Heni Prilantari Dorong Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Bantul
Sekolah | 2026-04-27 14:24:27
Bantul (MAN 2 Bantul) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kurikulum yang relevan dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan reviu kurikulum oleh pengawas madrasah, Heni Prilantari, M.Pd.
Kegiatan reviu kurikulum ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya evaluasi dan pengembangan berkelanjutan terhadap sistem pembelajaran di MAN 2 Bantul. Dalam kesempatan tersebut, Heni Prilantari menekankan pentingnya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian sosial.
“Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Guru perlu menghadirkan suasana belajar yang ramah, inklusif, dan penuh makna bagi siswa,” ujar Heni dalam arahannya kepada para pendidik.
KBC sendiri merupakan pendekatan yang menempatkan cinta sebagai landasan utama dalam proses pendidikan. Cinta dalam konteks ini mencakup cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, serta ilmu pengetahuan. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa tidak hanya menjadi cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia.
Kepala MAN 2 Bantul menyambut baik reviu yang dilakukan oleh pengawas madrasah tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak madrasah telah mulai mengintegrasikan nilai-nilai KBC ke dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. “Kami berupaya agar seluruh warga madrasah memahami dan menerapkan nilai cinta dalam setiap aspek kehidupan sekolah,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, para guru juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan tantangan dalam menerapkan KBC di kelas. Beberapa di antaranya menyoroti perlunya pelatihan lanjutan agar implementasi kurikulum ini dapat berjalan lebih optimal. Menanggapi hal tersebut, Heni Prilantari mendorong adanya kolaborasi antar guru serta pemanfaatan komunitas belajar sebagai sarana berbagi praktik baik.
Selain itu, reviu kurikulum ini juga mencakup penilaian terhadap perangkat pembelajaran, metode evaluasi, serta kesesuaian antara tujuan pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Hasil reviu diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan kurikulum di masa mendatang.
Dengan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta, MAN 2 Bantul optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan karakter yang kuat. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan tetap relevan dan sangat dibutuhkan di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
