungan antara media sosial dan prestasi belajar sangat erat. Media sosial dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif apabila digunakan secara bijak dan sesuai kebutuhan pendidikan. Peserta didik dapat memanfaatkan media sosial untuk mencari materi pelajaran,berdiskusi dalam kelompok belajar online, maupun memperoleh informasi dari berbagai sumber terpercaya. Namun, apabila media sosial digunakan secara berlebihan dan tidak terkontrol, maka akan berdampak buruk terhadap hasil belajar peserta didik.Selain itu,media sosial juga memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti menciptakan komunitas belajar, menambah wawasan, mempererat silaturahmi, dan mempermudah memperoleh informasi. Oleh karena itu, penggunaan media sosial harus diarahkan pada hal-hal yang positif agar dapat membantu meningkatkan prestasi belajar peserta didik.Untuk mengurangi dampak negatif media sosial, diperlukan peran guru dan orang tua dalam melakukan pengawasan, memberikan bimbingan, serta menjalin komunikasi yang baik dengan peserta didik. Dengan penggunaan yang tepat, media sosial dapat menjadi media pembelajaran yang bermanfaat dan mendukung peningkatan prestasi belajar peserta didik di sekolah.
PENUTUP
Media sosial menjadi salah sumber informasi yang paling banyak digunakan oleh parapelajar. Media sosial dapat memberikan lebih banyak kemudahan dalam mengakses informasi, termasuk dalam proses pembelajaran . Tak jarang siswa lebih mengandalkan aplikasi pada smartphone mereka dibanding harus membuka buku pelajarannya. Selainmenyediakan informasi yang lebih luas dan akurat, aplikasi-aplikasi ini dinilai siswa lebih mudah dibanding dengan buku pelajaran.Media sosial bagai nilai mata uang yang tidak dapat dipisahkan, satu sisi dapat bermanfaat apabila digunakan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat, seperti mencaribahan-bahan pelajaran sekolah, diskusi mata pelajaran, belajar jarak jauh, dan mencari metode-metode pengajaran berbasis multi media.Namun, lain sisi penggunakan media sosialjuga dapat mengarah pada hal-hal negatif yang kemudian mempengaruhi kehidupan perilaku sosial anak, semisal terlalu banyak waktu yang digunakan berselancar di media sosial, mengakses konten yang tidak baik, game online, dan sebagainya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
