Ini Dia Pesan Jusuf Kalla di Masjid Agung Sunda Kelapa
Agama | 2026-03-10 06:11:09"Saya pernah sepuluh tahun tinggal tidak jauh dari sini, di ujung jalan sana, sehingga sudah menjadi bagian dari jamaah sini," kata M.Jusuf Kalla -Ketua Dewan Masjid Indonesia- dan mantan wakil presiden mengawali cerita.
"Tema ceramah malam ini adalah 'masjid sebagai pusat peradaban.' Baik. Saya pernah ketemu Raja Salman dan saya bilang "Yang mulia adalah penjaga dua masjid suci, (Al-Haram dan Nabawi-red) dan saya menjaga 800 ribu lebih masjid di Indonesia." Kalla tersenyum dan jamaah pun demikian pula.
Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, kembali menghadirkan penceramah Ramadan 1447 H dari berbagai profesi dan institusi.
Senin (9/3/2026), bakda shalat Isya, tokoh yang memberikan inspirasi adalah H M.Jusuf Kalla , mantan wakil presiden dan ketua DMI.
Kemudian apa saja fungsi masjid menurut HM Jusuf Kalla?
Pertama, Untuk tempat beribadah dan untuk memperkuat persaudaraan. Apapun organisasinya boleh masuk masjid. Baik itu NU Muhammadiyah Al-Washliyah dan sebagainya. Bagi kita tidak ada istilah masjid Bugis, masjid Jawa, masjid Sunda. Masjid ya masjid ...titik.
Kedua, masjid sebagai pusat peradaban, apa itu. Berperilaku yang baik, berilmu, semangat perintah iqra . Ilmu sangat penting. Saya sarankan setelah salam jangan langsung pergi, istighfar, berdoa dulu, lalu saling menegur, itulah spirit persaudaraan dan persatuan yang bermula dari masjid. Ia menjelaskan bahwa peradaban berasal dari kata adab, yang mencerminkan perilaku baik, ilmu pengetahuan, serta keimanan.
“Peradaban itu lahir dari keimanan, ilmu, dan perilaku yang baik. Karena itu masjid harus mendorong umat untuk menuntut ilmu, meningkatkan kemampuan, serta membangun karakter,” ujarnya.
Ketiga, masjid berfungsi untuk masyarakat. Jamaah perlu diperhatikan, ekonominya juga. Di antara rukun Islam ada dua yang perlu dan terkait dengan kemampuan ekonomi yaitu zakat dan haji.
Berusaha dan bekerja keras untuk mampu itu sunnah Rasulullah, Nabi berdagang sebelum menjadi Nabi bahkan dalam kurun waktu yang lama.
Masjid harus mendorong semangat bekerja keras dan keimanan kuat, serta berilmu tak hanya ilmu agama, tapi pengetahuan dan teknologi. Tanpa ilmu, dunia tidak bisa kita kuasai. Dulu perang, tentara yang bergerak maju, sekarang tinggal pencet knop atau tombol. Demikian pula dengan bisnis, sekarang dengan dukungan teknologi.
Jusuf Kalla berharap masjid dapat menjadi tempat yang mendorong umat untuk bersatu, menuntut ilmu, memperkuat moral, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Masjid harus mendorong jamaah kepada kemajuan, persatuan, ilmu pengetahuan, kerja keras, dan akhlak yang baik. Dengan begitu, masjid benar-benar menjadi pusat peradaban umat,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah masjid MASK di Menteng Jakarta Pusat itu.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
