Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image nur rohman romadoni

Pentingnya Memahami Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Tuntunan Syariat

Agama | 2026-04-24 10:05:24
Foto: Nur Rohman Romadoni

Madiun– Ibadah sholat merupakan tiang agama dan kewajiban utama bagi setiap Muslim yang telah baligh dan berakal. Sebagai amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat, sudah sepantasnya setiap umat Islam memastikan sholat yang dikerjakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Berikut adalah panduan ringkas tata cara sholat yang benar sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber fiqih.

1. Pastikan Suci dari Hadats dan NajisSebelum mendirikan sholat, seorang Muslim wajib dalam keadaan suci. Ini meliputi:

  • Bersuci dari najis: Pastikan badan, pakaian, dan tempat sholat bersih dari najis.
  • Wudhu: Lakukan wudhu dengan sempurna (membasuh muka, tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, dan membasuh kaki hingga mata kaki) untuk menghilangkan hadats kecil.
  • Mandi junub (wajib): Dilakukan untuk menghilangkan hadats besar.

2. Menutup AuratBagi laki-laki, aurat yang wajib ditutup adalah antara pusar hingga lutut. Namun, disunnahkan untuk memakai pakaian yang sopan dan tidak ketat. Bagi perempuan, seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan adalah aurat. Dianjurkan memakai mukena atau pakaian longgar yang tidak transparan.

3. Menghadap Kiblat (Ka'bah)Sholat harus dilakukan dengan menghadap ke arah Kakbah. Bagi umat Islam di Indonesia, arah kiblat umumnya ke barat laut. Gunakan aplikasi penunjuk arah kiblat atau kompas jika ragu.

4. Waktu yang TepatPastikan sholat dikerjakan pada waktunya:

  • Subuh (sejak fajar hingga terbit matahari)
  • Dzuhur (setelah matahari condong ke barat)
  • Ashar (ketika bayangan benda sama panjangnya)
  • Maghrib (setelah matahari terbenam)
  • Isya’ (setelah hilang mega merah hingga tengah malam)

5. Tata Cara Pelaksanaan Sholat (Rukun Sholat)

Berikut adalah urutan wajib dalam sholat yang tidak boleh ditinggalkan:

  1. Niat dalam hati: Luruskan niat untuk mengerjakan sholat karena Allah SWT. Niat tidak harus diucapkan, cukup diresapi dalam hati.
  2. Takbiratul Ihram: Mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan sejajar telinga atau bahu.
  3. Berdiri tegak (jika mampu): Membaca doa iftitah (sunah), lalu Surat Al-Fatihah, diikuti surat pendek.
  4. Rukuk: Membungkukkan badan dengan punggung rata, meletakkan kedua tangan di lutut, membaca tasbih tiga kali.
  5. I'tidal (bangkit dari rukuk): Berdiri kembali dengan tegak sambil mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah", lalu "Rabbana lakal hamdu".
  6. Sujud: Turun meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki di lantai. Membaca tasbih tiga kali.
  7. Duduk di antara dua sujud: Duduk sejenak sambil membaca doa "Rabbighfirli..."
  8. Sujud kedua: Melakukan gerakan sujud lagi seperti sebelumnya.
  9. Tasyahud Akhir: Duduk tahiyat akhir pada rakaat terakhir, membaca bacaan tahiyat hingga "Ashhadu anna Muhammadar Rasulullah" serta shalawat Nabi.
  10. Salam: Menoleh ke kanan dan kiri sambil mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullah".

6. Khusyu' dan TertibSelain gerakan, sholat akan lebih sempurna jika dilakukan dengan khusyu' (memusatkan hati) dan tertib (sesuai urutan). Hindari gerakan yang sia-sia atau berbicara di luar bacaan sholat.

Kesalahan Umum yang Sering TerjadiUlama mengingatkan beberapa hal yang sering disepelekan, antara lain:

  • Membaca Al-Fatihah dengan tergesa-gesa hingga tidak jelas bacaannya (tajwid).
  • Rukuk atau sujud tidak tuma'ninah (tenang sejenak), sehingga tulang punggung belum kembali ke posisi semula.
  • Tidak menempelkan dahi dan hidung dengan sempurna saat sujud.

PenutupSholat yang benar adalah fondasi bagi amal ibadah lainnya. Dengan memperhatikan syarat, rukun, dan sunnah-sunnahnya, semoga sholat kita menjadi penyejuk hati, pencegah perbuatan keji dan munkar, serta mendapatkan ridha Allah SWT. Bagi yang masih ragu, jangan ragu untuk bertanya kepada ulama atau ustadz terdekat, atau mengikuti kajian-kajian fiqih sholat di masjid sekitar.

Nur Rohman Romadoni

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image