Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image ARIEF Nurharyadi

Keistimewaan Masjid yang Disebut Al Qur'an dan Hadist

Sejarah | 2026-04-05 13:14:38

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW, terdapat tiga masjid yang memiliki kedudukan sangat istimewa. Keutamaannya sering dikaitkan dengan anjuran untuk melakukan perjalanan khusus (safar) demi beribadah di sana.
Berikut adalah ketiga masjid tersebut :


1. Masjid Al-Haram (Makkah)

Ini adalah masjid yang paling utama di dunia. Di dalamnya terdapat Ka'bah yang menjadi kiblat umat Islam. Beribadah di sini memiliki pahala yang berlipat ganda dibandingkan masjid lainnya.


2. Masjid An-Nabawi (Madinah)

Masjid ini dibangun oleh Nabi Muhammad SAW setelah beliau hijrah ke Madinah. Di dalam kompleks masjid ini juga terdapat makam Rasulullah SAW dan area Raudhah yang disebut sebagai taman surga.


3. Masjid Al-Aqsa (Yerusalem)

Masjid ini merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum berpindah ke Ka'bah. Al-Aqsa juga menjadi tempat singgah Rasulullah SAW saat peristiwa Isra Mi'raj sebelum naik ke Sidratul Muntaha.
Adapun Hadis tersebut yaitu :"Tidak boleh melakukan perjalanan jauh (dengan sengaja untuk ibadah) kecuali menuju tiga masjid : Masjid Al-Haram, Masjid Rasulullah SAW (An-Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga mesjid ini memang di anjurkan umat muslim untuk beribadah di dalamnya dalam hal ini ibadah bukan hanya sholat akan tetapi ibadah dalam arti luas dimana kita/manusia sebagai Rahmat semesta Alam dan melaksanakan amar makruf nahi mungkar (melaksanakan amal kebaikan dan mencegah kemungkaran/aktif partisipatif).


Ada orang yang menyatakan bahwa pengelola 3 mesjid tersebut adalah kaum yang terpilih oleh Allah SWT karena ke-3 mesjid tersebut melayani Umat Muslim Dunia.
Untuk mengkaji hal diatas maka kita lihat sejarah pengelolaan Ke 3 mesjid tersebut sebagai berikut :


Masjidil Haram dan An Nabawi Madinah

- Awal mula, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
- 200–300 tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad ﷺ seorang bernama Amr bin Luhay Al-Khuza'i Pemimpin suku Khuza'ah ini memindahkan berhala Hubal dari tempat bernama Ma'ab di Syam (Amaliq) ke Mekkah.
- Fathul Mekkah 620M ratusan patung dan berhala di musnahkan Nabi Muhammad SAW.

- Abad ke 10 M Qoramiya Syiah Ismailiyah menguasai Masjidil haram.
- Abad 10 - 12 M Fatimiyah Syiah Ismailiyah mengelola Masjidil haram.

Setelah itu berada di bawah kekuasaan Sunni :

-Dinasti Ayyubiyah (Salahuddin)- Kesultanan Mamluk

- Kesultanan Utsmaniyah (hingga 1916).

Sejak awal abad ke-20, Masjidil Haram dikuasai keluarga Saud (bukan merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW (Sayyid/Syariif) maupun dari Bani Hasyim (Quraisy)

Berbasis paham Sunni (Salafi/Wahabi).

Pengelolaan sangat terpusat hingga sekarang.

Nama negara juga mengacu dari nama keluarga Saud sehingga nama negara nya adalah Arab Saudi atau Kingdom of Saudi Arabia (KSA).

Mesjid Al Aqsa
pengelola utama :

- Bani Israil (zaman nabi-nabi)

- Bizantium (Kristen) sebelum 637M

- Khilafah Islam (Umar, Umayyah, Abbasiyah) 637-1099M

- Tentara Salib (Kristen) 1099-1187M

- Ayyubiyah 1187–1250M & Mamluk 1250–1517) (Islam)

- Utsmaniyah (Islam) 1517–1917M

- Inggris (administratif, wakaf tetap Islam) 1917–1948.

- Yordania (1948–1967)

- Israel. 1967 SD Sekarang.

Dahulu kala para pengelola mesjid ini berhasil untuk memakmurkan mesjid dan tidak hanya itu mereka juga berperan aktif menjaga kaum muslim di dunia dan menjaga perdamaian Dunia, apalagi untuk masjidil haram karena berkaitan dengan rukun Islam ke 5 berhaji (wajib jika mampu) dan juga Umroh.


Data dari amphuri tahun 2025 : Total jamaah dunia ±19,5 juta dengan rincian :

- Haji±1,6–1,7 juta

- Umroh±17–18 jutadan total uang beredarRp230 – Rp330 triliun .

Ini hanya pendapatan langsung (visa, layanan resmi, dll) Jika termasuk hotel, maskapai, makanan, transportasi dan lain-lain maka nilai riil ekonomi bisa jauh lebih besar lagi.

Bahkan visi Arab Saudi 2030 memprogramkan umat datang mencapai 30juta jiwa sehingga kedepannya dapat menggantikan pendapatan dari minyak.


Melihat kondisi sekarang (Maret 2026) kondisi umat muslim sangat memperihatinkan, jika kita lihat di Palestina berapa jumlah jiwa yang tewas akibat adanya negara Israel ?Belum lagi konflik di Yaman, Suriah, Lebanon, Somalia dan lain-lain di mana sesama muslim berperang (Arab Saudi vs UAE/Mesir). Jutaan Jiwa rakyat yang tewas dan terluka belum lagi pengungsi yang kelaparan dan terkena penyakit akibat perang ini.


Yang membagongkan lagi ada Ulama Indonesia yang berpengaruh mengatakan bahwa rakyat Palestina mengalami cobaan tersebut karena tidak mentaati perintah Allah dimana indikatornya ke imanannya ditentukan karena tidak banyaknya orang-orang yang berjenggot. Ulama ini sepertinya sudah mendapat laporan dari Malaikat Roqib dan Atid yang mencatat semua amal perbuatan manusia sehingga dia dapat memvonis manusia lain. (Apa dia sudah berubah dari Manusia ?)


Apa sih amalan yang sudah kita sumbangkan untuk membantu sesama muslim ?

Seharusnya kaum yang mendapat manfaat dari ke 3 mesjid di atas dapat menyumbangkan berbagai hal untuk umat ?


Mari kita lihat sejarah kakek Nabi ketika ikhlas dan tawadhu menghadapi pasukan gajah Abrahah.

SEJARAH


Abrahah adalah gubernur Yaman yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Habasyah (Ethiopia sekarang). Ia berkuasa di Yaman sekitar abad ke-6 M dan membangun rumah ibadah besar bernama Al-Qullays di Sana’a.

Tujuannya mengalihkan pusat ibadah Arab dari Ka’bah ke Rumah Ibadahnya. Abrahah berusaha mempengaruhi kabilah-kabilah arab agar mengakui rumah ibadahnya dan berdagang dengannya dan mengucilkan kaum Qurays sebagai penjaga Kabah, Akan tetapi para kabilah ini menolak karena secara sejarah Kabah sudah menjadi bagian dari mereka selain persatuan kesukuannya.


Dalam Sirah Nabawiyah karya Syeikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury yang bersumber dari Kitab "Ar-Rahiqul Makhtum", Seorang yang berasal dari Bani Kinanah merasa kesal terhadap Abrahah. Dia secara diam-diam mengendap-endap menerobos saat malam memasuki Al Qulayys tersebut, lalu dia lumuri kiblat mereka itu dengan kotoran. Karena ambisi yang kuat serta salah satu hal ini maka Abrahah menyerang Kabah dengan pasukannya Gajah.


Ketika itu Abdul Muttalib (Kakek kandung Nabi Muhammad SAW) sebagai pemimpin Qurays penjaga Kabah menemui raja Abrahah dan ketika bertemu Abdul Muttalib hanya meminta 200 unta yang di tahan Abrahah bukan mempertahankan Kabah, hal ini memancing keinginan Tahuan Abrahah dan bertanya, dan ini jawaban dari Abdul Muttalib,
“Aku adalah pemilik unta itu, dan Ka’bah memiliki Tuhan yang akan menjaganya.” (Arab : Ana rabbul ibl, walil-bayti rabbun yahmihi)


Dari percakapan ini kita dapat mengambil hikmah yaitu Abdul Muttalib tidak panik secara duniawi, Ia fokus pada tanggung jawabnya sebagai pemimpin dimana ada milik masyarakat berupa unta dan menyerahkan urusan Ka’bah kepada Allah.

Bandingkan dengan sekarang ketika ada orang yang menyatakan bahwa pelindung mesjid Allah sebaiknya menjaga mesjid Allah daripada "berperang" karena lebih banyak Mudhorotnya/kerugiannya ?

Bahkan ia berperang dengan sesama muslim bukan membela kaum muslim yang sangat banyak tewas dan terluka sehingga ia malah menambah korban di kaum Muslim. (Pagar makan tanaman ?)


Ketika pernyataan ini muncul maka ada orang memcurigai bahwa pernyataan itu lebih menitik beratkan pada hal Ekonomis dan juga ada hadist


مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)

Bandingkan dengan Kaum Qurays sebagai penjaga Kabah yang mempertahankan Kabah terhadap rumah ibadah saingannya dan Abdul Muttalib yang membela Kaumnya dengan meminta 200 unta sedangkan jika kita cermati adanya peperangan antara sesama muslim (Arab Saudi vs UEA) di Yaman, di sini perlu di kritisi bagaimana sebagai penjaga Mesjid Allah mereka selayaknya melindungi umat muslim yang datang kesana dan bahkan telah memberikan nilai ekonomis yang tidak sedikit kepada pengelola mesjid tersebut.


Menjadi tantangan juga bagi kaum Muslim untuk dapat membebaskan Al Quds / Al Aqsa karena telah di nubuatkan oleh nabi
اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ
Hitunglah enam hal sebagai tanda kiamat, kematianku dan kemenangan Baitul Maqdis [HR. al-Bukhari]

Selain itu dalam Al Qur'an Allah Azza wa Jalla berfirman :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ

Maha suci Allah Azza wa Jalla yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami barakahi sekelilingnya. [al-Isra`/ 17:1]

Bagaimana kita dapat membebaskan Al Quds jika kita masih terpecah belah seperti Sunni vs Syiah, Islam vs Nasional bahkan kalender Hijriyah yang telah berumur 1447 H sampai sekarang metode kesepakatannya saja belum dapat di sepakati bersama.


Contoh saja jika ada pasukan koalisi Islam akan berperang pada 1 Syawal maka penentuan 1 Syawal nya memerlukan berbagai macam metode sehingga ketika terjadi kesepakatan 1 syawalnya maka musuh sudah menyerang mereka.


Bandingkan dengan kalendar Masehi yang di sepakati oleh siapapun pemimpinya dan dimanapun negaranya (Islam, Nasrani, Yahudi, budha, Hindu, Ateis dan lain sebagainya).


Semoga kita dapat memaknai hadis sebagai berikut :


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir-hampir bangsa-bangsa (kafir) saling mengajak untuk memerangi kalian, sebagaimana orang-orang yang akan makan saling mengajak menuju piring besar mereka”
Seorang sahabat bertanya : “Apakah disebabkan dari sedikitnya kita pada hari itu?”
Beliau menjawab: “Tidak, bahkan pada hari itu kalian banyak, tetapi kalian buih, seperti buih di lautan. Dan Allah akan menghilangkan rasa gentar dari dada musuh terhadap kalian. Dan Allah akan menimpakan wahn (kelemahan) di dalam hati kalian”
Seorang sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Cinta dunia dan takut menghadapi kematian.” (HR. Abu Dawud no. 4297)

Semoga Allah SWT melindungi kita dari hal di atas dan dari Fitnah Dajjal.
والله أعلم بالصواب

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image