Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Astri Anggraeni putri

Strategi Penganggaran Sebagai Bekal Finansial Generasi Muda

Bisnis | 2026-04-06 16:15:05

Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan wawancara sebagai bentuk penerapan pembelajaran dalam memahami pengelolaan keuangan, khususnya terkait penganggaran parsial dan komprehensif dalam kehidupan sehari-hari. Wawancara ini dilakukan kepada salah satu kerabat terdekat yang sudah berpengalaman dalam mengatur keuangan keluarga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana penganggaran diterapkan secara langsung dalam kehidupan masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara, narasumber menjelaskan bahwa dalam mengelola keuangan keluarga, ia cenderung menggunakan metode penganggaran secara parsial. Penganggaran parsial adalah metode di mana hanya beberapa bagian pengeluaran tertentu yang direncanakan dan dikontrol, seperti kebutuhan pokok (makan, listrik, dan pendidikan), sementara pengeluaran lainnya tidak selalu dicatat secara rinci. Menurut narasumber, metode ini lebih sederhana dan mudah diterapkan karena tidak membutuhkan pencatatan yang terlalu detail.

Namun, narasumber juga memahami konsep penganggaran komprehensif, yaitu metode pengelolaan keuangan yang mencakup seluruh pemasukan dan pengeluaran secara menyeluruh. Dalam metode ini, semua aspek keuangan dicatat secara rinci, mulai dari pendapatan, kebutuhan rutin, tabungan, hingga pengeluaran tidak terduga. Meskipun lebih lengkap, narasumber mengakui bahwa metode komprehensif membutuhkan kedisiplinan dan waktu yang lebih banyak dalam pencatatannya.

Dari wawancara tersebut juga diketahui bahwa salah satu tantangan utama dalam penganggaran adalah menjaga konsistensi dalam mencatat dan mengontrol pengeluaran. Terkadang, kebutuhan mendadak seperti biaya kesehatan atau keperluan mendesak lainnya membuat anggaran yang telah disusun menjadi tidak sesuai. Oleh karena itu, narasumber selalu menyisihkan sebagian pendapatan sebagai dana cadangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.

Selain itu, narasumber menyarankan agar generasi muda mulai belajar mengelola keuangan sejak dini, baik dengan metode parsial maupun komprehensif. Hal ini penting agar dapat menghindari pemborosan dan lebih bijak dalam menggunakan uang. Menurutnya, penganggaran yang baik dapat membantu mencapai tujuan keuangan, seperti menabung, berinvestasi, dan memenuhi kebutuhan di masa depan.

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa baik penganggaran parsial maupun komprehensif memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penganggaran parsial lebih mudah diterapkan, sedangkan penganggaran komprehensif lebih lengkap dan terstruktur. Pemilihan metode penganggaran sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing individu atau keluarga agar pengelolaan keuangan dapat berjalan dengan efektif.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image