Birokrasi Melilit Rakyat Makin Terjepit
Politik | 2026-04-09 10:51:02Astaghfirullah...
Di saat hidup rakyat sudah sulit, malah di persulit dengan adanya kebijakan penguasa saat ini. Lapangan pekerjaan yang semakin sempit, penghasilan tetap bahkan kadang turun, harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, tiba - tiba di kejutkan oleh kebijakan penguasa yang membuat dada semakin sesak. Usulan dari DPR RI misalnya, untuk beli gas LPG 3 kg harus menggunakan sidik jari atau retina mata. Usulan ini di sampaikan oleh Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah yang menilai distribusi gas melon saat ini masih belum optimal (Sumber : www.DetikNews.com).
Alasan klise dari penguasa tersebut membuat rakyat semakin susah. Banyak prosedur, banyak administratif. Tapi kenapa yang di buat ribet itu selalu rakyat menengah kebawah? Bukan orang kaya, konglomerat, penguasa atau juga pengusaha yang sudah mapan kehidupanya? Inilah hidup di era kapitalis yang menjadikan bahwa negara hadir hanya sebagai pengontrol saja. Energi seperti gas LPG 3kg hanya sekedar di jadikan komoditas. Rakyat di anggap sebagai obyek yang sewaktu- waktu bisa di atur. Maka tidak heran setiap kebijakan selalu membuat susah rakyat golongan bawah. Jika usulan DPR RI tersebut di gol kan, maka negara telah kehilangan kemampuan mengurus distribusi terhadap rakyatnya.
Saat ini para ibu mau memasak saja masih mutar otak, kadang untuk membeli tabung LPG saja uangnya tidak ada. Ada tabung juga uang, tapi apakah nanti lolos verifikasi atau tidak? Betul- betul saat ini rakyat di buat sengsara oleh ulah penguasa. Di buat lelah, di paksa nurut oleh aturanya yang semena-mena. Beda pandangan jika memakai hukum islam, kekuasaan adalah amanah yang harus di jalankan sesuai perintah Allah SWT. Terdapat sabda Nabi Muhammad SAW yakni : " Penguasa adalah raa'in (pengurus rakyat) dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawaban atas apa yang di pimpinya (H.R Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadist di atas, maka wajib sebagai pemimpin negara memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengurus rakyat nya sesuai syariat islam. Pemimpin seharusnya mengutamakan kesejahteraan rakyatnya bukan menambah susah atau menambah ribet dalam hidupnya. Para ulama juga tegas memberi taukan, jika penguasa mempersulit urusan rakyat itu adalah suatu bentuk kezaliman. Jika hari ini untuk membeli gas 3kg saja harus pakai "Birokrasi yang mbulet" maka ini bukti bentuk kezaliman yang sangat nyata. Karena dalam islam gas adalah termasuk kebutuhan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena dalam islam , sumber daya seperti gas adalah milik umat dan negara wajib mendistribusikan secara adil dan mudah untuk semua golongan baik itu rakyat kaya atau miskin. Jadi masalah nya bukan salah sasaran, melainkan cara pandang penguasa terhadap rakyatnya. Jika dalam sistem kapitalis rakyat di anggap objek yang begitu mudah di atur, tapi kalau dalam islam rakyat itu adalah amanah dari Allah yang harus di urus semua kebutuhanya. Penyelesaian dalam islam yaitu penguasa sebagai pengurus rakyat yang menjadikan distribusi kebutuhan pokok itu mudah termasuk gas LPG 3kg . Jadi bukan tambah alat, bukan juga tambah birokrasi. Karena yang di butuhkan rakyat itu bukan teknologi tinggi, namun tercukupinya pemenuhan kebutuhan pangan, kesejahteraan dan keadilan yang merata.
Wallahu a'lam bishowwab
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
