Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ris Mulyati Sholikhatul Muslikah

Momen Syawalan DWP Kemenag Bantul: Perkuat Iman di Era Digital dan Teladani Sifat Malaikat

Agama | 2026-04-01 14:42:01
Hikmah Syawalan: Dr. KH. Ahmad Yuhdi Muhdiar, S.H., M.Hum. saat menyampaikan materi hikmah Syawalan DWP Kemenag Bantul di Aula MTsN 1 Bantul, Rabu (1/4/2026). Ia menekankan pentingnya karakter ihsan dan tahajud sebagai kunci sukses dunia akhirat.

BANTUL (MAN 3 Bantul) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul memanfaatkan momentum Idulfitri untuk memperkuat peran perempuan dalam membentengi keluarga dari dampak negatif teknologi. Hal ini mengemuka dalam pertemuan rutin dan Syawalan yang digelar di Aula MTsN 1 Bantul pada Rabu (1/4/2026).

Acara diawali dengan khidmat melalui kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita. Ketua DWP Kemenag Bantul, Hj. Siti Zulaikah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada MTsN 1 Bantul selaku tuan rumah, sekaligus mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota yang hadir.

Transformasi Karakter Pasca-Ramadan Dalam sesi pembinaan, Pembina DWP Kemenag Bantul, H. Muntholib, menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai luhur madrasah Ramadan. Beliau mengibaratkan kesucian pasca-puasa selayaknya sifat malaikat yang steril dari noda-noda kemanusiaan yang destruktif.

"Output dari ibadah puasa adalah lahirnya pribadi baru yang lebih baik. Ada peningkatan signifikan pada dimensi iman dan takwa kita," ujar Muntholib.

Lebih lanjut, ia mendorong DWP Bantul untuk proaktif menyosialisasikan program Bunda Inklusi dan Digitalisasi. Terkait literasi digital, Kemenag menekankan empat pilar penyangga: Zona Integritas, Skill, Etika, dan Budaya (Culture). Muntholib secara khusus menyoroti pilar etika dan budaya sebagai benteng paling krusial sekaligus rawan saat ini.

"Penggunaan gawai (smartphone) di lingkungan keluarga harus mulai dibatasi secara bijak. Di sinilah peran besar ibu-ibu DWP dibutuhkan. Namun di sisi lain, inklusivitas pelayanan publik di Kemenag tidak boleh terhambat oleh batasan apa pun," tegasnya.

Menyingkap Rahasia Penghuni Surga di Era Modern Puncak acara diisi dengan tausiah bernas oleh pakar hukum dan agama, Dr. KH. Ahmad Yuhdi Muhdiar, S.H., M.Hum. Mengupas esensi Al-Qur'an Surah Az-Zariyat ayat 15-19, Kyai Ahmad Yuhdi menjelaskan bahwa surga yang dialiri mata air—simbol dari segala pemenuhan hasrat manusia—diperuntukkan bagi hamba-hamba pilihan yang memiliki dua karakter utama selama hidup di dunia.

Pertama, mereka yang senantiasa berbuat Ma’ruf (kebaikan yang sejalan dengan logika sehat) dan Ihsan (memberikan kebaikan secara totalitas, bahkan melebihi apa yang diharapkan orang lain). Kedua, mereka yang memiliki disiplin spiritual tinggi dengan meminimalkan waktu tidur malam demi menghidupkan sepertiga malam terakhir untuk beribadah dan beristikharah.

Menariknya, Kyai Ahmad Yuhdi juga mengaitkan tantangan teknologi modern, seperti fenomena bayi tabung sebagai dampak revolusi digital, yang menuntut umat Islam untuk selalu bersandar pada bimbingan syariat.

Acara syawalan ini ditutup dengan doa bersama. Segenap keluarga besar DWP Kemenag Bantul berharap momentum ini dapat memacu semangat untuk terus memupuk amal saleh demi menggapai derajat ketakwaan yang hakiki. (Ris)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image