Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image M Muchtar Syafaat

Deep Learning, Transformasi Cara Belajar Siswa di Kurikulum Nasional Terbaru

Agama | 2026-04-15 20:26:31

Pendidikan di Indonesia mulai memasuki reformasi baru dengan adanya penerapan metode pembelajaran mendalam atau disebut dengan deep learning yang secara resmi dimasukkan dalam Kurikulum Nasional 2025 mulai tahun ajaran 2025/2026(Sultan Abdurrahman, Anastasya Lavenia Yudi, 2025). “Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)’’,Laksmi Dewi, menyampaikan bahwa skema pembelajaran ini dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi siswa.

Menurutnya, pendekatan deep learning mendorong para peserta didik untuk tidak hanya menghafalkan materi, tetapi juga memahami konsep secara kritis, menghubungkan antarpengetahuan, serta mengaplikasikannya dalam konteks nyata (Kemendikbudristek, 2024). Dengan demikian, metode ini diharapkan mampu mengatasi rendahnya capaian literasi yang selama ini menjadi tantangan dalam sistem pendidikan nasional, sekaligus membentuk kebiasaan berpikir tingkat tinggi sejak dini.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan peran strategis pendekatan deep learning dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam seminar nasional bertajuk "Implementasi Deep Learning dalam Rangka Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua," yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka).

Dalam forum tersebut, Mu’ti memaparkan pemikiran konseptual serta arah kebijakan pemerintah terkait penerapan pembelajaran mendalam, yang telah memperoleh respons luas dari kalangan akademisi dan masyarakat umum (Lestari, 2025).“Deep learning mengutamakan proses berpikir tingkat tinggi, seperti problem solving, kolaborasi, dan menemukan makna. Pembelajaran yang dilakukan dengan pendekatan ini akan mendorong siswa untuk terus berpikir kritis, menggali pengetahuan, dan pada akhirnya dapat menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan nyata,” ujarnya.

Pendekatan deepl learning yang digagas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menandai transformasi signifikan dalam praktik pembelajaran di Indonesia. Berbeda dengan kurikulum baru, deep learning merupakan metode pembelajaran yang berfokus pada pemahaman mendalam, pemikiran kritis, dan pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), serta menggembirakan (joyful). Dalam implementasinya, pendekatan ini memungkinkan guru untuk lebih terlibat dalam memantau dan mengarahkan proses pembelajaran siswa secara efektif, tidak sekadar mentransfer informasi, tetapi membimbing siswa untuk menemukan makna dan relevansi materi yang dipelajari (News, 2025a).

Kebijakan deep learning sebagaimana tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 muncul sebagai upaya strategis untuk mengantisipasi defisiensi pembelajaran esensial di Indonesia, khususnya ketimpangan literasi dan numerasi yang terekspos melalui Programme for International Student Assessment (PISA)(DISWAY, 2025). Data empiris mengungkap kecenderungan siswa dalam menginternalisasi prinsip-prinsip fundamental, namun gagal mengonversinya ke situasi sehari-hari. Fenomena ini mencerminkan ketergantungan pada mekanisme hafalan pasif (rote memorization) yang gagal memupuk pemahaman substantif dan penerapan praktis.

Secara paralel, defisit keterampilan era digital, termasuk analisis data, penilaian kritis, serta inovasi, menandakan orientasi kurikulum yang terpaku pada operasi kognitif dasar (Sleman, 2025). Pengembangan profil peserta didik pun mengalami disintegrasi karena metodologi pengajaran yang terkotak-kotak, ditambah dengan kumparan administratif berat yang melemahkan fungsi inti guru sebagai fasilitator transformasi pengetahuan.

Perspektif psikologi pendidikan memungkinkan dekonstruksi isu tersebut melalui lensa interdisipliner. Paradigma behavioris ala B.F. Skinner menggarisbawahi peran stimulus-respons, tetapi sering menyederhananya menjadi iterasi repetitif tanpa generalisasi kemampuan (Skinner, 1953). Konstruktivisme Piaget-Vygotsky menekankan zona perkembangan potensial (ZPD) beserta dukungan bertahap, elemen yang kurang terealisasi di ranah lokal sehingga menghambat pembelajaran situasional dan interaktif(Piaget, 1972).

Taksonomi kognitif Bloom mengilustrasikan trajektori dari retensi ke sintesis tingkat lanjut, meskipun realitas lapangan terjebak pada tahap awal. Teori pengkodean ganda Paivio dari neurosains menjelaskan ketidakselarasan antara pemrosesan visual-auditif yang merintangi imajinasi konseptual (Paivio, 1990). Humanisme Maslow-Rogers menuntut pemenuhan hierarki kebutuhan hingga aktualisasi potensial, kondisi prasyarat bagi maturasi kepribadian yang koheren. Kekurangan siklus umpan balik dinamis pun menyoroti ketidakefektifan model sibernetik, menghalangi responsivitas terhadap variasi individu (Maslow, 1943).

Penilaian program deep learning mengakui keunggulan arsitekturalnya dalam menyatukan ranah kognisi, afeksi, dan motorik dengan dasar data empiris PISA, walaupun menghadapi hambatan eksekusi seperti kebutuhan reskilling pendidik skala besar, inersia kultural hafalan, serta ketidakmatangan mekanisme pengawasan (Development, 2023). Solusi yang dirancang bersifat hierarkis dan berorientasi pada teori.

Bagi literasi-numerasi, strategi konstruktivis via pembelajaran berbasis persoalan dilengkapi dengan penyangga dan validasi kontekstual dapat mengakselerasi transfer kompetensi. Penguatan kapabilitas kontemporer memanfaatkan gradasi Bloom untuk naik ke ranah evaluasi-kreasi. Pembinaan karakter utuh mengadopsi humanisme melalui ekosistem pendukung kebutuhan psiko-sosial. Reduksi beban birokrasi guru terealisasi lewat digitalisasi, termasuk algoritma kecerdasan buatan untuk otomatisasi rutinitas dan analisis umpan balik instan (News, 2025b).

Pada intinya, keberlanjutan inisiatif deep learning bergantung pada metamorfosis struktural dari retensi pasif ke akuisisi bermakna. Sintesis paradigma psikologi pendidikan menjadi pilar krusial agar kebijakan ini menyeberang dari rancangan ideal ke dampak riil. Didukung komitmen regulasi, penguatan aparatur pengajar, dan matriks evaluasi terintegrasi, inisiatif ini berjanji mengangkat standar pendidikan nasional serta mengakomodasi agenda transformasi jangka panjang bangsa.

Kesimpulan: Program deep learning memiliki fondasi teori kuat, namun sukses bergantung pada transformasi sistemik dari rote ke meaningful learning. Integrasi multi-teori psikologi belajar menjadi kunci efektivitas jangka panjang.

Referensi:

Development, O. for E. C. and. (2023). PISA 2022 Results: What Students Know and Can Do.

DISWAY. (2025). Permendikdasmen 13 Tahun 2025: Inovasi kurikulum dengan fokus deep learning dan koding serta kecerdasan artifisial untuk generasi emas 2045. https://harian.disway.id/read/886397/permendikdasmen-13-tahun-2025-inovasi-kurikulum-dengan-fokus-deep-learning-dan-koding-serta-kecerdasan-artifisial-untuk-generasi-emas-2045

Lestari, E. (2025). Mendikdasmen Tekankan Peran Deep Learning dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia. https://smk.kemendikdasmen.go.id/berita/mendikdasmen-tekankan-peran-deep-learning-dalam-meningkatkan-kualitas-pendidikan-indonesia%0AAccessed: 2026-04-14

Maslow, A. H. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.

News, A. (2025a). Indonesia strengthens implementation of deep learning in schools. https://en.antaranews.com/news/395485/indonesia-strengthens-implementation-of-deep-learning-in-schools

News, A. (2025b). Indonesia to add coding, AI to Sekolah Rakyat curriculum. https://en.antaranews.com/news/374913/indonesia-to-add-coding-ai-to-sekolah-rakyat-curriculum

Paivio, A. (1990). Mental Representations: A Dual Coding Approach. Oxford University Press.

Piaget, J. (1972). The Psychology of the Child. Basic Books.

Skinner, B. F. (1953). Science and Human Behavior. Macmillan.

Sleman, M. C. S. K. (2025). Transformasi kurikulum nasional: Pembelajaran mendalam jadi fokus. https://mediacenter.slemankab.go.id/2025/07/28/transformasi-kurikulum-nasional-pembelajaran-mendalam-jadi-fokus/

Sultan Abdurrahman, Anastasya Lavenia Yudi, dan D. B. (2025). konsep deep learning yang akan diimplementasikan Kemendikdasmen dalam Kurikulum Nasional 2025-2026. https://www.tempo.co/politik/deep-learning-transformasi-cara-belajar-siswa-di-kurikulum-nasional-terbaru-2050501%0AAccessed: 2026-04-14

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image