Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Diva Aisah Maharani

Rasakan Nikmatnya Membaca Al-Quran Satu Juz Sekali Duduk di Bulan Suci Ramadhan

Agama | 2026-02-22 04:14:07

Bulan suci Ramadhan selalu datang membawa suasana yang berbeda, lebih hening, lebih tenang, dan lebih dekat dengan langit. Di antara lantunan adzan, doa-doa yang dipanjatkan, serta malam-malam yang terasa lebih panjang, ada satu amalan sederhana yang menyimpan kenikmatan luar biasa: membaca Al-Qur’an.

Sering kali kita membaca beberapa ayat, lalu berhenti karena merasa lelah atau tergesa. Padahal, pernahkah kita mencoba duduk sejenak, menenangkan diri, lalu menuntaskan satu juz dalam sekali waktu? Di situlah ada rasa yang sulit dijelaskan—hati yang perlahan menjadi lapang, pikiran yang lebih jernih dan rasa puas tersendiri yang mana ingin membaca lagi dan lagi.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang memberi ruang bagi ruh untuk kembali hidup. Membaca satu juz sekali duduk bukan sekadar target ibadah, melainkan perjalanan kecil yang menghadirkan kedekatan, ketenangan, dan rasa syukur yang lebih dalam.

Mungkin di awal, banyak orang memulai Ramadhan dengan target yang sudah banyak kita ketahui : one day one juz. Dibaca bertahap, setelah shalat atau di sela-sela waktu luang, supaya terasa lebih ringan dan tetap konsisten. Itu sudah sangat baik.

Tapi sesekali, coba tantang diri untuk membaca satu juz dalam sekali duduk. Cari waktu yang cukup tenang dan memang diniatkan khusus untuk itu. Di awal mungkin terasa lama, apalagi kalau belum terbiasa. Namun ketika dijalani sampai selesai, ada rasa puas yang berbeda. Bukan sekadar karena target tercapai, tapi karena kita benar-benar meluangkan waktu utuh untuk Al-Qur’an.

Menariknya, setelah merasakan itu, biasanya muncul keinginan untuk menambah lagi. Yang awalnya terasa berat, ternyata mampu diselesaikan. Bahkan bukan tidak mungkin satu juz terasa “kurang”, lalu bertambah jadi dua, tiga, atau lebih. Di situ membaca Al-Qur’an tidak lagi terasa seperti beban target Ramadhan, tapi menjadi kebiasaan yang ingin diulang karena sudah merasakan manfaatnya sendiri.

Pada akhirnya, yang terpenting bukan sekadar berapa juz yang mampu kita selesaikan, tetapi bagaimana kita memberi ruang yang lebih besar untuk Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Satu juz sekali duduk bisa menjadi langkah kecil untuk melatih fokus, kesungguhan, dan kedekatan kita dengan ayat-ayat-Nya.

Jika selama ini kita hanya mencicil karena merasa tidak mampu lebih, mungkin Ramadhan ini bisa menjadi momen untuk mencoba. Bukan untuk membandingkan diri dengan orang lain, bukan pula untuk sekadar mengejar angka, tetapi untuk merasakan sendiri prosesnya.

Siapa tahu, dari satu juz sekali duduk, lahir kebiasaan yang terus berlanjut—bahkan setelah Ramadhan selesai. Aamiin.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image