Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Maryani Al-Hikmah

Petualangan Diam-Diam Acil: Alarm Dini untuk Orang Tua

Pendidikan dan Literasi | 2026-04-16 17:49:34
Gambar bus di terminal dan anak-anak perlu pendampingan jika ingin naik bus

Seorang anak laki-laki berusia sekitar 8 tahun bernama Acil Suherman mempunyai satu kakak laki-laki kelas 4. Acil menjadi perhatian di lingkungan tempat tinggalnya,karena siswa kelas 1 di SDN Pondok Kopi ini dikenal memiliki kebiasaan mengambil barang yang bukan miliknya. Ia merupakan anak dari pasangan Totok dan Erna.

Yang lebih mengkhawatirkan, Acil kerap bepergian sendiri tanpa sepengetahuan orang tuanya. Ia pernah diketahui pergi ke Monas dan Ancol seorang diri dengan menggunakan kendaraan umum seperti commuterline dan busway. Dengan memanfaatkan kartu prabayar milik orang tuanya, Acil menyiasati pengawasan petugas dengan berjalan di samping orang dewasa agar terlihat seperti sedang didampingi.

Meski masih sangat kecil, keberaniannya menjelajah ibu kota sendirian tentu menyimpan risiko besar. Beruntung, Acil beberapa kali bisa pulang dengan selamat, baik dijemput oleh ibunya maupun diantar oleh orang baik yang peduli terhadap keselamatannya.

Di sekolah, Acil juga menghadapi kesulitan. Ia diketahui belum mampu membaca dan menulis dengan baik, hingga harus tinggal kelas. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ada kebutuhan khusus dalam perhatian dan pendampingan terhadap tumbuh kembangnya.

Solusi untuk Orang Tua

Kasus Acil menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk lebih peka terhadap perilaku anak. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain

1. Meningkatkan Pengawasan

Pastikan anak selalu dalam pantauan, baik di rumah maupun saat bermain di luar.

2. Bangun Komunikasi yang Terbuka

Ajak anak berbicara tanpa menghakimi. Cari tahu alasan di balik perilakunya, termasuk kebiasaan mengambil barang.

3. Ajarkan Nilai Kejujuran Sejak Dini

Berikan pemahaman tentang kepemilikan dan konsekuensi dari mengambil sesuatu yang bukan haknya.

4. Pendampingan Belajar

Jika anak mengalami kesulitan membaca dan menulis, orang tua dapat memberikan waktu khusus untuk belajar atau meminta bantuan guru dan tenaga profesional.

5. Batasi Akses terhadap Alat Transportasi dan Keuangan.

Simpan kartu atau alat pembayaran di tempat yang tidak mudah dijangkau anak.

6. Konsultasi dengan Ahli

Jika perilaku anak sulit dikendalikan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak.

Cara Pandang Orang Tua

Memiliki anak seperti Acil bukanlah aib, melainkan tantangan yang membutuhkan kesabaran dan perhatian lebih. Orang tua perlu melihat kondisi ini sebagai sinyal bahwa anak sedang membutuhkan bimbingan, bukan sekadar hukuman.

Alih-alih marah berlebihan, penting untuk hadir sebagai sosok yang membimbing dan memahami. Setiap anak memiliki cara belajar dan berkembang yang berbeda. Dengan pendekatan yang tepat, anak seperti Acil tetap memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Kisah Acil adalah alarm dini bahwa perhatian, kasih sayang, dan keterlibatan aktif orang tua adalah kunci utama dalam membentuk perilaku anak.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image