Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Pusat Inovasi Perempuan

Biomassa Sebagai Sumber Energi Terbarukan

Iptek | 2026-02-24 22:51:57

Dr. Susianah Affandy, M.Si

Ambassador Indonesian Woman In Nuclear

Transisi energi menuju sumber yang lebih bersih, terbarukan, dan berkelanjutan telah menjadi fokus kebijakan global dan nasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan krisis energi. Energi terbarukan tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, tetapi juga berperan penting dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (greenhouse gas) dan meningkatkan ketahanan energi. Dalam konteks ini, biomassa muncul sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada penyediaan energi listrik dan bahan bakar ramah lingkungan.

Definisi dan Sumber Biomassa

Biomassa mencakup seluruh bahan organik yang berasal dari makhluk hidup, seperti limbah pertanian, sisa pengolahan industri, limbah hutan, serta tanaman energi yang tumbuh secara berkelanjutan melalui proses fotosintesis. Bahan-bahan ini dapat diolah menjadi berbagai bentuk energi, termasuk listrik, panas, biogas, maupun biofuel seperti bioetanol dan biodiesel.

Potensi biomassa sangat besar di berbagai wilayah, terutama di negara tropis yang memiliki kekayaan hayati melimpah seperti Indonesia. Sumber biomassa ini, bila dikelola secara efisien, mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyediaan energi terbarukan sekaligus mengurangi limbah organik yang menjadi beban lingkungan.

Potensi Energi Biomassa

Data kajian ilmiah menunjukkan bahwa biomassa memiliki potensi signifikan sebagai sumber energi terbarukan. Dalam konteks global, biomassa masih menjadi salah satu bentuk energi terbarukan yang luas digunakan karena ketersediaannya yang melimpah dan kemampuan untuk mengurangi emisi karbon hampir secara net-zero ketika dihasilkan dari siklus tumbuh-kembali tanaman.

Potensi energi biomassa di Indonesia juga didukung oleh beragam sumber daya organik, termasuk sisa hasil pertanian dan perkebunan. Penelitian tentang pengembangan pembangkit listrik berbasis biomassa menunjukkan bahwa biomassa dapat menjadi alternatif bagi wilayah pedesaan yang kurang terjangkau oleh jaringan listrik utama karena bahan bakunya berasal dari limbah tanaman dan sisa pertanian yang mudah diperoleh.

Teknologi Konversi Biomassa

Transformasi biomassa menjadi energi melibatkan berbagai teknologi konversi energi. Secara umum, terdapat beberapa pendekatan utama:

1. Pembakaran Langsung (Combustion)

Pembakaran biomassa menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin listrik atau sistem pembangkit panas tenaga uap. Metode ini tergolong sederhana dan telah banyak diterapkan dalam pembangkit listrik skala kecil hingga menengah.

2. Gasifikasi

Proses termokimia yang mengubah biomassa menjadi gas sintesis (syngas) yang kemudian dapat dikonversi menjadi listrik atau bahan bakar. Teknologi ini meningkatkan efisiensi konversi energi dibandingkan pembakaran langsung.

3. Fermentasi dan Digestasi Anaerob

Teknologi biokimia yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik menjadi biogas yang kaya metana, selanjutnya digunakan untuk pembangkit listrik dan panas.

4. Pyrolysis dan Proses Lain

Pyrolysis adalah degradasi termal biomassa di bawah kondisi minim oksigen untuk menghasilkan biochar, bio-oil, dan gas yang dapat dimanfaatkan sebagai energi atau bahan bakar lanjutan.

Keunggulan dan Manfaat

Biomassa menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan sumber energi konvensional. Secara lingkungan, biomassa mampu mengurangi emisi karbon karena karbon dioksida yang dilepaskan saat pembakaran akan diserap kembali oleh tanaman melalui fotosintesis. Selain itu, pemanfaatan biomassa dari limbah organik membantu menurunkan volume limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Secara ekonomi, pengembangan biomassa dapat menciptakan lapangan kerja, terutama di daerah pedesaan yang kaya akan sisa produksi pertanian dan perkebunan. Hal ini juga mendorong diversifikasi sumber energi dan memperkuat ketahanan energi nasional terhadap fluktuasi harga bahan bakar fosil.

Tantangan dan Arah Kebijakan

Walaupun biomassa memiliki potensi besar, terdapat tantangan dalam implementasinya. Teknologi konversi energi biomass masih memerlukan investasi awal yang besar, serta diperlukan sistem logistik yang baik untuk pengumpulan dan distribusi bahan baku biomassa. Di samping itu, perlu kebijakan yang jelas untuk memastikan pemanfaatan biomassa tidak menimbulkan dampak negatif, seperti konversi lahan pangan menjadi tanaman energi yang dapat mengganggu ketahanan pangan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, dukungan kebijakan yang kuat dan insentif bagi riset dan inovasi teknologi diperlukan untuk memaksimalkan potensi biomassa sebagai energi terbarukan yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar dalam mendukung penyediaan energi bersih, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta menurunkan dampak negatif terhadap lingkungan. Pemanfaatannya melalui teknologi konversi yang tepat dapat menghasilkan energi listrik, biogas, dan biofuel yang berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan, investasi teknologi, serta pemahaman masyarakat yang kuat, biomassa berpeluang menjadi pilar penting dalam transisi energi nasional dan pencapaian target energi terbarukan masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image