Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ken Aqlima Kurnia Syazwani

Rahasia Diet: Konsumsi Karbohidrat dengan Tepat untuk Diet Sehat!

Eduaksi | 2026-04-12 13:11:26

Banyak yang mengira karbohidrat tidak ramah untuk dikonsumsi bagi seseorang yang sedang diet. Mereka menganggap bahwa mengonsumsi karbohidrat seperti nasi bisa membuat tubuh menjadi gemuk dan akhirnya membatasi makan makanan yang mengandung karbohidrat. Padahal, karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh yang harus didapatkan dengan jumlah yang cukup. Artikel ini akan membahas tentang rahasia diet, bukan hanya menghilangkan karbohidrat sepenuhnya, tetapi juga cara mengonsumsi karbohidrat yang tepat untuk pejuang diet.

Tubuh manusia sangat membutuhkan karbohidrat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Karbohidrat adalah salah satu makronutrien yang berperan sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Dalam metabolisme tubuh, karbohidrat dipecah menjadi glukosa oleh enzim amilase untuk diteruskan oleh darah ke seluruh tubuh sebagai bahan bakar untuk beraktivitas. Seseorang yang kekurangan karbohidrat akan merasakan lemas, konsentrasi menurun, dan metabolisme tubuh terganggu.

Tidak semua karbohidrat baik untuk dikonsumsi oleh tubuh, terutama pada seseorang yang sedang diet. Karbohidrat sederhana seperti gula pasir, permen, kue, dan makanan manis lainnya menyebabkan kadar gula darah naik turun drastis. Karbohidrat inilah yang harus dihindari oleh seseorang yang sedang diet. Sedangkan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, dan ubi adalah karbohidrat utama yang wajib dikonsumsi walaupun dalam keadaan diet. Karbohidrat kompleks akan menghasilkan energi yang lebih tahan lama karena gula darah di dalam tubuh terjaga dan tetap stabil. Selain itu, mengonsumsi karbohidrat khusus yang mengandung serat seperti sayur dan buah juga diperbanyak bagi orang yang sedang diet.

Diet yang baik dapat mengatur strategi dalam mengonsumsi makanan, terutama yang mengandung karbohidrat. Memahami prinsip dan strategi berikut ini dapat membantu pejuang diet merancang pola makan yang efektif.

1. Konsumsi karbohidrat sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hingga sore saat tubuh paling aktif dan membutuhkan energi. Ketika malam hari, disarankan mengonsumsi karbohidrat lebih sedikit dari sumber kompleks karena aktivitas fisik sedang turun sehingga dapat membentuk lemak.

2. Konsumsi karbohidrat dikombinasikan dengan zat gizi lain, terutama protein seperti tahu dan tempe. Adanya kombinasi tersebut dapat menyerap glukosa dalam waktu cukup lama sehingga menjaga gula darah tetap stabil dan rasa kenyang lebih lama.

3. Menerapkan ‘Isi Piringku’ untuk mengontrol asupan kalori agar tidak seimbang, tidak kurang dan tidak lebih.

4. Mengonsumsi makanan yang memiliki Indeks Glikemik (IG) rendah seperti oat, kacang merah, dan buah segar untuk memberikan energi stabil.

Mitos tentang karbohidrat dan diet adalah hal yang sering dianggap benar, namun nyatanya salah. Karbohidrat justru tidak boleh dihindari sepenuhnya saat diet karena tubuh tetap membutuhkan energi yang berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat. Perjalanan diet dan pola makan sehat harus dimulai dari perubahan kecil. Mengubah pola makan dengan memperhatikan kandungan zat gizi yang baik untuk tubuh secara konsisten jauh lebih efektif daripada melakukan diet ketat yang hanya memberikan dampak negatif pada tubuh. Karbohidrat bukanlah musuh dalam menjalankan diet, justru harus dikenali lebih dalam untuk memahami jenis, waktu, dan cara mengonsumsinya agar mencapai berat badan ideal.

Diyah, N. W., Ambarwati, A., Warsito, G. M., Niken, G., Heriwiyanti, E. T., Windysari, R., Prismawan, D., Hartasari, R. F., & Purwanto, P. (2018). Evaluasi Kandungan Glukosa dan Indeks Glikemik Beberapa Sumber Karbohidrat dalam Upaya Penggalian Pangan Berindeks Glikemik Rendah. JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, 3(2), 67-73. https://e-journal.unair.ac.id/JFIKI/article/view/7040

Petrus, P., Srimiati, M., & Lestari, R. (2023). Hubungan Asupan Karbohidrat dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Health Information: Jurnal Penelitian, 15(3), e1047. https://doi.org/10.36990/hijp.v15i3.1047

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image