Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Eko Widiantoro

Warung Mimi Encas di Majalengka Usung Konsep Makan Sepuasnya Bayar Seikhlasnya

Kuliner | 2026-04-18 20:07:18
Spot yang menjadi pavorite pengunjung untuk berswafoto di Warung Mimi Encas. (Foto: Dok Eko/Republika)

Retizen.Republika.co.id— Sebuah inisiatif berbasis kepedulian sosial hadir di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, melalui Warung Mimi Encas. Warung ini mengusung konsep “Dahar Sawaregna, Bayar Saikhlasna” atau makan sepuasnya dengan pembayaran seikhlasnya.

Berlokasi di Komplek Sawah Lega, Jalan Raya Salagedang KM 11, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, warung ini tidak sekadar menjadi tempat makan, melainkan juga sarana berbagi bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Pengelola warung, Wawan, menjelaskan bahwa ide pendirian warung berangkat dari keinginan keluarga untuk membantu sesama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

“Kami ingin berbagi. Masih banyak saudara kita yang kesulitan untuk makan, sehingga warung ini diharapkan bisa menjadi tempat yang memberi manfaat,” ujar Wawan saat ditemui, Sabtu (18/4/2026).

Ia menambahkan, prinsip sedekah menjadi landasan utama dalam operasional warung. Pengunjung dipersilakan menikmati hidangan tanpa batas, bahkan tanpa kewajiban membayar bagi yang tidak mampu.

“Tidak bayar pun tidak menjadi persoalan, karena memang ada yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Menurut Wawan, operasional warung didukung oleh donasi keluarga serta kontribusi sukarela pengunjung melalui sistem pembayaran seikhlasnya. Sebagian dana yang terkumpul juga dialokasikan untuk kegiatan sosial, termasuk santunan bagi anak yatim.

Meski tidak menerapkan harga tetap, Warung Mimi Encas tetap mampu beroperasi setiap hari dan melayani ratusan pengunjung.

“Dalam kondisi ramai, bisa mencapai 700 porsi dalam sehari. Secara hitungan mungkin tidak mudah dipahami, tetapi alhamdulillah selalu tercukupi,” ungkapnya.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB atau hingga makanan habis. Selain menyediakan hidangan, area warung juga dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas masyarakat.

Berbagai kegiatan seperti senam, latihan silat, hingga aktivitas anak-anak kerap dilaksanakan di lokasi tersebut. Pengelola juga menyediakan tambahan makanan bergizi seperti bubur kacang hijau dan telur bagi peserta kegiatan.

“Tempat ini terbuka untuk masyarakat. Yang penting dijaga kebersihan dan ketertibannya,” ujar Wawan.

Selain itu, anak-anak yang datang juga difasilitasi dengan buku gambar dan pensil sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan.

Berlokasi di area yang asri, pengunjung dapat menikmati suasana taman Saung Panganter Kahayang serta melihat koleksi domba Garut premium milik H. Ateng Sutisna.

Kehadiran Warung Mimi Encas menarik perhatian masyarakat, tidak hanya dari Majalengka, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Bandung, Indramayu, hingga Bekasi.

Salah seorang pengunjung, Alyani, mengaku terkesan dengan konsep yang ditawarkan.

“Tempatnya nyaman, makanannya enak seperti masakan rumah. Konsepnya juga sangat membantu,” ujarnya.

Warung Mimi Encas mulai beroperasi usai Lebaran 2026. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi upaya penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image