Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Frila Wahyuni Muliyasari

Buruh yang Masih Saja Harus Merasakan Pahitnya Janji Manis

Momen | 2026-05-03 06:34:27
www.detik.com

Hari buruh bagi sebagian orang hanya untuk dirayakan, tapi bagi sebagian besar rakyat Indonesia merupakan hari yang dinanti untuk menyerukan suara di depan para pejabat negeri. Momentum ini di tunggu oleh para 50 ribu Buruh yang menyuarakan keinginannya di depan Gedung DPR. Sebanyak 6 tuntutan yang diinginkan para buruh disampaikan di depan para penguasa Negeri. Tuntutan tersebut tidak berbeda dari tahun sebelumnya, yakni :

1. Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, sebagaimana diperintahkan dalam putusan Mahkamah Konstitusi.

2. Penolakan terhadap sistem outsourcing dan kebijakan upah murah yang dinilai semakin menguat.

3. Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin nyata akibat situasi global dan kebijakan ekonomi domestik.

4. Reformasi pajak yang berpihak pada buruh.

5. Mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

6. Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi.

Dari Isu-isu tersebut Pemerintah sudah berjanji untuk segera merealisasikan, tetapi nyatanya sampai sekarang belum di sahkan dan tidak ada tindakan yang nyata. Pada point 2 saja, meskipun upah buruh sudah dinaikan tetapi rakyat masih saja belum mendapatkan Haknya karena Kepala Daerah dan Kementrian tidak menjalankan aturan tersebut. (Sumber : https://www.tempo.co). Padahal Rakyat hanya menginginkan apa yang seharusnya mereka dapatkan, nyatanya pemerintah abai terhadap mereka. Sistem ekonomi kapitalis yang menjadikan mereka bekerja tanpa gaji yang memadai. Gaji yang mereka dapat hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari pangan, bbm, kesehatan dan pendidikan anak.

Berbeda jauh saat di jaman pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, beliau sampai tidak menemukan rakyatnya yang dapat menerima zakat. Ini adalah buah dari adilnya para pemimpin terhadap rakyatnya, mereka tidak hanya ingin menjadi pengurus rakyat mereka juga ingin kepemimpinannya dapat membukakan jalan menuju surga Allah. Landasan antara ilmu dan juga akhlak menjadikan mereka adil bukan hanya sekedar menuntaskan masalah rakyat. Namun mereka juga memberikan solusi terhadap masalah mereka, kita bisa melihat dari kisah Umar bin Abdul Aziz beliau mengirimkan surat kepada Abdul Hamid untuk mencari orang yang terlilit hutang dan melunasinya dengan dana dari Baitul Maal, namun pada masa itu uang Baitul Maal sangat banyak jadi tidak ada lagi orang yang berhak menerima zakat. Begitu sejahterahnya ketika kita menggunakan sistem yang diciptakan oleh Sang Khaliq, dan sudah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW pada masa kepemimpinannya. Sudah saatnya umat sadar bahwa sistem kapitalis hanya untuk menguntungkan oligarki semata, dan sistem yang membawa keselamatan dunia dan akhirat adalah sistem islam. Wallahualam Bishawab

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image