Peran Krusial Guru Wali dan Kompetensi BK di Sekolah
Edukasi | 2026-04-06 11:17:47
Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar acara sarasehan pada Selasa, 31 Maret 2026. Bertempat di Amphitarium Kampus IV UAD, kegiatan strategis ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai kebijakan baru terkait peran krusial guru wali dalam penyesuaian beban kerja guru.
Kepala PSKP UAD, Dr. Azaki Khoirudin, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir untuk merefleksikan kebijakan pemerintah tersebut. Ia menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini sangatlah serius, terutama pada aspek kesehatan mental peserta didik.
"Isu kesehatan mental ini akan terus relevan hingga beberapa puluh tahun ke depan, sehingga sangat penting untuk kita bahas secara serius hari ini," ujar Dr. Azaki.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Standar Pendidikan dan Kurikulum Asesmen Pendidikan, Irsyad Zamjani, Ph.D., menjelaskan bahwa penguatan guru wali adalah esensi dari pendidikan agar bangsa ini tidak meninggalkan generasi yang lemah. Ia menyebutkan bahwa guru wali memiliki peran yang sangat penting dalam memantau perkembangan akademik, memperkuat karakter, serta membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Dalam sesi pemaparan materi, dibahas secara komprehensif mengenai urgensi konsep guru wali sebagai konselor bagi siswa guna menghadapi fenomena krisis kesehatan mental yang kini juga telah menjadi tren global di berbagai negara. Guru wali diharapkan mampu menjalankan fungsi holistik sebagai pendukung emosional, fasilitator belajar, hingga pembina karakter melalui proses pendidikan yang lebih terstruktur. Layanan bimbingan dan konseling ini mencakup empat ranah utama, yang meliputi ranah pribadi, belajar, sosial, dan karier.
"Penguatan generasi yang kompetitif dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan merupakan tanggung jawab yang akan dijalankan oleh para guru kita," tegas Irsyad Zamjani.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sarasehan tersebut dapat memberikan manfaat nyata sebagai bahan refleksi serta kajian evaluasi terhadap berbagai tantangan yang ada di sekolah-sekolah. Sebagai kesimpulan, kehadiran guru wali yang kompeten merupakan investasi terbaik bagi bangsa, karena ia tidak hanya bertugas untuk mengajar, tetapi juga dituntut untuk hadir dan peduli bagi setiap anak yang sedang tumbuh kembang. (Septia)
uad.ac.id
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
