Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image ARIEF Nurharyadi

Abu Lahab dapat masuk Surga ?

Agama | 2026-04-05 08:49:37

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!.Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.(QS: 111 Al Lahab).
Ayat ini memberitahukan bahwa Abu Lahab akan masuk neraka begitu juga dengan istrinya.

Siapakah Abu Lahab ?

Abu Lahab dengan nama asli Abdul Uzza bin 'Abdul Muttalib yang merupakan paman (kakak dari Abdulah/Ayah Nabi), Istrinya adalah Ummu Jamil, yang telah melahirkan Enam anak, yaitu Utbah bin Abu Lahab, Utaybah bin Abu Lahab, Mu'tib bin Abu Lahab, Durrah Bin Abu Lahab, Khalidah Binti Abu Lahab, dan Izza Binti Abu Lahab.

beberapa anak kandung Abu Lahab memeluk Islam, meskipun ayah mereka adalah penentang keras dakwah Nabi Muhammad SAW. Mereka yang masuk Islam adalah Durrah binti Abi Lahab (anak perempuan, hijrah ke Madinah), serta dua anak laki-laki, Mu'tab bin Abi Lahab dan Utbah bin Abi Lahab, yang memeluk Islam saat Fathul Makkah.

Melihat data diatas apakah Abu Lahab dapat masuk Syurga karena ada 3 anaknya yang masuk Islam ?

Jika kita mengacu pada Al Qur'an tertulis bahwa Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 113 :"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang beriman memohonkan ampun bagi orang musyrik, walaupun kerabatnya
Artinya jika seseorang meninggal dalam keadaan tidak beriman (musyrik), maka dalam akidah mayoritas ulama, ia tidak masuk surga, walaupun anaknya seorang muslim.

Contoh dari kisah Nabi,Nabi Ibrahim pernah mendoakan ayahnya, tetapi kemudian berhenti setelah jelas ayahnya menolak iman.Nabi Muhammad juga ingin memohonkan ampun untuk pamannya (Abu Thalib), tetapi tidak diizinkan oleh Allah.Ini menunjukkan bahwa hubungan keluarga tidak mengubah hukum iman.

Jadi mayoritas pendapat kepada anak yang orang tuanya non muslim dapat melakukan hal berikut : Jika orang tua masih hidup Anak muslim boleh mendoakan agar orang tua diberi hidayah.Jika sudah wafat dalam keadaan non-muslim, Mayoritas ulama menyatakan tidak boleh mendoakan ampunan (maghfirah).

Sementara itu ada orang yang berpendapat bila seseorang/kaum belum sampai dawahnya maka masih dapat ampunan dari Allah SWT dengan Dalilnya ada dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra ayat 15 :"Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul...

Konsep “belum sampai dakwah”

Sebagian ulama membahas kondisi orang yang disebut Ahlul Fatrah (orang yang tidak sampai dakwah dengan benar)

Maknanya, Jika seseorangTidak pernah "mendengar" Islam dengan benar Atau mendapat informasi yang salah/terdistorsiAtau hidup di tempat/masa yang jauh dari dakwah, Maka mereka tidak langsung dihukumi seperti orang yang menolak Islam dengan sadar.

Apa itu “dakwah yang benar-benar sampai” ?
Menurut banyak ulama, termasuk Ibnu Taimiyah, dakwah dianggap sampai (hujjah tegak) jika,

- Pesan Islam disampaikan dengan jelas- Tidak terdistorsi (bukan sekadar stigma/media)

- Bisa dipahami oleh orang tersebut

- Disampaikan dengan cara yang benar (bukan kasar/menakutkan)
Jadi bukan sekadar“ dia pernah dengar kata Islam” hal itu belum cukup !

Kondisi orang zaman sekarang

(penting !)

Di era modernBanyak orang sebenarnya,

- Tahu Islam dari media (terorisme, konflik)

- Tidak pernah baca Al-Qur'an langsung

- Tidak pernah mendapat penjelasan yang adil

- Melihat perilaku oknum muslim yang kurang baik


Dalam pandangan sebagian ulama Ini bisa dianggap “dakwah belum sampai dengan benar”,
Maka orang tua non-muslim bisa masuk kategori ini jika ,

Contohnya :

- Tidak pernah diajak memahami Islam secara baik

- Mengira Islam itu keras atau menakutkan

- Hidup di lingkungan non-muslim tanpa akses dakwah yang jelas

- Mendapat informasi yang salah tentang Nabi Muhammad.


Dalam kondisi seperti ini, Ada harapan (menurut sebagian ulama) mereka dapat masuk surga dengan syarat yang akan diuji di akhirat.


Selain itu yang harus di ingat dan dimaknai bahwa Surga dan Neraka adalah Hak Prerogratif Allah SWT.


Bahkan ada yang berpendapat jika perbandingan/perhitungan manusia masuk surga karena amal perbuatan baiknya akan tetapi jika dihitung nikmat Allah SWT maka lebih banyak nikmat tersebut dan proses Al Mizan/Hisab di akhirat dapat berubah tergantung Rahmat dan Hak Prerogratif Allah SWT.

Mari kita telaah beberapa kondisi Dakwah belum sampai.


Kondisi 1 : “Belum sampai dakwah dengan benar”


Jika,Tidak pernah belajar Islam dengan jelasInformasi yang diterima salahTidak paham ajaran sebenarnya.
Ini mendekati kategori Ahlul Fatrah, Menurut ulama seperti Ibnu Qayyim :Ada harapan → bisa diuji di akhirat → bisa masuk surga

Kondisi 2 : “Setengah paham”


Jika,Pernah dengar IslamTapi tidak mendalam / masih ragu,Tidak ada penolakan keras
Ini wilayah “abu-abu”- Diserahkan pada keadilan Allah- Masih ada harapan besar.


Kondisi ke 1 bahkan yang ke 2 ini merupakan ladang ibadah bagi para Muslim agar dapat kiranya menjadikan mereka mau dan dapat mengamalkan Islam sebagai tugas manusia menjadi Rahmat bagi semesta Alam.

Aamiin Ya Robbalamin

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

"Dan Allah lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya"

 

 

 

 



 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image