Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image wafi maalim

Krisis Adab: Kurangnya Adab Murid terhadap Guru di Era Modern

Eduaksi | 2026-04-27 14:51:13

Dalam dunia pendidikan, hubungan antara murid dan guru bukan sekadar interaksi penyampaian ilmu. Tetapi Lebih dari itu, hubungan tersebut dibangun atas dasar adab, rasa hormat, dan etika yang menjadi fondasi keberhasilan proses belajar. Namun, di era modern ini, fenomena kurangnya adab murid terhadap guru semakin sering terlihat dan menjadi perhatian serius.

Guru sering dijuluki sebagai "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa." Namun, belakangan ini, gelar tersebut seolah kehilangan kehormatan nya di mata sebagian generasi muda. Fenomena kurangnya adab murid terhadap guru bukan lagi sekadar isu disiplin sekolah, melainkan cerminan dari pergeseran nilai moral yang terjadi di tengah masyarakat.

Adab Dahulu, Baru Ilmu

Ada sebuah ungkapan bijak yang berbunyi: "Adab lebih tinggi daripada ilmu." Tanpa adab, ilmu hanya akan menjadi alat untuk memuaskan ego atau bahkan merusak orang lain.

Kurangnya adab terhadap guru seperti:

1. Membantah dengan nada keras.

2. Bermain handphone saat guru sedang menerangkan.

3. Hingga tindakan ekstrem seperti kekerasan fisik atau perundungan (bullying) di media sosial.

Akar Masalah: Mengapa Adab Terkikis?

Kurangnya rasa hormat murid terhadap guru tidak terjadi secara instan. Namun ada beberapa faktor yang melatarbelakangi terjadinya fenomena ini:

1. Pergeseran Paradigma Pendidikan: pendidikan sering kali dipandang sebagai "transaksi bisnis." Murid merasa sebagai konsumen yang membayar, sering kali memosisikan guru hanya sebagai penyedia jasa, bukan sebagai orang tua kedua.

2. Pengaruh Media Sosial: Konten yang merendahkan guru dan menjadikan guru sebagai objek prank demi konten sering kali ditiru oleh siswa tanpa memikirkan dampaknya.

3. Kurangnya pendidikan karakter: Pendidikan karakter pertama ada di keluarga. Jika di rumah saja anak sering mendengar orang tua yang meremehkan guru nya, maka anak akan membawa sikap dan karakter didikan dari rumah ke sekolahan.

Dampak Negatif

Kurangnya adab tidak hanya memengaruhi hubungan murid dengan guru, tetapi juga:

1. Menghilangkan rasa hormat terhadap ilmu

2. Membentuk karakter yang kurang disiplin dan tidak bertanggung jawab

3. Menciptakan lingkungan sekolah yang tidak kondusif

Solusi dan Upaya Perbaikan

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerja sama berbagai pihak

1. Penegakan Aturan yang Konsisten: Sekolah harus memiliki aturan yang jelas terkait etika dan perilaku murid, serta menerapkannya secara konsisten. Sanksi yang diberikan kepada murid sebaiknya bersifat mendidik, bukan sekadar menghukum, agar murid memahami kesalahan dan dapat memperbaikinya.

2. Guru perlu membangun komunikasi dua arah dengan murid. Mendengarkan pendapat, memahami latar belakang, dan memberi ruang dialog kepada murid yang dapat menumbuhkan rasa saling menghargai.

3. Penting nya Peran orang tua dalam menanamkan nilai sopan santun di lingkungan rumah sejak dini.

4. Sekolah juga harus ikut serta dalam menguatkan pendidikan karakter, Nilai seperti sopan santun, empati, dan tanggung jawab harus diajarkan secara konsisten, baik melalui pelajaran maupun kegiatan sehari-hari bukan hanya akademik saja.

Kurangnya adab murid terhadap guru adalah tantangan nyata yang tidak boleh diabaikan. Pendidikan sejatinya tidak hanya tentang memberikan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Dengan mengembalikan nilai-nilai adab dalam proses belajar, diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Wafi ma'alim Fithoriq

Mahasiswa STAIDI AL-HIKMAH

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image